Entri Populer

Jumat, 27 Desember 2013

Album "Journals" Justin bieber bad or success?

   Initially I did not want anything to happen, be it me or undermine my blasphemous. This paper is a opinion not a fact, whether there are any facts now but once again I just want to pour my opinion here. In accordance with the title, album "Jornal" Justin bieber bad or success? Looking from the side which is now presented it to say it is destroyed, for a superstar with melodious voice. How not, the expectations of all his fans clearly want something more than a single initially Baby humans are capable of millions spellbound, until the entry is published this song dichannel youtube viewers reaching 955 282 582!!!
   Definitely not a cheap work, is what might be called the phenomenon the beginning of all justin footing. But what happens now? Blasphemy highly tapered kept stabbing justin defense, he was just a child who has not reached maturity without help to achieve it. The media is very cruel, the slightest I never see again good news for justin end-the end of 2013.
Will you , O blasphemers , just listen to the song dialbum " Jornal " randomly. The lyrics are very firm and no longer excessive like One Time or Baby , somehow I'm wrong here but this is my opinion . Justin tried his maturity mengapai by flowing lyrics dialbum this together, just that I wonder why many say this is a bad album ? Define the album did not sell well ? Different or the same ?
  
Bad Day lyrics say, if more or less summed up my opinion as a man who was left by a woman . But this man never thought this would happen disebuah bad day for him . Then there's All Bad , this song is sick again . Tells us that there are people who want to stab in the back , obviously this just like justin vent here .   All the lyrics assertion was buried with millions like blasphemy coming to justin , I found it difficult now to differentiate between the original message and where the intention to blaspheme . Once again , I just poured what my opinion here . I think this album is expected Justin to help him out of all the insults that are created , but the fact quite the opposite . Justin even more and more discredited by people who do not clear his form , they simply denounce mediated media without showing a proof that they are equivalent to blasphemy .
 

Album "Jornal" Justin bieber buruk atau sukses?

   Awalnya saya tidak ingin apapun terjadi, baik itu menghujat saya ataupun meruntuhkan saya. Tulisan ini berupa opini bukan fakta, entah fakta apa terdapat sekarang tapi sekali lagi saya hanya ingin menuangkan opini saya disini. Sesuai dengan judul, Album "Jornal" Justin bieber buruk atau sukses? Melihat dari sisi yang sekarang tersaji memang bisa dikatakan sangatlah hancur, bagi seorang superstar dengan suara merdu ini. Bagaimana tidak, harapan dari semua pengemarnya jelas menginginkan sesuatu yang lebih dari single awalnya Baby yang mampu berjuta manusia tersihir, sampai entri ini dipublikasikan viewers lagu ini dichannel youtube mencapai 955.282.582 !!!
   Jelas bukan sebuah karya murahan, inilah yang mungkin bisa disebut penomena awal dari segala pijakan justin. Namun apa yang terjadi sekarang? Hujatan yang sangat meruncing terus menusuk-nusuk pertahanan justin, ia hanya anak yang belum mencapai kedewasaan tanpa bantuan untuk mencapai itu. Media sangatlah kejam, sedikit pun saya tak pernah melihat lagi berita baik untuk justin diakhir-akhir tahun 2013.
   Coba kalian wahai penghujat, dengarkan lagu satu saja dialbum "Jornal" secara acak. Liriknya sangat tegas dan tak lagi lebai seperti One Time atau pun Baby, entah saya salah disini tapi ini adalah opini saya. Justin mencoba mengapai kedewasaannya dengan cara mengalirkan lirik-lirik dialbum ini, cuman yang saya heran mengapa banyak yang mengatakan ini album yang buruk? Definisikan dengan album yang tak laku? Beda ataukah sama?
   Lirik Bad Day sebut saja, jika disimpulkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih menurut saya seperti seorang pria yang ditinggal oleh wanita. Namun pria ini tak pernah menyangka hal ini akan terjadi disebuah hari yang buruk baginya. Lalu ada All Bad,  lagu ini lebih sakit lagi. Menceritakan bahwa ada orang yang ingin menusuk dari belakang, jelas sekali ini seperti layaknya justin curhat disini.
   Semua lirik-lirik penegasan tadi seperti terkubur dengan jutaan hujatan yang datang untuk justin, saya sulit sekarang untuk membedakan mana berita asli dan mana yang niatnya untuk menghujat. Sekali lagi, saya hanya menuangkan apa opini saya disini. Menurut saya album ini sangatlah diharapkan justin bisa membantunya keluar dari semua hujatan yang tercipta, namun kenyataan sungguh bertolak belakang. Justin justru semakin dan semakin dihujat oleh orang yang tak jelas wujudnya, mereka hanya mencela dimedia-media tanpa menunjukkan sebuah bukti yang setara dengan hujatan mereka.

Selasa, 24 Desember 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part10

   Setelah membongkar seluruh isi perut lemarinya, ia jatuh kesebuah hal yang ia sangat suka. Jaket, mengapa ia tidak mengenakan jaket? Dari pada baju, baginya jaket itu seperti pembungkus yang nilainya sangat netral dan pembeda antara pemikiran mewah dan sederhana sebuah style berpakaian seseorang. Dia juga sangat teramat nyaman mengenakan jaket, lalu muncul sebuah bisikkan yang melontarkan "bukankah sederhana itu awalnya dari kenyamanan?"
   Padol pun sudah yakin dengan pilihannya, ia akan mengunakan jaket dan baju oblong lusus didalamnya. Inilah kesederhanaan dirinya, dan kenyamanan dirinya. Lalu, bersiaplah ia dengan segera dan juga masih menunjukkan reflek yang cekatan. Setelah semua berlalu, ia melihat-lihat jam ditangannya. Tertera pukul 19.34 disana, jika ia pergi sekarang maka mungkin waktu yang tersedia agak lumayan.
   Namun bagaimana pula jika waktu yang lumayan tadi lumayan pula untuknya kesulitan bernafas? Sedari tadi ia terlihat begitu sangat cemas seperti halnya seorang suami yang menanti kelahiran anaknya, mondar-mandir kira kanan depan atas bawah. Ini ternyata diperhatikan oleh ibunya, ya harap diketahui padol ini terbilang dibatasi walau hanya sedikit oleh ibunya. Mungkin karena juga padol belum terlalu dewasa, maka itu juga mungkin yang menyebabkan ibunya berlaku seperti itu.

       "Padol...??? Kenapa lalu-lalang sih...???"
       "Ah ibu, eee... mmm... gak ada sih bu, cuman pemanasan aja"
       "Emang kamu mau olahraga apa malam-malam gini? Senam?"
       "Hah...??? Enggak kok bu, cuman hari ini aja yang dingin jadi butuh pemanasan bu"
       "Halah kamu mau nipu ibu, ibu tau kok padol kamu kenapa..."
       "Emang aku kenapa bu...???"
       "Kamu lagi suka sama cewek, iya kan...??? Ngaku deh kamu"
       "Alah, apa sih buu -_-"
       "Ibu pernah muda padol, jadi waktu itu ayah gak jauh beda sama kamu... Keliatannya tuu dari muka kamu udah mirip dibakar, mulai merah-merah gak jelas"
       "Iya bu aku ngaku, ini aku juga mau kerumahnya"
       "Hati-hati ya dol, jangan pulang diatas jam sepuluh dengerkan"

   Setelah mengiyakan permintaan ibu, padol pun bergerak dengan penuh percaya bahwa malam ini karin akan dia luluhkan. Ia percaya kalau sudah ibunya mendukung, cuman ayahnya belum. Ayah padol memang begitu sulit, ia harus mengerti dengan pekerjaan yang ayahnya dapat. Tapi setidaknya, ibunya sudah setuju dan tanpa lama lagi ia pun sampai didepan pekarangan rumah karin. Dengan nafas sedalam sumur, ia tarik-ulur secepat mungkin untuk memulai penghukuman ini.

       "Ini padol yaa...??? Masuk aja dek kedalam"
       "Eh iya buk, ini ibunya karin?"
       "Iya nak, silahkan-silahkan masuk dulu nak"

   Entah apa yang sebenarnya terjadi padol seakan sulit menalarinya, ia seakan tak percaya apa yang ia dapati barusan. Bagaimana ibunya karin begitu mendapatinya dengan keadaan seperti tadi, dan bagaimana padol diketahui oleh ibu karin. Sepertinya ini telah lama diketahui, namun bagi padol ini mungkin awalan yang sangat baik. Cukup lama melangkah, ia pun masuk kedalam rumah karin dengan diiringi ibu karin tadi. Terlihat adik-adik karin ada didepan televisi, mereka sangat terlihat serius padahal yang mereka lihat hanyalah iklan mainan. Tak lama kemudian, keluarlah karin dapur...

       "Padol, gak apa-apakan tadi ibu negur kamu...???"
       "Oh karin, nggak-nggak..."
       "Bentar ya aku...."
       "Gak usah tuker baju rin, gitu aja bajunya"
       "Hahaha... Enggak padol, aku mau ngambil minum dulu buat kamu..."

   Bisakah kalian bayangkan muka padol saat itu, luar biasa pasti hal tersebut sangat memalukan baginya. Wajahnya pun mulai memerah lagi, namun ini merah yang sangat kelihatan. Ia mencoba mendapatkan alirannya kembali, mencoba untuk bertahan diantara kesulitannya untuk menyesuaikan dirinya kembali terhadap kondisi.

      "Ini dol, diminum yah"
      "Iyalah diminum gak mungkin dikunyahkan"
      "Nah, bisa aja kamu"
      "Kamu baru masak rin?"
      "Nggak juga sih, cuman bantuin ibu dikit soalnya tadi ibu kedepan eh malah ketemu kamu gitu"
   
   Sejauh ini terlihat padol dapat mengikuti jalan dan aliran yang diciptakan oleh karin, begitu juga karin juga sudah mulai terlihat mengenal umpan yang diberikan padol. Namun berdetak sehentak jantung padol, ia terkejut setelah ada abang-abang yang lewat depannya. Sekiranya karin merupakan anak tertua dikeluarganya, tapi tadi itu siapa? Penarasan terbentuk dalam pikiran padol, mampukah ia mengeluarkan suaranya untuk menanyakan kepada karin siapa beliau yang lewat barusan.
   Tapi nantilah, ia hiraukan masalah ini dan lebih mencoba untuk mendapatkan cara untuk menyesuaikan diri lebih masuk lagi dalam aliran ini. Ketara sekali padol masih agak kaku malam itu, biasanya ia harus berlepas seperti bebas namun kali ini ia cukup tertekan untuk menyesuaikan dirinya. Memang begitulah dan juga mau bilang, ini juga pertama kali kakinya menjejakkan tapak dirumah seorang wanita, dan wanita ini bukanlah wanita sembarangan baginya.

