Entri Populer

Sabtu, 26 Oktober 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part4

   Sejenak padol pun berhenti untuk memikirkan karin lagi, karena ada sebuah hidangan spesial yg menyadarkannya tentang ilusi akan karinnya tadi. Soto semangkuk ini memang tak asing bagi padol, memang dia sering menjadi langganan dikantin si ayuk ini. Alasan ia menjadi langganan si ayuk karena ialah juru kunci pintu kucing andaikan ia terlalu menikmati mandi paginya hingga akhirnya terlambat. Makan padol agak lain hari ini, ia agak merasa ada kurang dari bumbu si ayuk seperti garam yg kurang atau kurang air kuahnya.
   Namun padol yg mungkin dari tadi memimpikan karin duduk disebelahnya membenarkan bahwa soto ini ada yg salah, ia coba rasakan lagi dan memang ada yg salah. Ternyata yg ia makan bukan soto, melainkan mi rebus -_-

       "Yuk! Tadi pesan soto bukan mi rebus ayuk...!!"
       "Iy emang itu soto yg ayuk kasih tadi padol...!!"
       "Nah jadi mi rebus tadi yg punya...?"
       "Huahaahuaaa makkkk, mi aku dimakan abg tu makk..."

   Ternyata mi tadi punya anak ayuk, gina yg sedang memakai kaos kaki dan anehnya gimana bisa fadol mengambil makanan yg bukan haknya? Padol terlalu dak sadar bahwa dirinya sedang ada dikantin sehingga salah ambil hak orang lain, sekarang adalah perkaranya ia harus menenangkan anak si ayuk yg terlanjur meraung menangis. Untungnya si ayuk cukup lihai mengambil hati si gina, hanya dengan sedikit makanan lagi yaitu risol.

        "Gina heeh, gak boleh nangis! Abang tadi cuman nyicip dikit mi gina ada racunnya apa gak, nah tambah risol makannya udah jangan nangis..."
        "huu.. huu... muka abang itu aja udah mirip racun ma, kenapa dia makan racub juga lagi maa... huhuu, aku sumpahin kau keracunan bang... huu"
        "Maap ya dek, udah biarlah abang keracunan asal adek gak keracunan"
        "Udah udah gina, iya abang ini udah keracunan dari tadi"

   Emang betul apa yg dikatakan si ayuk, padol sudah keracunan. Keracunan pikiran tentang karin sampai ia tak mampu lagi membedakan mana yg hak dan bukan haknya untuk dimakan, dan juga apa yg akan ia lakukan lagi setelah makan soto itu ia agak sulit untuk bayangkan. Apakah ia akan mendekat menuju karin atau tetap dalam kantin atau pulang atau kerja lagi? Ini memang betul-betul membingungkan...
   Sekarang sekeruh apapun kedepan ia harus tetap sejernih sekarang, ia harus habiskan soto itu karena dari tadi ia sangat keras bekerja. Agar tenaga dan energinya juga kambuh kembali, dan syukurnya anak si ayuk tadi sudah berhenti menangis hanya seharga risol, memang sih risolnya enak. Padol keliatannya sangat menikmati soto itu, sekali dilihat sepertinya memang ia sangat kelaparan sebenarnya.
   Cukup menghabiskan beberapa menit untuk padol menghabiskan soto itu, sambil menurunkan nasi padol berjalan mengambil remote tv dan menghidupkan tv kantin. Setelah mengacak-acak channel ia mampir dichannel yg aneh bagi orang seumurannya, global tv-spongebob -_- iya sih padol suka dgn spongebob sejak dulu dan saking terobsesinya, ia pernah mewarnai tubuhnya sampai kuning dgn pisang *drama* dan selalu menariknya hidungnya untuk menyamai hidung spongebob *sebenernya ngebersihin komedo*
   Namun sepertinya pilihan tentang menonton spongebob agak salah, anak tadi si gina malah stay on sebelah padol dan sepertinya episode yg sedang ia saksikan sudah berulang kali. Memang sekarang jika ada acara cukup tinggi ratingnya akan diputar seperti halnya bumi yg hanya berputar pada porosnya tanpa mengitari poros lainnya, atau memang bumi tugasnya hanya itu? Sebetulnya padol ingin menganti channel tersebut tapi si gina sudah terpaku sebenarnya-benarnya terpaku akan hal yg memang benar-benar anak kecil gemari yaitu kartun berlaga idiot.
   Ini sudah sangat menganggu mood padol, tak sanggup lagi ia melihat spongebob berjoget-joget koreografi seprti sabun cucian piring. Ia coba tukar ke channel lain perlahan memang gina tak sadar namun setelah beberapa saat gina meraung lagi dan ini sih agaknya memang kesalahan padol keseluruhannya, sampai-sampai kursi yg gina duduki ia tendang dan juga hampir mengenai posisi padol.

       "Maaakkk...!! Maaakkk...!!! Abg ni nakal nian makk, makk huaaahaahaahuahhaa"
       "Ndak gina, aduhh kita tukar kartun lain, eee... lebih seru pokoknya, bentar-bentar"
       "Huahaahaa tapi kartun apa huahaha huhuuu"
       "Iya-iya kita nonton dora..."
   
   Entah apa yg dipikirkan padol yg secara otomatis menyebut dora sebagai sasaran lainnya, padahal ia tahu bahwa kartun dora sudah hilang selama ini. Nah sekarang bagaimana padol harus mencari kemana channel tv yg menanyangkan kartun dora? Jujur dia bingung, sementara gina sangat setia melihat padol mengacak-acak channel dari tadi. Sudah hampir habis channel yg ia kenal namun tak ada juga yg namanya dora keluar, dan channel terakhir pun yg ia lihat tak juga melihatkan tanda-tanda adanya dora akan keluar.