       "Tumben kamu gak grogi'an malam ni dol...???"
       "Hah, ahaha tadi udah udah latihan tenaga dalam biar bisa nahan getar"
       "Halah mana adalah gituan..."
       "Nah ini buktinya aku gak getar-getar lagi"
       "Emang bunyi suara hp getar-getar"

   Terlihat sekali bahwa karin sebenarnya juga memperhatikan padol, dia bukan sekedar melayani pdkt padol. Juga mungkin ia akan membalas apa yang telah padol usahakan selama ini, memang cukup berat bagi padol selama ini. Mengusahakan sebuah awalan saja begitu sulit, tapi kini mulai kelihatan hasilnya. Karin mulai mencoba menghargai perkara yang selama ini dibuat padol, mungkin bukan saja menghargai ataupun membalas. Bisa saja mungkin lebih dari ini, mungkin suatu saat jawaban ini akan tersingkap.

       "Eh karin, yang tadi itu abang kandung gak...???"
       "Enggak, dia cuman sepupu dol. Kamu kagetan gitu sih"
       "Iyalah kaget, dirapor kamu kan kamu anak pertama......"
       "Ehh kamu liatin rapor aku...??? Dimana emang???"
       "Kemaren aku ada ngeliat waktu dikantor"
       "Ihh bahaya kamu"
       "Bahaya bahaya, emang aku bom apa bahaya"

   Semakin malam semakin larut, mereka semakin enjoy dengan apa saja hal yang dibawakan padol. Mulai pertanyaan aneh sekalipun bahkan pertanyaan serius nampak karin mampu dengan apik dalam menjawabnya...

      





Jumat, 20 Desember 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part8

   Sementara semua acara selesai, ternyata tidak untuk panitia. Sampah ternyata meninggalkan masalah lain bagi mereka, ini kelihatannya serius. Terlihat banyak tapi kalau dilihat, mungkin kalau dikerjakan akan terlihat agak sedikit dan selesai. Mulailah panitia menampung sampah kedalam tempatnya, mereka ada dimana-mana rupanya. Ada yg lupa, padol ternyata masih duduk santai dgn karin. Ia duduk dihamparan rumput liar depan kelas yg tamannya terbuka, kini padol agak cair rupanya

       "Mana hapenya, sini dikirimin lagu tadi..."
       "Ini, lagu apa sih...?"
       "Pokoknya kerenlah, romance"
       "Udah bisa kekirim lagunya...?"
       "Gak bisa ini dari tadi, hapenya pendinglah..."
       "Makanya jgn kepo padol, ininya aja belum aktif..."
       "Iya aku berantakan disamping kamu..."
       "Alah gombal kamu, ini kok tumben kamu gak nervous..?"
       "Dari tadi kok, cuman disamping kamu ada rasa nyaman gitu rin"
       "Udah gak usah gombal, jgn dipaksa padol"
       "Aku seriusan rin, kamu tu sumber percaya aku"


   Dari tadi karin hanya makan senyum, padol juga dari tadi nelan liurnya berulang-ulang kali melihat senyum yg dari tadi ia tunggu akhirnya terukir berkat usaha gombal yg ia pelajari sejak 2hari kemarin. Sepertinya juga padol mulai cair dan ikut dalam suasananya, ia mencoba merasakan hawa yg terhasilkan dari kebersamaan itu. Semua orang cukup mengerti akan beberapa hal, tapi lain hal dgn padol.  Jika memang ia untuk kita, maka tak perlu kita berusaha untuk mendapatkannya. Lakukan dgn apa yg sebisa mungkin tanpa perlu ada yg dipaksakan.
   Ini serasa hujan ditengah badai pasir baginya, sejuk ini pun belum pasti akan terasa dipengunungan manapun. Ini sejuk yg luar biasa, ini sejuk belum mampu untuk ia lupakan. Sepertinya begitu, ia sangat meresapi walaupun dari tadi hanya terdiam. Mungkin dari tadi memang ini yg ia inginkan, berdua bersama tanpa ada batas dan grogi lagi.

       "Eh kamu kan panitia? Kamu gak bantu bersih-bersih tu?"
       "Bentar lagi lah, lagunya juga belum kekirim ini..."
       "Ntar kamu kena marah pula, udah ntar malem kerumah aja sekalian main..."
       "Hah? seriusan nih?"
       "Iya, kalo gak pun gak masalah kok"
       "Ntar aku kerumah kamu malah gak mau keluar gimana?"
       "Ya enggak gitu jugalah padol, pokoknya kalo bisa datang ya"

   Ini tantangan untuk padol, sanggupkah ia? Karin pun pulang setelah berpamitan dgn padol tanpa bisa padol tahan lagi. Biarlah ia pulang, sekarang ia harus membantu panitia lainnya untuk membersihkan sampah yg bertelur dimana-mana. Jelaslah bahwa jumlah sampah yg ada melebihi panitia yg ada, mungkin ini akan menyulitkan bagi padol. Lebih-lebih padol, bagaimana dgn adi yg sok higienis. Jgn menyentuh sampah, tersentuh barang yg tak jelas mungkin ia akan mencuci tgn dgn tujuh macam air.
   Walaupun begitu, sebagai panitia kita harus tetap bertanggung jawab dgn apa yg telah dipercayakan kepada kita. Jangan sampai amanah yg telah dipercayakan kepada kita sirna begitu saja hanya karena perkara simple seperti ini. Tapi tetap adi cukup bertingkah lagi,

       "Haduh sampahnya yaAllah, ampuni hamba yaAllah hamba menyentuh sesuatu yg kotor yaAllah..."
       "Idih, mirip ayam mau dikurban aja kamu di..."
       "Gila liat tuh sampah, ya ampun berlendir *hueks*"
       "Itu bukan lendir buto ijo -_- itu plastik es..."
       "Ehh itu warnanya aja kemerah-merahan gitu *hueks*"
       "Itu memang es sirup merah rasa melon -_-"
       "Bukannya merah biasanya sirup apel atau fanta biasanya...?"
       "Nah kalo tahu kenapa sok jijik gitu...? Mungkin itu es kamu yg kamu buang kesitu...?"
       "Haiss mana mungkin, eh tapi iya kemarin mesan sirup warna merah"
       "Ya udah pungut tuh mantanmu..."
       "HAH!!! Itu sampah bukan mantan aku kampret"
       "Di kamu gak ingat bibir kamu kemarin nyentuh pipet? Itu kan sama aja dgn ciuman adidos!"
       "HAH!!! Gila, kenapa aku baru sadar... YaAllah ampuni hamba yaAllah hamba khilaf"
       "Ntar pulang harus mandi wajib, sekarang pungut tuh"

   Mau tak mau adi dgn acara sok higienisnya harus memungut "mantannya" tadi, yg suka tak suka karena tuntutan kewajiban sebagai panitia. Ini terlihat seperti mengambil kotoran ayam atau sapi, padahal tangannya sudah dibalut tiga buah kantong hitam. Entah bagaimana jika sampah lain, sampahnya saja serasa terasa berdosa ia pungut. Tapi karena dipaksa-paksa bertubi-tubi sedari tadi akhir, dgn sekedarnya ia hanya ambil sampah yg ada. Bahkan, untuk memasukkan kedalam tong sampah ia bisa three point *sebenarnya melempar*
   Terlihat padol memperhatikan sesuatu, karin rupanya. Dari tadi mereka saling mengumpan dan memberi pandangan, ini seperti permainan bagi mereka dan hanya mereka yg memainkan tanpa akan ada yg kalah maupun menang. Jikalau pun ada yg kalah dan menang mereka akan tetap sama-sama tersenyum lagi, atau semacam orang yg sedang menghisap ganja yg sedari tadi hanya senyum kerjaannya. Yah begitulah cinta yg ada di sma, hanya berani dikejauhan dan bila dekat akan setengah mati menahan getaran grogi.


PeDeKaTe tapi LDR #part7

   Acara dimulai dgn rangkaian-rangkaian sambutan dari beberapa orang yg menurut padol hanya orang biasa-biasa saja, tamu yg datang juga padol rasa tidak terlalu mencolok biji matanya. Terlebih-lebih masuk kehatinya, karena dari kemarin hatinya sudah terisi penuh oleh karin. Acara juga kelihatannya masih datar-datar saja, tapi tiba-tiba hotpin menarik padol kekelas bawah sambil membawa kaca ukuran besar dan juga kertas seperti kertas hapalan agama...

       "Mau kemana padol... tarik-tarik mirip layangan dasar!"
       "Ikut aja gak usah nolak, nah disini..." padol dibawa hotpin kedalam sebuah kelas yg acak sekali
       "Tolong pegang kaca ini, nah pegang juga ni kertas diatas kepalamu..."
       "Ini mau ngapain sih...? Hukuman mati...?"

   Ternyata hotpin berusaha mengatur dirinya terlebih dahulu sebelum manggung memberikan beberapa kata sok sedih untuk melepaskan kakak kelas yg akan terbang kemana-mana. Pertama padol lihat hotpin mengunakan ekspresi yg cukup serius, namun lama-lama kaku membeku. Padol coba memberikan masukan cukup freak.

       "Haduh hot, mukamu kaku mirip kambing mau disunat..."
       "Jadi harus gimana...?"
       "Pegang ni kaca..." sekali ini padol yg praktek
       "Liat ni, jgn terpaku pada kaca... Tapi terpakulah pada dinding"
       "Seriusan kampret -_-"
       "Maksudnya, jgn terpaku pada dirimu hot... Tapi enjoy dgn suasana"
       "Suasananya aja serius gitu gimana gak kaku"
       "Bawa enjoy, dengarkan angin memanggilmu... dengarkan suara hanya suaramu, gitu kata ibu sri"
       "Itu materi pidato macan panuan -_-"
       "Tapi ya udah cobak dulu, sapa tahukan berhasil hot, latihan bagaimana caranya membuat melemaskan muka kita yg kaku, ni kita harus berubah sejelek mungkin terus ubah pula muka kita secepat mungkin dgn gaya keren..."
        "Maksudnya gimana ini dol...?"
        "Ikutin nah, oke!"

   Padol bersegera membentuk muka idiotnya, dan itu hotpin akui sebagai muka yg paling idiot yg pernah tercipta. Dengan gaya membuka mulut menunggu lalat masuk dan mata dgn tatapan kosong seperti orang kurang tidur, lalu tiba-tiba padol menutup mukanya agak beberapa detik kemudian ia buka lalu mukanya berubah lagi menjadi sok cool dan itu geli menurut hotpin. Tapi dari tadi hotpin tak sadar tapi tetap ia coba untuk nikmati saja karnaval muka si padol ini.
   Sementara giliran hotpin untuk maju tinggal beberapa jengkal menit lagi, padol tahu caranya. Ia  telah mencoba menirukan muka orang idiot dan meminta hotpin untuk menirunya dan bodohnya mengapa hotpin mau menirunya...??? *walaupun hotpin kebanyakan ketawanya* Tapi giliran untuk penghakiman hotpin sudah sampai, ia harus bersegera berpidato dan apapun yg terjadi terjadilah.
   Dipanggung hotpin sepertinya aman dan lancar seperti halnya hujan tanpa awan, ya begitulah sampai pada akhirnya ia pun turun. Ternyata ada kipas angin dibelakang dan dia mencoba mengikuti aliran angin tersebut menuruti saran padol, dan ternyata padol cukup bisa memotivasi orang. Selesailah acara untuk hotpin maka selesailah acara resmi dan mulailah bergiliran acara hiburan yg dinanti semua orang.
   Dimulai dari NUSANTARA BERDENDANG yg mana seluruh lagu provinsi di Indonesia dinyanyikan oleh pengisi acara lengkap dgn baju daerahnya juga, semua orang terlelap dalam spekta acara pembukaan itu. Padol hanya mengerti lagu daerahnya Jambi, selebih dari itu semua daerah hanya dianggapnya provinsi dari planet lain yg ia tak ketahui.
   Semua panitia yg telah tertunjuk ternyata yg mengisi acara awal ini, ada yg menyanyi dan ada yg menari latar. Padahal padol juga bisa menari tapi hanya satu style, gangnam style! dan itu pun harus 27kali latihan baru bisa meniru satu pergerakan. Acara lanjutan harus dipending dulu karena semua panitia agak terlihat kerepotan, maka dari itu acara yg telah siap harus dimajukan. Ternyata acara yg siap adalah beberapa guru menyumbangkan lagunya

       "Acara selanjutnya semua kelas tiga kalau bisa maju kepanggung, ini acara kita buat acara ini semeriah mungkin kawan! Ya, acara selanjutnya kepada kepala sekolah kia untuk maju untuk menyedekahkan sekedarnya kicauan ya kalau bisa dangdut pak..." tak lamanya bapak telah naik diatas panggung
       "Oke saya gak mau nyanyi kalo gak ada yg nemanin disini... Tolong, Bunga maju disini bantu pimpin jogetan masal ini..." sesaat bunga telah naik keatas panggung
       "Semua kelas tiga maju dulu semua, kita tahan bapak mis sampai dangutan kita selesai..."
      
   Adalah kepala sekolah yg terlebih dahulu menyiapkan suaranya, Pak Mis. Kemudian pak mis maju kepanggung dan ternyata ia mengingkan seorang yg cukup famiiar dalam menyanyi apalagi dangdut yaitu bunga. Setelah bunga naik kepanggung lagu pun digemakan dan responnya positif jutaan milliar rupanya, banyak orang secara tak sadar walaupun badan mereka mengeliat. Ini anehnya, rupanya semua kelas tiga maju dan bahkan sampai panggung tak sanggup menampung mereka.
   Ya bagi mereka ini memang yg pertama dan terakhir perpisahan di SMA, walau kurang kelihatan meriah. Mereka ingin merasakan sulit untuk melepaskan setiap jenjang yg telah mereka dapatkan di sma, disitulah mereka memasuki masa peralihan dari anak ingusan menuju pribadi yg akan tahan sebelum menjadi dewasa. Terlihat mereka memang tak ingin pergi dari sma, mereka semua terlihat belum siap.
   Tiba diakhir acara yg mengharuskan mereka berjabat tangan untuk yg terakhir kalinya dgn seluruh orang yg ada di sma. Ribuan suara dan macam bentuk tangisan terukir disini, saat terakhir disini dimana mereka merajut semua mimpi indah itu. Semua terlihat menangis, tak satu pun yg mampu lagi menahan air matanya. Selesailah rangkaian acara perpisahan itu dgn haru membiru, serasa menyesal untuk semua ini namun langkah tak harus tertahan dan wajib untuk dilanjutkan...


 

Sabtu, 16 November 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part6

   Semakin lama semakin padol lupa akan halnya untuk mencari kandidat si ibuk tadi, barulah ia sadar setelah karin menghilang masuk dalam kelamnya kantin mas. Rupanya ia memang sedang dimabuk, entah jenis arak yg mampu membuatnya semabuk itu. Bergegaslah ia bergerak menuju sekitaran kelas dua lainnya, ia tak mungkin lagi meminta bantuan ravi lagi. Ia ingin pilihannya ia cukup bersaing sexy atas bawah dgn si yesi pilihan kandidat ravi. Setibanya, ia langsung mengamati dari ujung paling bawah sampai puncak paling atas semua anak perempuan disana. Polanya seperti gitar spanyol itu yg agak sulit untuk padol, ia jarang sekali keluar rumah untuk hunting acara seperti itu.
   Ada beberapa orang yg padol curigai sesuai dgn kriteria yg tertera, kira-kira cocoklah. Langsung saja ia tarik anak itu kearah ruangan konsumsi, jika dilihat sekilas apa yg dijelaskan kriteria memang sexy atas bawah. Cuman masalahnya yg ia adalah cowok -_- sexy diatasnya ganteng, nah sexy dibawahnya menurut padol cowok itu kancing celananya kebuka agak lebar dan itu padol anggap sexy. Padol sudah terlalu sakit keliatannya, sampai-sampai cowok tadi dikategorikan sexy.
   Untungnya belum ia bawa kehadapan ibuk yg ada didalam, apa jadinya jika ibuk-ibuk didalam sexy bagian bawah si anak tadi alias kancingnya belum tertutup. Ravi yg geram melihat tingkah padol memang agak tak sampai memikirkan ini akan terjadi, ia tarik baju padol dan menatapnya dalam seakan akan ada laga tinju maha dahsyat.

       "Dol yaAllah dol, selamat tuh anak gak dienter kedalam. Mungkin ibuk-ibuk guru dalam kalau kemasukan cowok yg kondisi mirip tadi senyum-senyum kecut"
       "Salahnya dimana bos ravi...?"
       "Salahnya...??? Kenapa kau punya otak dak you use hah...?"
       "Aduh, ampun-ampun emang yg harus dibetulin yg bagian mananya...?"
       "Your brain, harus didoktrin ulang jaringan kepolosan kau dol... Sexy tadi malah geli, cari cewek bukan cowok kampret...!"
       "Jadi cuma harus cewek yg harus sexy?"
       "Kalo cowok sexy itu homo! Cari cewek sekarang, jgn cowok lagi"

   Kali ini agaknya mudah bagi padol, soalnya semua kriteria sudah terjelaskan dan yg terpenting harus cewek. Padol memutar langkah beberapa derajat kearah depan, berharap kali ini mata hatinya terbuka dan menuntunnya dgn pasti untuk mendapat c.s.a.b (Cewek Sexy Atas Bawah). Didepannya sudah ada agak lima orang cewek, cukup bisa dikatakan masuk untuk kriteria yg ada. Oke dia pilih seorang, sepertinya ia kenal. Ternyata dora anak kelas sebelah yg pilih, menurutnya sexy atas bawah sudah pasti.

       "Dol ini mau dibawa kemana...?"
       "Ikut aja, jgn banyak keseremannya. Gak akan aku jamah lemakmu dor, oke"
       "Iya tapi ngapain...? Bukan lemak aku mungkin, tapi tulang aku yg bakal kamu sop kan bisa jadi"
 
   Sampailah ia didepan ruangan konsumsi, ternyata ravi telah pergi dan terlihat yesi sudah ada didalam. Padol pun menginstruksikan dora untuk berjalan ke arah ibuk dan dan yesi, dan anehnya si dora tanpa sihir hanya ikut menurut apa yg padol minta tadi. Sementara dora masuk untuk penghukumannya, padol lari menjauh menuju kerumunan panitia lainnya. Apapun yg terjadi ia hanya pasrah berserah diri, terserah apalagi yg akan menimpa dirinya.
   Ia duduk dikerumunan panitia, terlihat semua enjoy dgn acara tanpa ada yg menghiraukan kehadirannya. Sedemikian hari telha cukup terang, panas pagi pun memasuki pancaroba. Mereka telah memanggang atap panggung sedari tadi, juga mencoba memanggang jutaan sel dalam tubuh orang disekitarnya. Padol sembari bersantai mencoba mencari dari radar kejauhan, ya siapa lagi kalau bukan Karin yg ia cari.
   Mungkin karin ada disekitaran anak kelas senior, dilihatnya semua sibuk berbedak, make up, pasang maskara dan lainnya. Bahkan padol beranggapan itu mungkin salon kaki lima. Semua terlihat berlomba untuk tampil semampu mungkin untuk menjadi beda. Maklumlah perpisahan, tapi yg paling menarik disini adalah beberapa yg pacaran ternyata memakai baju couple versi batik.
   Ya inilah pacaran yg masih mengingat untuk melestarikan budaya, walaupun budaya pacaran mereka telah terjejaki budaya barat. Biarlah asal padol mendapatkan karin, semua yang ada didepannya hanya dianggap lelucon jenaka belaka. Panitia tak kalah kelas dalam hal satu ini, mungkin bisa dikatakan lebih mentereng. Ada satu ruangan memang khusus untuk panitia berkumpul untuk persiapan hari itu. Tapi yg terjadi ruangan tersebut menjadi ruangan untuk tata rias para wanita. Setidaknya lipstik dan bedak sudah sangat memenuhi ruangan. Hal ini sangat kacau, mereka bisa saja bersantai tapi tak dgn hotpin.
   Dari tadi ia sibuk kesana kesini, tak ada beda lagi antara kondisi hotpin dan kondisi anak kecil yg kehilangan ibunya. Ada hasrat untuk padol untuk membantu hotpin, tapi ia takut akan sensitifnya si hotpin. Jika orang yg sedang dalam tertekan, maka tingkat kemarahannya berbanding lurus dgn emosinya. Mungkin hanya itu rumus yg ia dapatkan setelah 2tahun mempelajari fisika dan kelihatannya sih begitu. Itupun setepatnya bukan rumus, melainkan arah yg tepat untuk peribahasa. Sebuah ringam yg sulit untuk dicerna otak kecil padol , namun lebih baik ia menawarkan diri.