       "Abg mana doranya? Lama amat sih...?"
       "Bentar, kayaknya lagi iklan ni gina..."
       "Cepatlah abang, agek aku kadu mak aku lagi kau bang...!"
       "Ih dikit-dikit ngadu ke mak, dasar anak kecil..."
       "Huaaahuuhuuaaa maakkk abang buto ijo ni jahat nian makk... maakk... huaahuuhuuaaa"

   Inilah kesalahan mendasar padol, mengapa ia harus berdebat dgn anak kecil dan untungnnya pun kelihatannya malah jadi kesengsaraan baginya. Padol hanya kesal saja melihat gina ini yg sedikit-sedikit menangis, apa harus ia lari keluar dari kantin? Sepertinya lari merupakan pilihan terbaik saat itu, ketika si ayuk sedang tidak didepan melainkan si ayuk ada dibelakang. Ya sudah, tanpa perlu pemanasan ia pun berlari keluar tanpa ada rasa bersalah telah membuat dosa pagi itu.
   Dia juga kaget, setelah ia keluar ternyata orang sudah cukup banyak datang. Para tamu telah hadir semua, sepertinya acara akan dimulai. MC telah naik diatas panggung dan berdiri sejajar dgn mikrofon, semua bangku keliatannya sudah mulai terlihat terisi. Padol melihat area sekitar, mencari kedudukan kordinat yg sesuai untuk mengatur jarak dari penglihatan karin. Ia ingin melihat karin sepenuhnya hari itu tanpa karin sadari, dan terlihat ada bangku yg pas untuk misinya itu.
   Jaraknya sekitar sepuluh meter, dan terlihat juga karin sedang sibuk dgn teman-temannya dan hanya saja ia agak sedikit diam dan merenggut. Tak biasanya karin diam seperti itu, dan padol memiliki pandangan ada sesuatu yg harus diselesaikan. Tapi bagaimana caranya ia untuk menanyakan apa hal yg terjadi pada karin, ia juga tak mungkin duduk disebelah karin namun bisa jadi sih ia kesana dan duduk sebelah karin dan dilanjutkan dgn pertanyaan mengapa dan apa yg terjadi dgn karin?
   Padol masih belum bernyali untuk melakukan hal seperti ide tadi, dia masih terlalu lugu untuk berdekatan dgn cara seperti itu. Terakhir kali ia bicara seperti itu dia keringat dingin sampai semua badannya seperti mengigil malaria, paling cara terampuh selama ini ia lakukan hanyalah sms atau bbm. Nah itu dia! sms, dia tahu caranya dan juga karin sedang terlihat memegang hpnya. Oke dia ketik sms seperti biasanya...
   "Pagi Karin, knp mukanya gitu sih...? Padahal kan ini farewell, gak bole gitulah" dan oke sms terkirim, ini siapa sih yg malu apa si padol atau bagaimana? Jarak kurang lebih sepuluh meter ia bisa temui langsung malah sms, masalahnya sekarang adalah ternyata sms tadi tak terkirim dan padol mencoba untuk mengirimnya berulang waktu namun tetap sms tak direstui untuk terkirim.
   Padol ingat yg terjadi semalam, hapenya hilang seperti kemalingan dan ternyata setelah ia cari kemana-mana dipinjem ibunya nelpon saudaranya yg akan nikah minggu depan. Coba padol ingat sisa pulsa terakhirnya dan ia pikir untuk sms pasti masih tersisa, untuk pemastian itu ia pun meng-cek pulsanya dgn mengunakan *815# *maklum, operator luar negeri, tepatnya timor leste* Ternyata pulsanya sakarul maut, sekitar puluhan rupiah yg tersisa dan gagal juga usaha padol kali itu...

  

Kamis, 24 Oktober 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part3

   Disudut sepi pinggiran labor, padol mengambil acara untuk beristirahat dgn tubuhnya sejenak. Sebenarnya juga agak berusaha bersembunyi untuk pemanggilan tugas lagi oleh hotpin yg memang dari tadi dibuat sibuk dgn tittle ketua panitianya, semua sepertinya harus ia harus kendalikan. Padahal seharusnya ia hanya bersantai lega disebuah kursi atau mengendalikan semua itu? Memang agak sulit untuk membiarkan acara tanpa ada seseorang seperti hotpin yg memang terlihat sudah mempuni untuk mengendalikan itu semua, haha mungkin memang takdirnya untuk memimpin.
   Sementara adi yg dari tadi berduaan dgn motornya akhirnya harus berpindah hati ke bagian ruangan konsumsi, mengatur bagian ini membuat lendir terus mencerna liur kawan apalagi adi memang belum sarapan nampaknya. Dgn sedikit acting ia manipulasi pikiran anggotanya, ia tipu dgn nian hanya mencicip kurang 2kue dan ternyata lebih dari 5kue. Ternyata tak sampai disitu, berlanjut sampai hampir beberapa puluh belasan kue, namun ia lupa akan satu hal akibat ini semua.
   Kalau ada makan, pasti ada minum. Ini yg ia lupakan untuk dibeli oleh padol tadi, seketika muka adi berkerut berubah masam. Serasa tak mungkin lagi ia akan menitah perintah lagi kepada padol yg hampir pingsan membawa snack sebanyak tadi, namun siapa lagi orang harus ia suruh kalau tidak padol? Ya mungkin tak ada lagi pilihan terakhir selain anak itu

       "Padol, ada yg lupa nah... Kita gak ada minum untuk tamu, bisa kan beli?"
       "Bos cari anggota lain ya bos, jujur letih ampun nah..."
       "Kalau minuman berapa ya harganya sekardus, yaa gelasan gitu berapa?"
       "Paling 20rb bos..."
       "Beli 2kardus nah, ni 50rb"
       "Ahh.. 10rb mana mempan bos boss..."
       "60rb nah, dah cabut sekarang!"