       ''Hot... sibuk kali dari tadi"
       "Yang lain pada sibuk make up, ditegur malah lempar bedak tadi. Malas jadinya..."
       "Wih gila...! Tegas dikitlah hot..."
       "Udahlah dol, kerja ajalah kita yg mau, yg enggak mau besok-besok ada acara gak diikutin lagi"
       "Ada lagi kerjaan bos...?"
       "Udah kok dol, tinggal acara dimulia..."

   Sejenak setelah perbincangan singkat itu, majulah dua orang dari bawah menuju keatas panggung. Itu kalo gak salah MC acara yg tadi sibuk netesin insto ke matanya, ya sudah acara pun dimulai....








Jumat, 01 November 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part5

   Tak ada pilihan bagi padol jika memang inginkan penjelasan akan kasus mengapa karin mengerutkan bibirnya, sepertinya karin memang butuh seseorang untuk mendengarkan apa yg dia rasakan. Padol masih juga bermalu, memalingkan nervous memang agak sulit pagi padol. Ini serasa harus ia tunaikan atau karin akan semakin tenggelam dalam kesedihannya, dan juga padol serius harus menunaikan misi ini agar tak semakin larut.
   Menarik napas dalam-dalam sudah seakan tiada hentinya padol lakukan, ia tutup matanya menutup pandangannya sejenak. Ia siapkan seluruh materi untuk ia sampaikan nantinya kepada karin, ia rangkaikan sedemikian rapi untuk rayuan bahkan gombalannya nanti untuk menghibur karin. Cukup sudah ia rasakan, ia pikir ia sanggup hanya untuk duduk disebelah karin dan berobral rayuan dalam imajinasi belakanya. Memuji karin yg mampu membuatnya lupa akan hal apapun, dan bahkan karin juga mampu membuatnya lupa akan mengisi ulang pulsanya *ini emang padol yg gak punya uang*.
   Sekilas ia pun bersiap, get ready dan ia pun membuka matanya. Hanya saja padol bersusah-susah untuk sadar, kemana perginya karin...??? Atau dia hanya halusinasi melihat karin sedari tadi? mana mungkin sepagi itu dia sudah mabuk? Hah? lalu apa yg terjadi? Padol seperti akan hal anak kecil yg berlari-lari riang namun setelah ia berhenti untuk mengambil napas ia kehilangan orang tuanya, semua sirna layaknya semut yg diinjak sepatu boots. Tapi, tak mungkin juga karin hilang secepat itu.
   Diselidikinya setiap jenjang bangku sekitar dudukan karin tadi, ternyata karin sudah berjalan meninggalkan posisi awal. Sepertinya padol kehilangan moment yg mana harusnya ia mampu manfaatkan, ini akan sulit bagi kelangsungan pedekatenya. Baru saja ia lewatkan check point pada game ini, itu artinya waktu ataupun kesempatannya telah berkurang. Sepertinya padol agak kesal, mengapa ia harus memejamkan mata dahulu hanya untuk menghampiri karin dan say hii and what's up...
   Dipikirannya sekarang adalah bagaimana ia harus lebih peka lagi akan suatu hal yg mana yg tidak harus ia lewatkan seperti tadi, seperti halnya ia melewatkan peta untuk menuju kuburan harta sikarun. Andai tadi ia datang kesana, mungkin ia akan dapatkan peta tentang arah pikiran yg sedang terjadi dgn karin. Ini mungkin sangat asyik untuk didengar, seperti semudah memainkan games pes 2013/2014 ditumpukan kaset ps dirumahnya. Tapi pr untuk padol buka hal membobol, tapi tentang hal bagaimana ia harus mengatur strategi dulu sebelum ia menjebol hati karin.
   Ia hanya terdiam memukau melihat karin memudar semakin jauh dari matanya, besar rasanya ia ingin kejar dan itu hanyalah sebatas hawa nafsu yg mudah untuk menguap. Padol memang agaknya sulit untuk memberhentikan tingkah groginya ini, tak terkira ada seorang datang dari samping

       "Padol... Tadi beli snack uangnya udah diganti hotpin?" suara ibuk-ibuk rupanya
       "Eee... sudah buk, aman. Ada apa lagi ya buk...?"
       "Gini, kamu cari anak untuk taruh snack-snack itu ke tamu... Kamu cari yg sexy atas bawah yah"
       "HAH...??? Maksud ibuk...???"
       "Udah jgn banyak polosan kamu, cari cepat 2orang... Kalau dapet kirim keruangan si adi tadi ya"
    
   Padol memang manusia super polos lebih dari polosnya kertas hvs, apa yg ibuk tadi maksudkan ia bahkan hanya kosong. Pandangannya masih mengarah kedepan tanpa berusaha mencerna apa yg harus ia lakukan saat dan setelah itu, mungkin itu hanya kiasan si ibuk. Tapi sejujurnya padol agak bingung juga, ia harus cari orang untuk menjelaskan apa yg sebetulnya ibu tadi inginkan. Berjalanlah ia kemana tak tentu arah juga, hanya mutar-memutar sekitar daerah itu juga. Kemudian ia lihat ravi lewat bertenteng dgn seorang yg bisa jadi itu pacarnya.

       "Ravi, ravi...! Bentar vi, sinilah..."
       "Heh padol, nah aku datang..."
       "Gini nah vi, si ibuk tadi minta orang sexy atas bawah nah apa maksud si ibuk tuu...?"
       "Oh aku tahu! cari sekarang nggak cewek kriteria gituan...?"
       "Tapi yakin tahu vi...?"
       "Ikutlah cepet..."

   Sementara tempelan yg ia bawa tadi ia tinggal begitu saja, memang ravi dikenal cukup playboy karena memang dia raja segala jenis gombalan, rayuan, puitis, atau apapun semacam itu. Bagi ravi pacar itu semudah sms orang dan mengatakan kalau ia suka padanya dgn sedikit maka sekilas akan ada pacar baru untuk ravi, ya sudahlah ravi memang manusia yg dasarnya memang tak pernah puas. Sekejap mereka telah tiba disekitaran kelas dua, ravi lihat dan periksa untuk menyesuaikan terlebih dahulu sesuai atau tidakkah orang sekitaran situ dgn kriteria tadi.
   Dapatlah ada satu yg masuk dalam apa yg ia inginkan, kalau menurut ravi oke maka padol akan polos pula akan mengatakan oke....

       "Dol yg baju batik biru dol, gimana...?"
       "Jujur ini nggak ngerti apa sih maksudnya vi sexy atas bawah"
       "Anak smp pun nggak segini parahlah dol polosnya, maksud si ibuk itu sexy bodynya"
       "Oh, harus mirip body motor gitu ya vi?"
       "Body biola atau nggak gitar spanyol koplak, body motor -_-"
       "Oh, eee batik biru...? Bukannya itu mantan si adi vi? siapa sih... oh si yesi tuh anak kelas kita"
       "Nah, adi kan ketua konsumsi gak...?"
       "Iya emang kenapa vi...?"
       "Biarlah, si yesi sama adi flashback"
       "Bukan... bukan, belum pacaran tapi ini siapa yg suka ya? Adi apa yesi?"
       "Sama-sama suka palingan, aku kesana dululah dol, satu lagi tugas dirimu oke!"
       "Okelah..."

   Sementara ravi menuju kearah yesi, padol malah diam terbius ditempat yang ternyata ia lihat karin ada didepan beberapa meter didepannya. Satu hal, ia lupakan menyiapkan diri jika hal ini terjadi. Padol makan nervous, dia tak tahu apa yg harus ia lakukan. Apa yg harus ia katakan saja ia bingung, padahal karin berjalan semakin memangkas jarak antaranya dengan padol. Jika diberi kesempatan untuk lari pasti ia akan lari, tapi karin sudah didepan jarak nafas dalamnya.

       "Padol, kenapa bengong gitu..."
       "Eehh, karin eehh nggak kamu... kamu... kaa.. m.. uuu..."
       "Emang aku kenapa sih padol"
       "Ka.. m... uu... beda hari ini!"
       "Beda apanya sih, ihh kamu keringatan gitu sih..?"
       "Kamu beda karin, beda semuanya hari ini"
       "Iya iya udah dulu ya padol, mau ikut makan gak...?"
       "Udah kok"
       "Ya udah, aku pergi dulu ya padol"

   Polosnya padol ternyata selamat akan logikanya yg masih hidup tadi, ia masih mampu jujur namun dalam kesempatan sebenarnya ia sedikit merayu. Padol masih terbius dgn karin, dgn segala yg karin lakukan tadi seperti halnya sulap yg padol tak tahu bagaimana ia mendatangkan rasa yg tercipta dalam diri padol barusan.
   






Sabtu, 26 Oktober 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part4

   Sejenak padol pun berhenti untuk memikirkan karin lagi, karena ada sebuah hidangan spesial yg menyadarkannya tentang ilusi akan karinnya tadi. Soto semangkuk ini memang tak asing bagi padol, memang dia sering menjadi langganan dikantin si ayuk ini. Alasan ia menjadi langganan si ayuk karena ialah juru kunci pintu kucing andaikan ia terlalu menikmati mandi paginya hingga akhirnya terlambat. Makan padol agak lain hari ini, ia agak merasa ada kurang dari bumbu si ayuk seperti garam yg kurang atau kurang air kuahnya.
   Namun padol yg mungkin dari tadi memimpikan karin duduk disebelahnya membenarkan bahwa soto ini ada yg salah, ia coba rasakan lagi dan memang ada yg salah. Ternyata yg ia makan bukan soto, melainkan mi rebus -_-

       "Yuk! Tadi pesan soto bukan mi rebus ayuk...!!"
       "Iy emang itu soto yg ayuk kasih tadi padol...!!"
       "Nah jadi mi rebus tadi yg punya...?"
       "Huahaahuaaa makkkk, mi aku dimakan abg tu makk..."

   Ternyata mi tadi punya anak ayuk, gina yg sedang memakai kaos kaki dan anehnya gimana bisa fadol mengambil makanan yg bukan haknya? Padol terlalu dak sadar bahwa dirinya sedang ada dikantin sehingga salah ambil hak orang lain, sekarang adalah perkaranya ia harus menenangkan anak si ayuk yg terlanjur meraung menangis. Untungnya si ayuk cukup lihai mengambil hati si gina, hanya dengan sedikit makanan lagi yaitu risol.

        "Gina heeh, gak boleh nangis! Abang tadi cuman nyicip dikit mi gina ada racunnya apa gak, nah tambah risol makannya udah jangan nangis..."
        "huu.. huu... muka abang itu aja udah mirip racun ma, kenapa dia makan racub juga lagi maa... huhuu, aku sumpahin kau keracunan bang... huu"
        "Maap ya dek, udah biarlah abang keracunan asal adek gak keracunan"
        "Udah udah gina, iya abang ini udah keracunan dari tadi"

   Emang betul apa yg dikatakan si ayuk, padol sudah keracunan. Keracunan pikiran tentang karin sampai ia tak mampu lagi membedakan mana yg hak dan bukan haknya untuk dimakan, dan juga apa yg akan ia lakukan lagi setelah makan soto itu ia agak sulit untuk bayangkan. Apakah ia akan mendekat menuju karin atau tetap dalam kantin atau pulang atau kerja lagi? Ini memang betul-betul membingungkan...
   Sekarang sekeruh apapun kedepan ia harus tetap sejernih sekarang, ia harus habiskan soto itu karena dari tadi ia sangat keras bekerja. Agar tenaga dan energinya juga kambuh kembali, dan syukurnya anak si ayuk tadi sudah berhenti menangis hanya seharga risol, memang sih risolnya enak. Padol keliatannya sangat menikmati soto itu, sekali dilihat sepertinya memang ia sangat kelaparan sebenarnya.
   Cukup menghabiskan beberapa menit untuk padol menghabiskan soto itu, sambil menurunkan nasi padol berjalan mengambil remote tv dan menghidupkan tv kantin. Setelah mengacak-acak channel ia mampir dichannel yg aneh bagi orang seumurannya, global tv-spongebob -_- iya sih padol suka dgn spongebob sejak dulu dan saking terobsesinya, ia pernah mewarnai tubuhnya sampai kuning dgn pisang *drama* dan selalu menariknya hidungnya untuk menyamai hidung spongebob *sebenernya ngebersihin komedo*
   Namun sepertinya pilihan tentang menonton spongebob agak salah, anak tadi si gina malah stay on sebelah padol dan sepertinya episode yg sedang ia saksikan sudah berulang kali. Memang sekarang jika ada acara cukup tinggi ratingnya akan diputar seperti halnya bumi yg hanya berputar pada porosnya tanpa mengitari poros lainnya, atau memang bumi tugasnya hanya itu? Sebetulnya padol ingin menganti channel tersebut tapi si gina sudah terpaku sebenarnya-benarnya terpaku akan hal yg memang benar-benar anak kecil gemari yaitu kartun berlaga idiot.
   Ini sudah sangat menganggu mood padol, tak sanggup lagi ia melihat spongebob berjoget-joget koreografi seprti sabun cucian piring. Ia coba tukar ke channel lain perlahan memang gina tak sadar namun setelah beberapa saat gina meraung lagi dan ini sih agaknya memang kesalahan padol keseluruhannya, sampai-sampai kursi yg gina duduki ia tendang dan juga hampir mengenai posisi padol.

       "Maaakkk...!! Maaakkk...!!! Abg ni nakal nian makk, makk huaaahaahaahuahhaa"
       "Ndak gina, aduhh kita tukar kartun lain, eee... lebih seru pokoknya, bentar-bentar"
       "Huahaahaa tapi kartun apa huahaha huhuuu"
       "Iya-iya kita nonton dora..."
   
   Entah apa yg dipikirkan padol yg secara otomatis menyebut dora sebagai sasaran lainnya, padahal ia tahu bahwa kartun dora sudah hilang selama ini. Nah sekarang bagaimana padol harus mencari kemana channel tv yg menanyangkan kartun dora? Jujur dia bingung, sementara gina sangat setia melihat padol mengacak-acak channel dari tadi. Sudah hampir habis channel yg ia kenal namun tak ada juga yg namanya dora keluar, dan channel terakhir pun yg ia lihat tak juga melihatkan tanda-tanda adanya dora akan keluar.

       "Abg mana doranya? Lama amat sih...?"
       "Bentar, kayaknya lagi iklan ni gina..."
       "Cepatlah abang, agek aku kadu mak aku lagi kau bang...!"
       "Ih dikit-dikit ngadu ke mak, dasar anak kecil..."
       "Huaaahuuhuuaaa maakkk abang buto ijo ni jahat nian makk... maakk... huaahuuhuuaaa"

   Inilah kesalahan mendasar padol, mengapa ia harus berdebat dgn anak kecil dan untungnnya pun kelihatannya malah jadi kesengsaraan baginya. Padol hanya kesal saja melihat gina ini yg sedikit-sedikit menangis, apa harus ia lari keluar dari kantin? Sepertinya lari merupakan pilihan terbaik saat itu, ketika si ayuk sedang tidak didepan melainkan si ayuk ada dibelakang. Ya sudah, tanpa perlu pemanasan ia pun berlari keluar tanpa ada rasa bersalah telah membuat dosa pagi itu.
   Dia juga kaget, setelah ia keluar ternyata orang sudah cukup banyak datang. Para tamu telah hadir semua, sepertinya acara akan dimulai. MC telah naik diatas panggung dan berdiri sejajar dgn mikrofon, semua bangku keliatannya sudah mulai terlihat terisi. Padol melihat area sekitar, mencari kedudukan kordinat yg sesuai untuk mengatur jarak dari penglihatan karin. Ia ingin melihat karin sepenuhnya hari itu tanpa karin sadari, dan terlihat ada bangku yg pas untuk misinya itu.
   Jaraknya sekitar sepuluh meter, dan terlihat juga karin sedang sibuk dgn teman-temannya dan hanya saja ia agak sedikit diam dan merenggut. Tak biasanya karin diam seperti itu, dan padol memiliki pandangan ada sesuatu yg harus diselesaikan. Tapi bagaimana caranya ia untuk menanyakan apa hal yg terjadi pada karin, ia juga tak mungkin duduk disebelah karin namun bisa jadi sih ia kesana dan duduk sebelah karin dan dilanjutkan dgn pertanyaan mengapa dan apa yg terjadi dgn karin?
   Padol masih belum bernyali untuk melakukan hal seperti ide tadi, dia masih terlalu lugu untuk berdekatan dgn cara seperti itu. Terakhir kali ia bicara seperti itu dia keringat dingin sampai semua badannya seperti mengigil malaria, paling cara terampuh selama ini ia lakukan hanyalah sms atau bbm. Nah itu dia! sms, dia tahu caranya dan juga karin sedang terlihat memegang hpnya. Oke dia ketik sms seperti biasanya...
   "Pagi Karin, knp mukanya gitu sih...? Padahal kan ini farewell, gak bole gitulah" dan oke sms terkirim, ini siapa sih yg malu apa si padol atau bagaimana? Jarak kurang lebih sepuluh meter ia bisa temui langsung malah sms, masalahnya sekarang adalah ternyata sms tadi tak terkirim dan padol mencoba untuk mengirimnya berulang waktu namun tetap sms tak direstui untuk terkirim.
   Padol ingat yg terjadi semalam, hapenya hilang seperti kemalingan dan ternyata setelah ia cari kemana-mana dipinjem ibunya nelpon saudaranya yg akan nikah minggu depan. Coba padol ingat sisa pulsa terakhirnya dan ia pikir untuk sms pasti masih tersisa, untuk pemastian itu ia pun meng-cek pulsanya dgn mengunakan *815# *maklum, operator luar negeri, tepatnya timor leste* Ternyata pulsanya sakarul maut, sekitar puluhan rupiah yg tersisa dan gagal juga usaha padol kali itu...

  

Kamis, 24 Oktober 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part3

   Disudut sepi pinggiran labor, padol mengambil acara untuk beristirahat dgn tubuhnya sejenak. Sebenarnya juga agak berusaha bersembunyi untuk pemanggilan tugas lagi oleh hotpin yg memang dari tadi dibuat sibuk dgn tittle ketua panitianya, semua sepertinya harus ia harus kendalikan. Padahal seharusnya ia hanya bersantai lega disebuah kursi atau mengendalikan semua itu? Memang agak sulit untuk membiarkan acara tanpa ada seseorang seperti hotpin yg memang terlihat sudah mempuni untuk mengendalikan itu semua, haha mungkin memang takdirnya untuk memimpin.
   Sementara adi yg dari tadi berduaan dgn motornya akhirnya harus berpindah hati ke bagian ruangan konsumsi, mengatur bagian ini membuat lendir terus mencerna liur kawan apalagi adi memang belum sarapan nampaknya. Dgn sedikit acting ia manipulasi pikiran anggotanya, ia tipu dgn nian hanya mencicip kurang 2kue dan ternyata lebih dari 5kue. Ternyata tak sampai disitu, berlanjut sampai hampir beberapa puluh belasan kue, namun ia lupa akan satu hal akibat ini semua.
   Kalau ada makan, pasti ada minum. Ini yg ia lupakan untuk dibeli oleh padol tadi, seketika muka adi berkerut berubah masam. Serasa tak mungkin lagi ia akan menitah perintah lagi kepada padol yg hampir pingsan membawa snack sebanyak tadi, namun siapa lagi orang harus ia suruh kalau tidak padol? Ya mungkin tak ada lagi pilihan terakhir selain anak itu

       "Padol, ada yg lupa nah... Kita gak ada minum untuk tamu, bisa kan beli?"
       "Bos cari anggota lain ya bos, jujur letih ampun nah..."
       "Kalau minuman berapa ya harganya sekardus, yaa gelasan gitu berapa?"
       "Paling 20rb bos..."
       "Beli 2kardus nah, ni 50rb"
       "Ahh.. 10rb mana mempan bos boss..."
       "60rb nah, dah cabut sekarang!"

   Dgn sekilat petir padol tegak menyambar uang yg ada ditangan kanan adi, lalu lari keluar sekolah mencari toserba ato toko apapun yg menyediakan 2kardusan minuman mineral, ia ingat depan smanya ada toko agak besaran dikit dari toserba dan coba ia kesana, masalahnya sekarang bukan motor adi yg mogok lagi ataupun jarak ke toko tersebut jutaan kilo centimeter. Tapi, bagaimana ia keluar dari area sekolahan yang mana pintu depan sudah dikunci atau bisa dikatakan begitu karena akses untuk sudah tak bisa lagi. Bayangkan saja dari awal pagi hanya ada motor yg masuk area perpisahan dan sudah terbayang di padol itu tak mungkin dilalui.
   Atau mungkin dia melompati pagar lagi seperti halnya ia melompati pagar sewaktu ia terlambat kemarin, ia terpaksa lompat karena hanya ulangan mtk yg sudah mulai pagi itu. Mungkin jika ulangan mtk saat itu dia lebih memilih pulang atau nangis minta satpam membukakan pagar untuknya, atau kemanalah gitu yg penting ia bisa menghabiskan sisa hari itu. Oke, padol dapat cara yg mungkin sedikit mudahan yaitu lewat pintu belakang deket kantin mas. Mungkin cuma itu cara yg tersisa baginya, atau dia harus melayangkan uang 20rb yg akan dia dapat. Lumayan 20rb bisa burger atau sekedar beli parfum? haha...