   Dgn sekilat petir padol tegak menyambar uang yg ada ditangan kanan adi, lalu lari keluar sekolah mencari toserba ato toko apapun yg menyediakan 2kardusan minuman mineral, ia ingat depan smanya ada toko agak besaran dikit dari toserba dan coba ia kesana, masalahnya sekarang bukan motor adi yg mogok lagi ataupun jarak ke toko tersebut jutaan kilo centimeter. Tapi, bagaimana ia keluar dari area sekolahan yang mana pintu depan sudah dikunci atau bisa dikatakan begitu karena akses untuk sudah tak bisa lagi. Bayangkan saja dari awal pagi hanya ada motor yg masuk area perpisahan dan sudah terbayang di padol itu tak mungkin dilalui.
   Atau mungkin dia melompati pagar lagi seperti halnya ia melompati pagar sewaktu ia terlambat kemarin, ia terpaksa lompat karena hanya ulangan mtk yg sudah mulai pagi itu. Mungkin jika ulangan mtk saat itu dia lebih memilih pulang atau nangis minta satpam membukakan pagar untuknya, atau kemanalah gitu yg penting ia bisa menghabiskan sisa hari itu. Oke, padol dapat cara yg mungkin sedikit mudahan yaitu lewat pintu belakang deket kantin mas. Mungkin cuma itu cara yg tersisa baginya, atau dia harus melayangkan uang 20rb yg akan dia dapat. Lumayan 20rb bisa burger atau sekedar beli parfum? haha...

       "Mas numpang lewat pintu kucing, mau beli air mineral gelasan..."
       "Siapa nyuruh...? Mau pulang kau hah?"
       "Itu mas untuk minuman tamu nggak ada, sumpah kesambar kuah gulai mas gak bakalan pulang"
       "Iya tapi yg suruh kau beli minuman itu siapa tutup kecap...?"
       "Ituuu... ibu sapa sih namanya yg ngajar anak kelas... ahh lupa kenalan tadi mas jujur..."
       "Sapa dulu baru boleh lewat"
       "Mas ini boleh lewat gak sih susah amat mirip nyambung ekor cicak aja sih, itu yg nyuruh ibu guru"
       "Eh cicak hangus! namanya yg aku tanya!"
       "YaAllah mas, itu ibuknya, ituhh liat? namanya ibuk Misrita... udah udah, kasih jalanlah mau jalan juga ini nah, waktuu waktuu..."
       "Cepetan dikit kau, buat kerjaan bener-bener gak ada gunanya"

   Lolos juga padol dari masalah terkaman apalah tadi, sekarang ia harus memutar cukup jauh toko depan tadi. Dia telah menetapkan untuk berjalan saja dari pada kurang-kurang gak jelas, lagian cuman keringat ya keringat kan sehat juga coy. Ditoko tertuju ternyata memang ada minuman gelasan tadi, dan ternyata harganya juga 18rb, ya untung 4rb padol. Namun, perkaranya mungkinkah ia bawa 2dus sekali angkut? tak ada pilihan lain selain dirinya membawa satu persatu.
   Diawali dgn 1kardus, ternyata susah juga membawanya ke sma lagi dan ini susah sekali harus menyebrang jalan pula. Hampir sampai padol dekat pintu kucing tadi yg ia lewati, dan ternyata terkunci. Tapi ia tak habis pikir, ia letakkan dulu dus itu dekat pintu dan pergi mengambil satu kardus lainnya dan singkat cerita ia telah membawa 2dus didepan pintu kucing tadi namun pintu belum bisa dibuka juga.

       "Mas buka mas, ada pesanan dateng..."
       "Alah cicak hangus! masuk cepat, sini aku bawakan satu!"
       "Baik amat mas...?"
       "Soalnya kalau ibuk Misrita liat saya bawa-bawa atau bantu-bantu apalah ntar kantin saya direhab"
       "Waaa... akalan baik ternyata masih ada juga ya maunya, dasar! udah bawa-bawa nah kedepan ruangan itu, hati-hati"
        "Jangan sok ngatur kau cicak ijo!"

   Selesailah tugas padol lainnya, ya walau sangat memberatkan namun dgn 24rb ditangan gak ada capek-capkenya. Selanjutnya ia masuk kekantin mas tadi untuk sekedar makan semangkok soto, sekalian sarapan juga sih...

       "Yuk, soto mana soto? masak mangkok aja ni...?"
       "Tunggu dulu, kau ini! datang-datang nanya soto bukannya nanya kabarku"
       "Alah yuk yuk... kabar ayuk kalau gak baik ya buruk, betul gak? nah terus kalau udah tahu jawabannya tadi kenapa harus nanya-nanya lagi? udah soto satu cepet!"
       "Ini anak, sotonya kapan? sekarang...?''
       "Pas pemilu 2014 ajalah, ya sekaranglah ayuk -_-"
       "Jelas-jelaslah makanya ngomong tuhh"
       "Eh cepatlah yuk lapar nahh"

   Sambil menunggu soto pesanannya rampung, padol teringat akan satu hal yaitu karin. Dari tadi ia sibuk dan melupakan bahwa sasarannya hari ini karin, eh dia juga lupa bayar minuman yg ia beli tadi *ini becanda* Keluarlah ia sebentar untuk melihat keadaan sma sekitar dan ternyata agak sepi, memang jam baru memunculkan pukul  delapan lebih belasan menit. Maklum mungkin cewek butuh proses agak lama untuk make up hari itu, mungkin juga dengan cowoknya? Bisa jadi kan,
  

       "Oiii ni soto nah, cepatlah keburu dingin ntaran..."
       "Ntar yuk, lagi liat lapangan..."
       "Kurang gawean kau? dakkan lari lapangan tu dak"

  Crush! Ini menstop logika padol... Ia terhenti memberi pandangannya kepada sisi lapangan, ternyata lapangan yg ia maksud adalah karin. Apakah betul kata ayuk kantin yg mengatakan bahwa lapangan takkan lari? Bagaimana kalau karin nanti lari jauh dan meninggalkan penginjak aslinya yaitu padol? Tapi padol hanya terhenyak entah, lalu merenung untuk sesaat dan sesaat itu pula tepukan kaget dari ayuk kantin menepuknya dari belakang

       "Soto kau basi udahan, melamun manjang gawean anak muda!"
       "Aduh yuk untuk dak keluar biji mata ni yuk, yaAllah ayuk"
       "Sudahlah, kalau memang lapangan tu dak sanggup kau kuasai seluruh sudut dan garis lapangan tu, ya udahlah cari lapangan lain untuk kau kuasai"
       "Apasih yuk, lapangan itu yg aku lihat dari tadi yg terbaik yuk... Gimana mau cari yg lain lagi?"
       "Apa yg kita pikirkan belum tentu betul! udahlah soto tu lah basi kau tinggalin...!"
  
   Mungkin betul kata ayuk kantin ini, apa yg kita pikir itu yg terbaik belum tentu benar. Mungkin ada yg terbaik diluar sana namun kita tak menyadarinya atau bahkan kita acuhkan atau pula kita tak mau mencarinya? Bagaimana pun? kita hanya manusia sebagai perancang sketsa, ada Tuhan yg akan menilai apakah sket yg kita buat ini terbaik untuk kita kedepan???

Minggu, 20 Oktober 2013

PeDekate tapi LDR #part2

   Dibagikanlah kupon penghidupan untuk para anak kelas 1 tadi, kupon penyelamatan untuk lapar siang mereka. Melelahkan untuk padol mencari kumpulan ekor junior yg rada malu kepayang dari tadi, namun memang itulah yg harus ia kerjakan. Belum selesai padol berjalan kembali ke spot para panitia yg telah ditentukan ada suara teriakan yg menganggu telinganya, suara ini lebih penting dibandingkan suara orang yg menjerit kehilangan dompet !

       "Padol...! Tunggu, snack kita belum sampai, toko belum buka ! Pinjam uang semua panitia, kita beli seadanya dulu, cepatt...!" Teriak lantang Adi, ketua konsumsi dalam kepanikan memang keliatannya...
       "Ok boss...!"

    Lari dengan langkah terhela padol pun berteriak meminta para panitia mengumpulkan uang seadanya untuk konsumsi seadanya pula yg nanti ia akan beli, urusannya bukan mengumpukan uang atau mengumpulkan panitia tapi uang panitia agak susah untuk ditarik

       "Cepatlah, seadanya keluarin kita darurat siaga empat...! Dari pada Hotpin nyayok lagi, cepat" memang padol pintar dalam mendesak orang atau mendesak orang melahirkan?
       "Kumpulkan dikardus minuman tu nah, cepat cepat"
   
   Setelah uang terkumpul ternyata semua yg memberi menganggap itu hanya sumbangan ala kadarnya, semua dalam kardus hanya uang lusuh seribu dua ribu. Tapi untungnya uang bisa mencapai hitungan dua ratus ribuan, karena tombokan padol 200 ribuan, semua yg terkumpul sebenarnya hanya 36 ribu. Ternyata banyak panitia yg tidak di spot panitia, dari pada bingung padol pun dgn segera menghadap adi.

       "Cepat kita ke toko yg bukak, yg penting rombongan tamu yg gak penting itu kena sedikit dari pada gak ada... Motor ada dimana dol?"
       "Itu dia masalah lanjutannya di, motor ada kunci gak ada"
       "Hais! motor aku ada nah, cepet ke parkiran depan"

   Satu hal yg meragukan padol, motor adi kadang bertingkah. Ini bisa dilihat dari adi yg sering terlambat datang masuk, alesannya monoton dan selalu itu saja padol pikir, Motornya bertingkah kegatelan, motornya selalu ingin disentuh dulu gusi atau apapun agar mau hidup. Kadang pula adi harus mendorong agar motornya mau hidup, tapi biarlah asal acara ini tetap "hidup" maka padol mengamini saran adi.

   Betul, motor adi bertingkah dan ini sangat menjengkelkan bagi fisik padol. Ia harus mendorong sambil berlari sekencang mungkin lalu menolak pantat motor, sementara adi ada diatas motor dan susah pula dibedakan waktu itu apa adi ini mengendalikan starting gas motornya atau pelanggan becak padol ? Sekitar beberapa menit dorong-dorongan akhirnya motor pun hidup kembali, dan keringat padol mulai berlahiran.

   Jarak yg akan ditempuh motor ini juga meragukan, motor yg hidupnya susah pasti akan menjalani hidupnya yg susah pula. Dan apa yg  logika padol dapat akhirnya menjadi nyata, ditengah perjalanan pula motor itu berhenti layaknya kehilangan nafasnya untuk berjalan. Adi yg sudah terbiasa menghadapi tingkah motornya itu hanya mengumpalkan ekspresi datar, namun lain hal dgn padol, ekspresinya seperti anak kecil yg akan menghadapi sunatannya.

       "Arrrgghh...! Harusnya motor ni masuk museum ajalah, baru juga jarak seratus meteran udah betingkah lagi, udah aku naik ojeklah. Besok beli becak ajalah kau di, sama aja harus didorong dulu... Ojek !!"
       "Jangan dihina ni motor,  dari buyut sampai ayahku pakek ni motor. Kan katanya warisan harus digunakan"
       "Warisan sih warisan, tapi kalo gini sama aja kau melihara buyut kau di... Sama-sama tua, juga nyusahin.."

   Lalu ojek menghampiri padol, dan mereka bergegas pergi ketoko snack mana yg bukak saja dulu. Urusan lain nantilah pikir padol, ia pun bingung harus kemana ia pergi. Kearah pasar baru atau pasar ikan?