       "Mas numpang lewat pintu kucing, mau beli air mineral gelasan..."
       "Siapa nyuruh...? Mau pulang kau hah?"
       "Itu mas untuk minuman tamu nggak ada, sumpah kesambar kuah gulai mas gak bakalan pulang"
       "Iya tapi yg suruh kau beli minuman itu siapa tutup kecap...?"
       "Ituuu... ibu sapa sih namanya yg ngajar anak kelas... ahh lupa kenalan tadi mas jujur..."
       "Sapa dulu baru boleh lewat"
       "Mas ini boleh lewat gak sih susah amat mirip nyambung ekor cicak aja sih, itu yg nyuruh ibu guru"
       "Eh cicak hangus! namanya yg aku tanya!"
       "YaAllah mas, itu ibuknya, ituhh liat? namanya ibuk Misrita... udah udah, kasih jalanlah mau jalan juga ini nah, waktuu waktuu..."
       "Cepetan dikit kau, buat kerjaan bener-bener gak ada gunanya"

   Lolos juga padol dari masalah terkaman apalah tadi, sekarang ia harus memutar cukup jauh toko depan tadi. Dia telah menetapkan untuk berjalan saja dari pada kurang-kurang gak jelas, lagian cuman keringat ya keringat kan sehat juga coy. Ditoko tertuju ternyata memang ada minuman gelasan tadi, dan ternyata harganya juga 18rb, ya untung 4rb padol. Namun, perkaranya mungkinkah ia bawa 2dus sekali angkut? tak ada pilihan lain selain dirinya membawa satu persatu.
   Diawali dgn 1kardus, ternyata susah juga membawanya ke sma lagi dan ini susah sekali harus menyebrang jalan pula. Hampir sampai padol dekat pintu kucing tadi yg ia lewati, dan ternyata terkunci. Tapi ia tak habis pikir, ia letakkan dulu dus itu dekat pintu dan pergi mengambil satu kardus lainnya dan singkat cerita ia telah membawa 2dus didepan pintu kucing tadi namun pintu belum bisa dibuka juga.

       "Mas buka mas, ada pesanan dateng..."
       "Alah cicak hangus! masuk cepat, sini aku bawakan satu!"
       "Baik amat mas...?"
       "Soalnya kalau ibuk Misrita liat saya bawa-bawa atau bantu-bantu apalah ntar kantin saya direhab"
       "Waaa... akalan baik ternyata masih ada juga ya maunya, dasar! udah bawa-bawa nah kedepan ruangan itu, hati-hati"
        "Jangan sok ngatur kau cicak ijo!"

   Selesailah tugas padol lainnya, ya walau sangat memberatkan namun dgn 24rb ditangan gak ada capek-capkenya. Selanjutnya ia masuk kekantin mas tadi untuk sekedar makan semangkok soto, sekalian sarapan juga sih...

       "Yuk, soto mana soto? masak mangkok aja ni...?"
       "Tunggu dulu, kau ini! datang-datang nanya soto bukannya nanya kabarku"
       "Alah yuk yuk... kabar ayuk kalau gak baik ya buruk, betul gak? nah terus kalau udah tahu jawabannya tadi kenapa harus nanya-nanya lagi? udah soto satu cepet!"
       "Ini anak, sotonya kapan? sekarang...?''
       "Pas pemilu 2014 ajalah, ya sekaranglah ayuk -_-"
       "Jelas-jelaslah makanya ngomong tuhh"
       "Eh cepatlah yuk lapar nahh"

   Sambil menunggu soto pesanannya rampung, padol teringat akan satu hal yaitu karin. Dari tadi ia sibuk dan melupakan bahwa sasarannya hari ini karin, eh dia juga lupa bayar minuman yg ia beli tadi *ini becanda* Keluarlah ia sebentar untuk melihat keadaan sma sekitar dan ternyata agak sepi, memang jam baru memunculkan pukul  delapan lebih belasan menit. Maklum mungkin cewek butuh proses agak lama untuk make up hari itu, mungkin juga dengan cowoknya? Bisa jadi kan,
  

       "Oiii ni soto nah, cepatlah keburu dingin ntaran..."
       "Ntar yuk, lagi liat lapangan..."
       "Kurang gawean kau? dakkan lari lapangan tu dak"

  Crush! Ini menstop logika padol... Ia terhenti memberi pandangannya kepada sisi lapangan, ternyata lapangan yg ia maksud adalah karin. Apakah betul kata ayuk kantin yg mengatakan bahwa lapangan takkan lari? Bagaimana kalau karin nanti lari jauh dan meninggalkan penginjak aslinya yaitu padol? Tapi padol hanya terhenyak entah, lalu merenung untuk sesaat dan sesaat itu pula tepukan kaget dari ayuk kantin menepuknya dari belakang

       "Soto kau basi udahan, melamun manjang gawean anak muda!"
       "Aduh yuk untuk dak keluar biji mata ni yuk, yaAllah ayuk"
       "Sudahlah, kalau memang lapangan tu dak sanggup kau kuasai seluruh sudut dan garis lapangan tu, ya udahlah cari lapangan lain untuk kau kuasai"
       "Apasih yuk, lapangan itu yg aku lihat dari tadi yg terbaik yuk... Gimana mau cari yg lain lagi?"
       "Apa yg kita pikirkan belum tentu betul! udahlah soto tu lah basi kau tinggalin...!"
  
   Mungkin betul kata ayuk kantin ini, apa yg kita pikir itu yg terbaik belum tentu benar. Mungkin ada yg terbaik diluar sana namun kita tak menyadarinya atau bahkan kita acuhkan atau pula kita tak mau mencarinya? Bagaimana pun? kita hanya manusia sebagai perancang sketsa, ada Tuhan yg akan menilai apakah sket yg kita buat ini terbaik untuk kita kedepan???

Minggu, 20 Oktober 2013

PeDekate tapi LDR #part2

   Dibagikanlah kupon penghidupan untuk para anak kelas 1 tadi, kupon penyelamatan untuk lapar siang mereka. Melelahkan untuk padol mencari kumpulan ekor junior yg rada malu kepayang dari tadi, namun memang itulah yg harus ia kerjakan. Belum selesai padol berjalan kembali ke spot para panitia yg telah ditentukan ada suara teriakan yg menganggu telinganya, suara ini lebih penting dibandingkan suara orang yg menjerit kehilangan dompet !

       "Padol...! Tunggu, snack kita belum sampai, toko belum buka ! Pinjam uang semua panitia, kita beli seadanya dulu, cepatt...!" Teriak lantang Adi, ketua konsumsi dalam kepanikan memang keliatannya...
       "Ok boss...!"

    Lari dengan langkah terhela padol pun berteriak meminta para panitia mengumpulkan uang seadanya untuk konsumsi seadanya pula yg nanti ia akan beli, urusannya bukan mengumpukan uang atau mengumpulkan panitia tapi uang panitia agak susah untuk ditarik

       "Cepatlah, seadanya keluarin kita darurat siaga empat...! Dari pada Hotpin nyayok lagi, cepat" memang padol pintar dalam mendesak orang atau mendesak orang melahirkan?
       "Kumpulkan dikardus minuman tu nah, cepat cepat"
   
   Setelah uang terkumpul ternyata semua yg memberi menganggap itu hanya sumbangan ala kadarnya, semua dalam kardus hanya uang lusuh seribu dua ribu. Tapi untungnya uang bisa mencapai hitungan dua ratus ribuan, karena tombokan padol 200 ribuan, semua yg terkumpul sebenarnya hanya 36 ribu. Ternyata banyak panitia yg tidak di spot panitia, dari pada bingung padol pun dgn segera menghadap adi.

       "Cepat kita ke toko yg bukak, yg penting rombongan tamu yg gak penting itu kena sedikit dari pada gak ada... Motor ada dimana dol?"
       "Itu dia masalah lanjutannya di, motor ada kunci gak ada"
       "Hais! motor aku ada nah, cepet ke parkiran depan"

   Satu hal yg meragukan padol, motor adi kadang bertingkah. Ini bisa dilihat dari adi yg sering terlambat datang masuk, alesannya monoton dan selalu itu saja padol pikir, Motornya bertingkah kegatelan, motornya selalu ingin disentuh dulu gusi atau apapun agar mau hidup. Kadang pula adi harus mendorong agar motornya mau hidup, tapi biarlah asal acara ini tetap "hidup" maka padol mengamini saran adi.

   Betul, motor adi bertingkah dan ini sangat menjengkelkan bagi fisik padol. Ia harus mendorong sambil berlari sekencang mungkin lalu menolak pantat motor, sementara adi ada diatas motor dan susah pula dibedakan waktu itu apa adi ini mengendalikan starting gas motornya atau pelanggan becak padol ? Sekitar beberapa menit dorong-dorongan akhirnya motor pun hidup kembali, dan keringat padol mulai berlahiran.

   Jarak yg akan ditempuh motor ini juga meragukan, motor yg hidupnya susah pasti akan menjalani hidupnya yg susah pula. Dan apa yg  logika padol dapat akhirnya menjadi nyata, ditengah perjalanan pula motor itu berhenti layaknya kehilangan nafasnya untuk berjalan. Adi yg sudah terbiasa menghadapi tingkah motornya itu hanya mengumpalkan ekspresi datar, namun lain hal dgn padol, ekspresinya seperti anak kecil yg akan menghadapi sunatannya.

       "Arrrgghh...! Harusnya motor ni masuk museum ajalah, baru juga jarak seratus meteran udah betingkah lagi, udah aku naik ojeklah. Besok beli becak ajalah kau di, sama aja harus didorong dulu... Ojek !!"
       "Jangan dihina ni motor,  dari buyut sampai ayahku pakek ni motor. Kan katanya warisan harus digunakan"
       "Warisan sih warisan, tapi kalo gini sama aja kau melihara buyut kau di... Sama-sama tua, juga nyusahin.."