       "Kemana kita dek? Rapi bener? Kondangan mana ni?"
       "Toko snack pak, bukan kondangan -_- eh toko snack yg mantep dimana ya pak?"
       "Mau yg seribu dapet dua atau dua ribu dapet tiga atau gimana ini dek?"
       "Haduh pak, bukan snack untuk anak TK bapak... Snack untuk tamu penting gituu"
       "Ohhh, bapak tau dek... Mau kesitu?"
       "Ok pak, kesana aja cepet pak"

   Entah dimana alamatnya padol pun tak dijelaskan, tapi ya sudahlah yg penting ia dapet snack untuk pagi ini saja dulu. Berkebutanlah mereka dgn waktu, agak memakan waktu memang namun akhirnya padol sampai ditempat yg bapak ojek tadi maksudkan. Tempatnya memang kurang dikenal, tapi padol pernah datang disini sebelumnya. Ia ingat-ingat dan ternyata ini toko tetangga sebelah kiri rumahnya...

  Tanpa pikir panjang padol langsung masuk kedalam sasaran dan melihat semuanya telah tersedia dari kue ijo, gorengan dan apapun itu. Lalu terlihat sesosok bayangan mengambang dari kasir,

       "Selamat pagi pelanggan pembawa hoki, mau yg mana nih? Kue ijo beserta lelehan kelapa didalamnya atau...."
       "Bapak stop, saya kesini bukan untuk dengerin bapak promosi bahan tapi tolong uang saya ada 236 ribu dapet aja ni?"
       "HOKI ! HOKI ! Pagi-pagi sudah kedatengan Sukarno-Hatta beserta 36 yang lain, oke adek kami bisa memberikan yg terbaik...."
      "Bapakkk, cepet bungkus ajalah...."
      '"Oke ! Silahkan tunggu diruang tunggu, sebelah kanan ini yaa"

   Ruang tunggu yg dimaksukan hanyalah kursi usang, memang jika dilihat toko bapak ini sedikit tua...
   Agak 10 menitan bapak tadi datang dan menyodorkan pesanan padol tadi...

       "Ini nak HOKI..."
       "Cukup pak, ini uangnya pak. Terima kasih banyak bapak, salam HOKI !!"

   Selesailah padol dengan urusan ini dan tinggal kembali ke SMA lagi, naik ojek lagi dan tak lupa dibayar sampailah padol lagi. Ini sudah sangat menyiksa padol rasanya, dan dilihatnya adi juga sama susahnya menahan perasaan dicaci maki hotpin yg menganggap kerja adi kurang, tapi setibanya padol semua berubah

       "Bos ini snacknya, semuanya 236 bos..."
       "Mantap padol ! Nah coba kau lihat kerja padol, luar biasa ini yg harusnya jadi ketua... Bawa ini keruangan itu dan sajikan ketamu nyusahin itu, ini ganti uang kamu, ambil ajalah kembaliannya"

   Hoki bagi padol karena uang yg dikembalikan hotpin lebih 4ribuan sih cuman, namun ini sudah untung bagi padol. Berkebutanlah lagi mereka dgn waktu untuk menyajikan snack tadi untuk para tamu undangan,

Jumat, 18 Oktober 2013

Example of a simple book review

1 . identity Books

    
Title : Art in the Light of Islam

    
Author: Abdurrahman Al Baghadi

    
Publisher : Gema Insani Press

    
Thick Book : 104 Pages

    
Prints : First
2 . Book overview :

    
Since the fall of political and Islamic civilization that occurred in the nineteenth century AD , the West has political influence and people Islam.Ciri typical Western civilization is secularism , culture and customs separate nation with this agama.Pertumbuhan occurs through alkuturasi Western culture with Islamic culture .

     
The fall of Islamic civilization and culture today dialkuturisasikan between Western culture and Islam which led to secularism Islam.Akibat - world consequences as follows :
1 . Culture is applied in the Islamic world now has a fairly polluted pretty badly .
2 . Muslims societies have moved away from the conception of Muslims based on aqidah .


Encyclopedia of Art in Indonesia is : Incarnation of exquisite taste embodied in the human soul . There are 3 branches of art :
1 . Art Music : art -related field of musical instruments and rhythm that comes out of the instrument .
2 . Hearing art : art that uses sound field as a medium of explication .
3 . Dance : Art work the body in rhythm with the music.
Many authors argue that singing is haram , while the texts and traditions say the law is permissible to sing . In this book, the conclusion is permissible or allowed , but if there is unlawful lyric in the song that plunge men into immorality .
But there are some scholars , texts , and traditions that express the law says and hear women singing in front of people is unlawful.

        
On the grounds that the woman's voice as the voice of women must be covered by some scholars is that the nakedness must be covered . But only God knows this man .

      
But , if the genitalia . Why One day SAW Rasullullah never allow two female slaves singing . He was willing to talk with her ​​before moving .

       
It can be concluded that we should listen to women singing but the song lyric no human element to the word that plunged toward disobedience .

       
While the art of dance , according to Imam Al Ghazali says singing and dancing may well be . Karna , once Ali Bin Abi Talib called tiptoe dancing pleasure .

       
But , it can be concluded dancing legal permissible if the elements of dance movement pengumbaran no genitalia and no mixing of men and women in the dance.
4 . Excess :
This book is good and suitable to add to our knowledge of Islamic law on art . So we as Muslims are not wrong in law in interpreting the arts in view of Islam .
5 . Disadvantages :
This book is less mengarap graphic arts , and the few who escaped the editing writing author .
And , this book still use paper that is still blurry and dark .
6 . Replies :
This book is worth memeng owned by all people because this book teaches us to avoid and evade the arts that will plunge us disobedience .

Free Essay : Don't Give up BROTHER !

Actually what you guys think of my friends? Among my age who is widely thought remajaan looking for a boyfriend, I actually sometimes too. While this is also often thought about this problem, it does own the boring facts. If you mean by itself was a problem, well here's the thing.

    Like this, some people memasalahkan their solitude and you do not trust? Please check your homesite while facebook and tweets Sunday night, all the people who themselves would question why anyone satnite road when it pleased. For myself it was a week night better myself, why?

    Well, imagine the frugal side and the side of your freedom. Oil saving, saving money and freedom that whatever you want you can make happen every week. Many students dream of free of duty, and this week you can eve of DUTY FREE!!!