   Lalu ojek menghampiri padol, dan mereka bergegas pergi ketoko snack mana yg bukak saja dulu. Urusan lain nantilah pikir padol, ia pun bingung harus kemana ia pergi. Kearah pasar baru atau pasar ikan?

       "Kemana kita dek? Rapi bener? Kondangan mana ni?"
       "Toko snack pak, bukan kondangan -_- eh toko snack yg mantep dimana ya pak?"
       "Mau yg seribu dapet dua atau dua ribu dapet tiga atau gimana ini dek?"
       "Haduh pak, bukan snack untuk anak TK bapak... Snack untuk tamu penting gituu"
       "Ohhh, bapak tau dek... Mau kesitu?"
       "Ok pak, kesana aja cepet pak"

   Entah dimana alamatnya padol pun tak dijelaskan, tapi ya sudahlah yg penting ia dapet snack untuk pagi ini saja dulu. Berkebutanlah mereka dgn waktu, agak memakan waktu memang namun akhirnya padol sampai ditempat yg bapak ojek tadi maksudkan. Tempatnya memang kurang dikenal, tapi padol pernah datang disini sebelumnya. Ia ingat-ingat dan ternyata ini toko tetangga sebelah kiri rumahnya...

  Tanpa pikir panjang padol langsung masuk kedalam sasaran dan melihat semuanya telah tersedia dari kue ijo, gorengan dan apapun itu. Lalu terlihat sesosok bayangan mengambang dari kasir,

       "Selamat pagi pelanggan pembawa hoki, mau yg mana nih? Kue ijo beserta lelehan kelapa didalamnya atau...."
       "Bapak stop, saya kesini bukan untuk dengerin bapak promosi bahan tapi tolong uang saya ada 236 ribu dapet aja ni?"
       "HOKI ! HOKI ! Pagi-pagi sudah kedatengan Sukarno-Hatta beserta 36 yang lain, oke adek kami bisa memberikan yg terbaik...."
      "Bapakkk, cepet bungkus ajalah...."
      '"Oke ! Silahkan tunggu diruang tunggu, sebelah kanan ini yaa"

   Ruang tunggu yg dimaksukan hanyalah kursi usang, memang jika dilihat toko bapak ini sedikit tua...
   Agak 10 menitan bapak tadi datang dan menyodorkan pesanan padol tadi...

       "Ini nak HOKI..."
       "Cukup pak, ini uangnya pak. Terima kasih banyak bapak, salam HOKI !!"

   Selesailah padol dengan urusan ini dan tinggal kembali ke SMA lagi, naik ojek lagi dan tak lupa dibayar sampailah padol lagi. Ini sudah sangat menyiksa padol rasanya, dan dilihatnya adi juga sama susahnya menahan perasaan dicaci maki hotpin yg menganggap kerja adi kurang, tapi setibanya padol semua berubah

       "Bos ini snacknya, semuanya 236 bos..."
       "Mantap padol ! Nah coba kau lihat kerja padol, luar biasa ini yg harusnya jadi ketua... Bawa ini keruangan itu dan sajikan ketamu nyusahin itu, ini ganti uang kamu, ambil ajalah kembaliannya"

   Hoki bagi padol karena uang yg dikembalikan hotpin lebih 4ribuan sih cuman, namun ini sudah untung bagi padol. Berkebutanlah lagi mereka dgn waktu untuk menyajikan snack tadi untuk para tamu undangan,

Jumat, 18 Oktober 2013

Example of a simple book review

1 . identity Books

    
Title : Art in the Light of Islam

    
Author: Abdurrahman Al Baghadi

    
Publisher : Gema Insani Press

    
Thick Book : 104 Pages

    
Prints : First
2 . Book overview :

    
Since the fall of political and Islamic civilization that occurred in the nineteenth century AD , the West has political influence and people Islam.Ciri typical Western civilization is secularism , culture and customs separate nation with this agama.Pertumbuhan occurs through alkuturasi Western culture with Islamic culture .

     
The fall of Islamic civilization and culture today dialkuturisasikan between Western culture and Islam which led to secularism Islam.Akibat - world consequences as follows :
1 . Culture is applied in the Islamic world now has a fairly polluted pretty badly .
2 . Muslims societies have moved away from the conception of Muslims based on aqidah .


Encyclopedia of Art in Indonesia is : Incarnation of exquisite taste embodied in the human soul . There are 3 branches of art :
1 . Art Music : art -related field of musical instruments and rhythm that comes out of the instrument .
2 . Hearing art : art that uses sound field as a medium of explication .
3 . Dance : Art work the body in rhythm with the music.
Many authors argue that singing is haram , while the texts and traditions say the law is permissible to sing . In this book, the conclusion is permissible or allowed , but if there is unlawful lyric in the song that plunge men into immorality .
But there are some scholars , texts , and traditions that express the law says and hear women singing in front of people is unlawful.

        
On the grounds that the woman's voice as the voice of women must be covered by some scholars is that the nakedness must be covered . But only God knows this man .

      
But , if the genitalia . Why One day SAW Rasullullah never allow two female slaves singing . He was willing to talk with her ​​before moving .

       
It can be concluded that we should listen to women singing but the song lyric no human element to the word that plunged toward disobedience .

       
While the art of dance , according to Imam Al Ghazali says singing and dancing may well be . Karna , once Ali Bin Abi Talib called tiptoe dancing pleasure .

       
But , it can be concluded dancing legal permissible if the elements of dance movement pengumbaran no genitalia and no mixing of men and women in the dance.
4 . Excess :
This book is good and suitable to add to our knowledge of Islamic law on art . So we as Muslims are not wrong in law in interpreting the arts in view of Islam .
5 . Disadvantages :
This book is less mengarap graphic arts , and the few who escaped the editing writing author .
And , this book still use paper that is still blurry and dark .
6 . Replies :
This book is worth memeng owned by all people because this book teaches us to avoid and evade the arts that will plunge us disobedience .

Free Essay : Don't Give up BROTHER !

Actually what you guys think of my friends? Among my age who is widely thought remajaan looking for a boyfriend, I actually sometimes too. While this is also often thought about this problem, it does own the boring facts. If you mean by itself was a problem, well here's the thing.

    Like this, some people memasalahkan their solitude and you do not trust? Please check your homesite while facebook and tweets Sunday night, all the people who themselves would question why anyone satnite road when it pleased. For myself it was a week night better myself, why?

    Well, imagine the frugal side and the side of your freedom. Oil saving, saving money and freedom that whatever you want you can make happen every week. Many students dream of free of duty, and this week you can eve of DUTY FREE!!!

Kamis, 17 Oktober 2013

PeDekate tapi LDR #part1

   Perpisahan memang tercipta untuk semua manusia, tanpa terkecuali Padol. Setelah kakak kelas yg ia targetkan selama ini harus pergi untuk kuliah ke Provinsi lain, dan moment terakhir ia bersama kakak kelas itu saat diperpisahan SMA. Disana ia melihat sosok karin yg sebenarnya ia inginkan, cantik didalam kesederhanaan batik emas yg memukau dengan kemilau dan padol hanya bisa menyaksikan dari kejauhan ya sekitar 5 meter. Padol hanya terpukau membeku melihat apa yg ia lihat.

       "Knplah baru sekarang karin tampil secantik ini..."

 Karena pernah ada yang bilang semua akan terasa indah saat akhir-akhir carita *lihat sinetron*. Tapi, ini bukan cerita akhir dari mereka berdua. Melainkan awal yg akan menekan habis-habisan padol dalam keadaan yg terpisah jauhnya, tapi juga Padol telah bertekad untuk membuktikan kebulatan kesetiaannya hanya untuk karin seorang *Mulai melebai*
   Dari perpisahan itu, barulah Padol sadar suatu kesalahanya, mengapa tak sedari dulu ia perjuangkan masa-masa pendekatan ini. Mengapa baru 2 malam ini ia beranikan dirinya untuk mengatakan, bahwa rasa yang ia miliki hanya ada karin untuk memiliki itu. Diperpisahan itu ia hanya melihat melihat karin dari jarak yang aman.
   Mungkin memang waktu yg hanya bisa membuktikan bahwa memang apa yg dirasakan padol ini benar, adanya jika karinlah yg ia inginkan selama ini. Akhirnya padol tersadar juga dari lamunannya yg sangat membuatnya terbang karena suara bentakan ketua panitia untuk memintanya melakukan sesuatu.

       "Melamun be Padol...! Banyak orang belum dapat kupon coy...! Bagikan kupon didalam tu !" suara bentakan ketua panitia Hotpin, melihat Padol yg dari tadi terdiam.
       "Oke bos ! mana yg belum disuap kupon...?" padol mengiyakan titas hotpin
       "Kelas satu semua belum, mirip anak ayam dari tadi. Cepat bagi, hancur acara! makanan snack untuk hari ini belum sampai..."
       "Snack gak ada kupon mau dibagi juga bos? pas orang mau nuker balik ni kupon mau dikasih apa bos? angin? debu?" pertanyaan paling freak disaat situasi seperti ini
       "Eh cucian loundry ! bagikan aja dululah, ntaran tiba juga snacknya" hardik hotpin

   Muka kurang iklas dibentuk oleh padol, harus bagi-bagi kupon kesemua anak ayam *eh, anak kelas satu*. Sebenarnya padol menunggu karin sejak tadi untuk menegurnya atau setidaknya melayangkan senyum meriah agar ia semangat untuk menjalani hari itu.
   Dengan membawa seongok kupon dalam kantong hitam, mulailah ia membagi-bagikan kupon "selamat makan siang" untuk para kelas 1. Kepusingan padol mulai bermunculan, ia sulit mencari muka-muka anak kelas 1 karena adanya yg ia temukan hanya wajah prematur tapi jengot telah tertanam hitam. Ternyata ia sadar bahwa ia ada dikalangan anak kelas 3 yang ia anggap semua mirip kuli bangunan depan sekolah, rata dengan kumis.
     
       "Bang, rombongan kelas 1 dimana ya bang...?" bingung padol
       "Ndak tahu abang, emang kau bagi-bagi apa...?" timpal simuka tua kelas 3 itu
       "Bagi kupon bg" debat padol
       "Kurban masih lama coy, emang orang mana yg kurban...?" tambah aneh raut padol
       "Bukan... bukan bang, kupon untuk makan ntar siang bang..." sejelas mungkin padol mencoba melerai pertanyaan abang-abang tua itu
       "Ohh.... Jelasin betul-betul makanya !" Wajah tukang kepo memang terlihat dari abang tersebut
       "Abang juga sotoylah..." Hina padol
       "Asuu.. dahlah, pulang kau sana...!"