Kamis, 17 Oktober 2013

PeDekate tapi LDR #part1

   Perpisahan memang tercipta untuk semua manusia, tanpa terkecuali Padol. Setelah kakak kelas yg ia targetkan selama ini harus pergi untuk kuliah ke Provinsi lain, dan moment terakhir ia bersama kakak kelas itu saat diperpisahan SMA. Disana ia melihat sosok karin yg sebenarnya ia inginkan, cantik didalam kesederhanaan batik emas yg memukau dengan kemilau dan padol hanya bisa menyaksikan dari kejauhan ya sekitar 5 meter. Padol hanya terpukau membeku melihat apa yg ia lihat.

       "Knplah baru sekarang karin tampil secantik ini..."

 Karena pernah ada yang bilang semua akan terasa indah saat akhir-akhir carita *lihat sinetron*. Tapi, ini bukan cerita akhir dari mereka berdua. Melainkan awal yg akan menekan habis-habisan padol dalam keadaan yg terpisah jauhnya, tapi juga Padol telah bertekad untuk membuktikan kebulatan kesetiaannya hanya untuk karin seorang *Mulai melebai*
   Dari perpisahan itu, barulah Padol sadar suatu kesalahanya, mengapa tak sedari dulu ia perjuangkan masa-masa pendekatan ini. Mengapa baru 2 malam ini ia beranikan dirinya untuk mengatakan, bahwa rasa yang ia miliki hanya ada karin untuk memiliki itu. Diperpisahan itu ia hanya melihat melihat karin dari jarak yang aman.
   Mungkin memang waktu yg hanya bisa membuktikan bahwa memang apa yg dirasakan padol ini benar, adanya jika karinlah yg ia inginkan selama ini. Akhirnya padol tersadar juga dari lamunannya yg sangat membuatnya terbang karena suara bentakan ketua panitia untuk memintanya melakukan sesuatu.

       "Melamun be Padol...! Banyak orang belum dapat kupon coy...! Bagikan kupon didalam tu !" suara bentakan ketua panitia Hotpin, melihat Padol yg dari tadi terdiam.
       "Oke bos ! mana yg belum disuap kupon...?" padol mengiyakan titas hotpin
       "Kelas satu semua belum, mirip anak ayam dari tadi. Cepat bagi, hancur acara! makanan snack untuk hari ini belum sampai..."
       "Snack gak ada kupon mau dibagi juga bos? pas orang mau nuker balik ni kupon mau dikasih apa bos? angin? debu?" pertanyaan paling freak disaat situasi seperti ini
       "Eh cucian loundry ! bagikan aja dululah, ntaran tiba juga snacknya" hardik hotpin

   Muka kurang iklas dibentuk oleh padol, harus bagi-bagi kupon kesemua anak ayam *eh, anak kelas satu*. Sebenarnya padol menunggu karin sejak tadi untuk menegurnya atau setidaknya melayangkan senyum meriah agar ia semangat untuk menjalani hari itu.
   Dengan membawa seongok kupon dalam kantong hitam, mulailah ia membagi-bagikan kupon "selamat makan siang" untuk para kelas 1. Kepusingan padol mulai bermunculan, ia sulit mencari muka-muka anak kelas 1 karena adanya yg ia temukan hanya wajah prematur tapi jengot telah tertanam hitam. Ternyata ia sadar bahwa ia ada dikalangan anak kelas 3 yang ia anggap semua mirip kuli bangunan depan sekolah, rata dengan kumis.
     
       "Bang, rombongan kelas 1 dimana ya bang...?" bingung padol
       "Ndak tahu abang, emang kau bagi-bagi apa...?" timpal simuka tua kelas 3 itu
       "Bagi kupon bg" debat padol
       "Kurban masih lama coy, emang orang mana yg kurban...?" tambah aneh raut padol
       "Bukan... bukan bang, kupon untuk makan ntar siang bang..." sejelas mungkin padol mencoba melerai pertanyaan abang-abang tua itu
       "Ohh.... Jelasin betul-betul makanya !" Wajah tukang kepo memang terlihat dari abang tersebut
       "Abang juga sotoylah..." Hina padol
       "Asuu.. dahlah, pulang kau sana...!"

   Dengan usiran kasar nan kepo para abang-abang tadi, padol berjalan menyusuri setiap seluruh sudut sma. Akhirnya ia menemukan kumpulan kelas satu yg sedang bersiap kelapangan, mereka ternyata dikelas masing-masing karena sebagian masih segan dan malu untuk bergumul dalam kumpulan senior-seniornya, setidaknya ini yg terjadi.

       "Nah kupon untuk ntar siang..."
       "YaAllah abang, terimakasih abang.. ini untuk kami semua kan bang...?"
       "Enak perutmu coy, yang ada kalau kau makan ni semua kupon kau daire!"
       "Bukan kupon juga kalii bg yg kami makan"
       "Maksud abang juga bukan kupon boy! tapi semua snack basi nii...!!"
       "Basi bang...? Jadi kami bayar mahal-mahal cuman untuk makan snack basi ini bang...? Ambil bang, bawa pulang lagi bang, makasih sebelumnya bang"
       "Pakek otak cupu! basi artinya mainstream...!!"
       "Main apa bang...?"
       "Pakek kuping dengar orang ngomong cupu...!"
       "Tadi abang bilang pakek otak gak sih...?"
       "Asuu... dahlah, bagikan ni kupon kesemua kelasmu !''
       "Tapi kami dak mau dituntut kalau ada orang yang keracunan nanti bg, kami masih mau sekolah, kami masih muda untuk masuk penjara bang"
       "Bocah! Santai! yang ada juga sekolah yg dituntut kalau ada yg keracunan, bukan kau bocah cupu...!



Selasa, 15 Oktober 2013

Ini yang aku lakukan saat menunggumu pulang :) #part 2

  Akhirnya part2 released :D oke, kamu pulang dan aku kerumah :D
  Entah harus bagaimana mengungkapkannya, kalau bisa kerumah kamu
  Ini malam kedua aku kerumah dan serasa disuntik impus, 7x suntikkan mungkin :D
  Dan malam itu, kamu tampil dgn apa yg aku inginkan selama ini. Cantik yg kau padu dalam kesederhaan, ini mungkin lain dibandingkan yg lain yg menginginkan cantik itu harus elegan *nggak ngomong syahrini* Tapi cantik itu cukup ditampilkan natural tanpa bedak atopun make up lainnya. Hey! Thanks brownis pinknya, ahaha :D

   Dan tahukah dikau hai pembaca yg bisa saja sedang mengantuk membaca ini, sebelum kerumah malam itu. Lillahitaa'ala aku ke wc 3kali dalam 30 menit cuman buat ngaca :D dan sebenernya di wc juga aku nyiapin materi, ntah materi apa tapi itu udah keren nian sumpah :D kerennya cuman dalem wc sambil ngoceh mirip orang gila dikaca. Oke, i've great for tonight!

   Dijalan, ampun deg degan mirip mau disunat...
   "Nanti materinya kesampean gak yaa... eee, grogi nggak yaa, eee, ntar ayahnya gimana..."ini baru sedikit dialog deg degannya, kalo ditulis kelar sampe subuh haha !"

   Oke tiba disimpang, yg paling aku perhatiin faktanya ni, simpang 3 dirumahmu nggak ada lampunya sampe malam itu. Juga aku nemu fakta dan ini betul adanya, takbiran idul adha nggak ada pakek kembang api ato mercon ,sadar gak? Haha, dan faktanya malam itu cukup sejuk suhunya bagi kita. Awal aja aku udah berani masuk tanpa harus gagap-gagapan ngaca di spion lagi, ehehe *alay*

   Sebenernya awal materi itu udah kena, tapi liat modul dan tugas setebel itu lupa jadinya -_- asli mikirnya pusing, dan pas kamu bilang bisa tidur jam 2 yang aku pikir kamu sanggup apa? Dulukan kuatnya jam 12an ato jam berapa gitu tapi ini yaAllah tuhan mintak lampu gelap. Gak kebayang kami, *capek bahasa baku kak*

   Tapi lupa begitu aja kak, sumpah blank geliat semua apa yang akak jalanin. Jujur dengar laptop akak jatuh gitu, kami jadi mikir apa kakak kurang puas jatuhin diri waktu di sma? masak laptop juga dibanting, apa pelampiasan? *gak ini bercanda* Tapi yg benernya kakak kenapa? Apa dipadang segitu amat mikir kuliahnya sampe lupa bawak laptop terus ngebuang laptop segitu mudahnya. Sejujurnya kami bilang dalam hati

   "Untung yg jatuh laptop, coba dia sendiri yg jatuh! pasti aku tangkap!" ehehe, ini lebay :D

   Jadi begitulah sampai keluar juga kue yg dari kemaren pamernya cuman disms, dan itu pun suruhan ayah. Hah, emang ini orang nggak pernah diapelin malam-malam kali ya. Lima potong brownis dan segelas air murni *air putih pembacaannya* disuguhkan, sumpah itu baru pertama kali dilayanin segitu high class pas jadi tamu,. Biasanya sih datang namu kerumah orang malah gak dikasih apa-apa dan dibilang "Belum ada uang nak.." *emang namu nagih kreditan buk, haha!

   Ini sekilas bedanya kak, dengan part1 yang semuanya kata-kata pujangga. Emang, karena waktu itu nulisnya suasana melow, tapi pas nulis ini pengen kakak jadi enjoy baca ini dan pas nulis ini pun sebenernya racun yang kakak kasih dalam brownis itu sampe sekarang jadi orang gila dirumah. Tahu gak pas baru pulang kemaren ditanyain gini

   "Dari mano do..?" ini ibu yang nanya
   "Biasolah, rumah cewek" gaya beku *cool*
   "L--..?" maap kak disensor nama mantan, ibu nanya lagi
   "YaAllah ngapoin lagi kesitu -_- tapi yg penting dio orang padang" ibuk terlalu kepo, terus dijawab lagi
   "Tapi L--kan orang padang?" terus ditekan mirip adonan donat ditekan-tekan
   "A.. sudahlah" selesai masuk kamarlah kami

    Dikamar kami senyum-senyum mirip orang sakaw, goyang-goyang mirip lulus ujian ato apalah gitu. Sampe dak tepikir pengen begadang lagi, emang ngantuk juga sih tapi yang paling kami syukurin brownis itu kak. Knp kami makan sepotong kak? alasannya simple, pas nanti pasti kepengen lagi dan intinya buat kangenlah gitu rasanya juga dak cepet lupa gitu kak... Oke sekian dulu  kak, mau tahu materi kami yg kelupaan tuh? tunggu part 3, bye kak ^^

Contoh Resensi Buku SMP dan SMA


1.   Identitas Buku
    Judul            : Seni Dalam Pandangan Islam
    Penulis         : Abdurrahman Al Baghadi
    Penerbit       : Gema Insani Press
    Tebal Buku  : 104 Halaman
    Cetakan        : Pertama


2.   Ikhtisar Buku :
    Sejak kejatuhan politik dan peradaban Islam yang terjadi pada abad XIX Masehi, politik Barat telah mempengaruhi dan menguasai umat Islam.Ciri khas peradaban Barat adalah sekulerisme, memisahkan kebudayaan dan adat istiadat bangsa dengan agama.Pertumbuhan ini terjadi melalui alkuturasi kebudayaan Barat dengan kebudayaan Islam.
     Jatuhnya peradaban dan kebudayaan Islam sekarang ini dialkuturisasikan antara kebudayaan Barat dengan Islam yang membuahkan sekulerisme dunia Islam.Akibat-akibat yang ditimbulkan sebagai berikut:
1.   Kebudayaan yang diterapkan di dunia Islam sekarang telah cukup tercemar cukup parah.
2.   masyarakat kaum muslimin telah menjauhi konsepsi umat islam yang berdasar aqidah.
 