   Dengan usiran kasar nan kepo para abang-abang tadi, padol berjalan menyusuri setiap seluruh sudut sma. Akhirnya ia menemukan kumpulan kelas satu yg sedang bersiap kelapangan, mereka ternyata dikelas masing-masing karena sebagian masih segan dan malu untuk bergumul dalam kumpulan senior-seniornya, setidaknya ini yg terjadi.

       "Nah kupon untuk ntar siang..."
       "YaAllah abang, terimakasih abang.. ini untuk kami semua kan bang...?"
       "Enak perutmu coy, yang ada kalau kau makan ni semua kupon kau daire!"
       "Bukan kupon juga kalii bg yg kami makan"
       "Maksud abang juga bukan kupon boy! tapi semua snack basi nii...!!"
       "Basi bang...? Jadi kami bayar mahal-mahal cuman untuk makan snack basi ini bang...? Ambil bang, bawa pulang lagi bang, makasih sebelumnya bang"
       "Pakek otak cupu! basi artinya mainstream...!!"
       "Main apa bang...?"
       "Pakek kuping dengar orang ngomong cupu...!"
       "Tadi abang bilang pakek otak gak sih...?"
       "Asuu... dahlah, bagikan ni kupon kesemua kelasmu !''
       "Tapi kami dak mau dituntut kalau ada orang yang keracunan nanti bg, kami masih mau sekolah, kami masih muda untuk masuk penjara bang"
       "Bocah! Santai! yang ada juga sekolah yg dituntut kalau ada yg keracunan, bukan kau bocah cupu...!



Selasa, 15 Oktober 2013

Ini yang aku lakukan saat menunggumu pulang :) #part 2

  Akhirnya part2 released :D oke, kamu pulang dan aku kerumah :D
  Entah harus bagaimana mengungkapkannya, kalau bisa kerumah kamu
  Ini malam kedua aku kerumah dan serasa disuntik impus, 7x suntikkan mungkin :D
  Dan malam itu, kamu tampil dgn apa yg aku inginkan selama ini. Cantik yg kau padu dalam kesederhaan, ini mungkin lain dibandingkan yg lain yg menginginkan cantik itu harus elegan *nggak ngomong syahrini* Tapi cantik itu cukup ditampilkan natural tanpa bedak atopun make up lainnya. Hey! Thanks brownis pinknya, ahaha :D

   Dan tahukah dikau hai pembaca yg bisa saja sedang mengantuk membaca ini, sebelum kerumah malam itu. Lillahitaa'ala aku ke wc 3kali dalam 30 menit cuman buat ngaca :D dan sebenernya di wc juga aku nyiapin materi, ntah materi apa tapi itu udah keren nian sumpah :D kerennya cuman dalem wc sambil ngoceh mirip orang gila dikaca. Oke, i've great for tonight!

   Dijalan, ampun deg degan mirip mau disunat...
   "Nanti materinya kesampean gak yaa... eee, grogi nggak yaa, eee, ntar ayahnya gimana..."ini baru sedikit dialog deg degannya, kalo ditulis kelar sampe subuh haha !"

   Oke tiba disimpang, yg paling aku perhatiin faktanya ni, simpang 3 dirumahmu nggak ada lampunya sampe malam itu. Juga aku nemu fakta dan ini betul adanya, takbiran idul adha nggak ada pakek kembang api ato mercon ,sadar gak? Haha, dan faktanya malam itu cukup sejuk suhunya bagi kita. Awal aja aku udah berani masuk tanpa harus gagap-gagapan ngaca di spion lagi, ehehe *alay*

   Sebenernya awal materi itu udah kena, tapi liat modul dan tugas setebel itu lupa jadinya -_- asli mikirnya pusing, dan pas kamu bilang bisa tidur jam 2 yang aku pikir kamu sanggup apa? Dulukan kuatnya jam 12an ato jam berapa gitu tapi ini yaAllah tuhan mintak lampu gelap. Gak kebayang kami, *capek bahasa baku kak*

   Tapi lupa begitu aja kak, sumpah blank geliat semua apa yang akak jalanin. Jujur dengar laptop akak jatuh gitu, kami jadi mikir apa kakak kurang puas jatuhin diri waktu di sma? masak laptop juga dibanting, apa pelampiasan? *gak ini bercanda* Tapi yg benernya kakak kenapa? Apa dipadang segitu amat mikir kuliahnya sampe lupa bawak laptop terus ngebuang laptop segitu mudahnya. Sejujurnya kami bilang dalam hati

   "Untung yg jatuh laptop, coba dia sendiri yg jatuh! pasti aku tangkap!" ehehe, ini lebay :D

   Jadi begitulah sampai keluar juga kue yg dari kemaren pamernya cuman disms, dan itu pun suruhan ayah. Hah, emang ini orang nggak pernah diapelin malam-malam kali ya. Lima potong brownis dan segelas air murni *air putih pembacaannya* disuguhkan, sumpah itu baru pertama kali dilayanin segitu high class pas jadi tamu,. Biasanya sih datang namu kerumah orang malah gak dikasih apa-apa dan dibilang "Belum ada uang nak.." *emang namu nagih kreditan buk, haha!

   Ini sekilas bedanya kak, dengan part1 yang semuanya kata-kata pujangga. Emang, karena waktu itu nulisnya suasana melow, tapi pas nulis ini pengen kakak jadi enjoy baca ini dan pas nulis ini pun sebenernya racun yang kakak kasih dalam brownis itu sampe sekarang jadi orang gila dirumah. Tahu gak pas baru pulang kemaren ditanyain gini

   "Dari mano do..?" ini ibu yang nanya
   "Biasolah, rumah cewek" gaya beku *cool*
   "L--..?" maap kak disensor nama mantan, ibu nanya lagi
   "YaAllah ngapoin lagi kesitu -_- tapi yg penting dio orang padang" ibuk terlalu kepo, terus dijawab lagi
   "Tapi L--kan orang padang?" terus ditekan mirip adonan donat ditekan-tekan
   "A.. sudahlah" selesai masuk kamarlah kami

    Dikamar kami senyum-senyum mirip orang sakaw, goyang-goyang mirip lulus ujian ato apalah gitu. Sampe dak tepikir pengen begadang lagi, emang ngantuk juga sih tapi yang paling kami syukurin brownis itu kak. Knp kami makan sepotong kak? alasannya simple, pas nanti pasti kepengen lagi dan intinya buat kangenlah gitu rasanya juga dak cepet lupa gitu kak... Oke sekian dulu  kak, mau tahu materi kami yg kelupaan tuh? tunggu part 3, bye kak ^^

Contoh Resensi Buku SMP dan SMA


1.   Identitas Buku
    Judul            : Seni Dalam Pandangan Islam
    Penulis         : Abdurrahman Al Baghadi
    Penerbit       : Gema Insani Press
    Tebal Buku  : 104 Halaman
    Cetakan        : Pertama


2.   Ikhtisar Buku :
    Sejak kejatuhan politik dan peradaban Islam yang terjadi pada abad XIX Masehi, politik Barat telah mempengaruhi dan menguasai umat Islam.Ciri khas peradaban Barat adalah sekulerisme, memisahkan kebudayaan dan adat istiadat bangsa dengan agama.Pertumbuhan ini terjadi melalui alkuturasi kebudayaan Barat dengan kebudayaan Islam.
     Jatuhnya peradaban dan kebudayaan Islam sekarang ini dialkuturisasikan antara kebudayaan Barat dengan Islam yang membuahkan sekulerisme dunia Islam.Akibat-akibat yang ditimbulkan sebagai berikut:
1.   Kebudayaan yang diterapkan di dunia Islam sekarang telah cukup tercemar cukup parah.
2.   masyarakat kaum muslimin telah menjauhi konsepsi umat islam yang berdasar aqidah.
 
Seni dalam Ensiklopedi Indonesia adalah: Penjelmaan dari rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia. Ada 3 cabang seni :
1.   Seni Musik: Bidang seni yang berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat musik tersebut.
2.   Seni Pendengaran: Bidang seni yang mengunakan suara sebagai medium pengutaraan.
3.   Seni Tari: Seni mengerakkan tubuh secara berirama dengan irama musik.

Banyak pengarang berpendapat bahwa bernyanyi adalah haram hukumnya, sedangkan nash-nash dan hadis mengatakan hukum bernyayi adalah mubah. Dalam buku ini kesimpulannya adalah mubah atau diperbolehkan, tetapi haram hukumnya jika ada syair dalam lagu yang menjerumuskan manusia kedalam kemaksiatan.

Tetapi ada beberapa ulama,nash-nash, dan hadis yang mengatakan dan mengutarakan hukum mendengar perempuan bernyanyi didepan orang banyak haram hukumnya.
        Dengan alasan bahwa suara perempuan harus ditutupi karena suara perempuan menurut beberapa ulama adalah aurat yang harus ditutupi. Tapi hanya Allah seorang yang mengetahui hal ini. 
      Tapi, jika aurat. Mengapa suatu hari Rasullullah SAW pernah memperbolehkan dua wanita budak bernyanyi. Beliau pun bersedia berbicara dengan wanita sebelum hijrah.
       Dapat disimpulkan bahwa kita boleh mendengarkan wanita bernyanyi tapi syair lagu tersebut tidak ada unsur kata yang menjerumuskan manusia kepada arah kemaksiatan.
       Sedangkan seni tari,menurut Imam Al Ghazali mengatakan bernyanyi boleh dan menari juga boleh. Karna, pernah Ali Bin Abi Thalib berjinjit kesenangan yang disebutnya menari.
       Tapi, dapat disimpulkan menari hukumnya mubah jika dalam unsur gerakan tari tidak ada pengumbaran aurat dan tak ada bercampurnya lelaki dan wanita dalam tarian tersebut.

4.   Kelebihan :
Buku ini bagus dan cocok untuk menambah pengetahuan kita tentang hukum Islam tentang seni. Sehingga kita sebagai umat islam tidak salah sangka dalam dalam mengartikan hukum seni-seni dalam pandangan islam. 



5.   Kekurangan :
Buku ini kurang mengarap seni grafis, dan adanya beberapa tulisan yang luput dari penyuntingan penulis.
Dan, buku ini masih mengunakan kertas yang masih buram dan gelap.

6.   Tanggapan :
Buku ini memeng layak dimiliki oleh semua kalangan karena buku ini mengajarkan kita agar terhindar dan menghindari seni-seni yang akan menjerumuskan kita kemaksiatan.