Seni dalam Ensiklopedi Indonesia adalah: Penjelmaan dari rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia. Ada 3 cabang seni :
1.   Seni Musik: Bidang seni yang berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat musik tersebut.
2.   Seni Pendengaran: Bidang seni yang mengunakan suara sebagai medium pengutaraan.
3.   Seni Tari: Seni mengerakkan tubuh secara berirama dengan irama musik.

Banyak pengarang berpendapat bahwa bernyanyi adalah haram hukumnya, sedangkan nash-nash dan hadis mengatakan hukum bernyayi adalah mubah. Dalam buku ini kesimpulannya adalah mubah atau diperbolehkan, tetapi haram hukumnya jika ada syair dalam lagu yang menjerumuskan manusia kedalam kemaksiatan.

Tetapi ada beberapa ulama,nash-nash, dan hadis yang mengatakan dan mengutarakan hukum mendengar perempuan bernyanyi didepan orang banyak haram hukumnya.
        Dengan alasan bahwa suara perempuan harus ditutupi karena suara perempuan menurut beberapa ulama adalah aurat yang harus ditutupi. Tapi hanya Allah seorang yang mengetahui hal ini. 
      Tapi, jika aurat. Mengapa suatu hari Rasullullah SAW pernah memperbolehkan dua wanita budak bernyanyi. Beliau pun bersedia berbicara dengan wanita sebelum hijrah.
       Dapat disimpulkan bahwa kita boleh mendengarkan wanita bernyanyi tapi syair lagu tersebut tidak ada unsur kata yang menjerumuskan manusia kepada arah kemaksiatan.
       Sedangkan seni tari,menurut Imam Al Ghazali mengatakan bernyanyi boleh dan menari juga boleh. Karna, pernah Ali Bin Abi Thalib berjinjit kesenangan yang disebutnya menari.
       Tapi, dapat disimpulkan menari hukumnya mubah jika dalam unsur gerakan tari tidak ada pengumbaran aurat dan tak ada bercampurnya lelaki dan wanita dalam tarian tersebut.

4.   Kelebihan :
Buku ini bagus dan cocok untuk menambah pengetahuan kita tentang hukum Islam tentang seni. Sehingga kita sebagai umat islam tidak salah sangka dalam dalam mengartikan hukum seni-seni dalam pandangan islam. 



5.   Kekurangan :
Buku ini kurang mengarap seni grafis, dan adanya beberapa tulisan yang luput dari penyuntingan penulis.
Dan, buku ini masih mengunakan kertas yang masih buram dan gelap.

6.   Tanggapan :
Buku ini memeng layak dimiliki oleh semua kalangan karena buku ini mengajarkan kita agar terhindar dan menghindari seni-seni yang akan menjerumuskan kita kemaksiatan.      
                 
  

Anak-anak #TSS #part1



   Tolong apapun yg terjadi setelah kalian baca ini, jangan melapor kesaya...Ini menurut saya selaku penulis catatan kecil tentang kalian, bagi yg belum ada dalam ini tunggu tanggal    mainnya, oke coy nikmatilah jokes ini :D
Adi Karta Kusuma : *Mantan ketua kelas XG dan XI IPA 2 (periode 1)* Udah 3 tahun kita sama2 broh! Tapi adi tetep orang paling calming, walaupun kadang masalah ada aja pada dia… Kalian ingat aja pelajaran sejarah, andai waktu itu ni anak pingsan :D
Al-hafis : Manusia paling anti terhadap galau! Kalau mau liat dia galau paling pas ada masalah ama pacarnya, mbak ocha. Ya seumuranlah pacarannya, sama2 tua :D
Animar : Mungkin ini orang paling tua dikelas kita coy *ampun mak* hahaha! Udah 2x periode kunjungan kerumahmu mak, jgn sering sakit lagi yaa!
Dahliana : Asli aku nggak ngerti anak kecil malah dibilang tante dikelas :D
Desi Ardelia : Ini orang paling beruntung dikelas, pernah jadi “dindanya kanda” alias artis kelas Jaya :D
Eka : Ini andalan saat fisika, walaupun jarak jauh tapi setidaknya dia biasa duluan dari Hotpin yg jarak rumahnya lebih deket. Kesimpulannya Eka ini anak rajin, Hotpin anak pemalas :D
Elsi : Anak kecil masuk kelas mungkin ini :D bukan dari sisi manapun tapi dari suara ini orang harus dikasih asupan suara mungkin
Ersha : Orang yg paling sering jadi sasaran jail ravi ato pun padol, apalagi ya, ya begitulah :D
Fadol : Ini bos saya, ketua paling andil dan bangganya cuman gara2 pagar :D “kalo mbuh kito bawo pagar tu haa” bang lo mau magarin apa lagi kelas kita udah diatas langit, mending lo pagarin hati mbak wid nohh *ngilang* hahahaa!!
Hotpin : Antu tonjang yg galaunya kalo gak bisa tuntas ulangan ato pun pulsa orang gak masuk gara2 salah nulis nomor :D nama udah paling aneh, ato lo langka broh? Hkakaka!
Handy (Jaya) : Iy aku ngaku perutmu mirip es kotak2 enam :D aku juga ngaku kalo kamu mungkin gak bisa move on dari orang yg namanya Desi :D yg lama baru sama aja broh! *naek atap* :D
Indah : Ini sumpah! Pas awal masuk aku kira kembaran intan, nah pas absen pertama kali ini bias dibilang maknya Intan :D *ampunn*
Intan : Perbandingan sama Indah, haha! Orang yg pertama kali makek kacamata, orang yg kampanye pakek Tab, sekarang sma trendnya pakek Tab deh :D
Karina : Satu lagi Ibu dikelas kita, orang yg kadang baik kadang berubah jahat :D
Liana : GAK BERANI KOMENT COY :D :D tapi yg jelas, Liana cantik kok, apalagi pakek S4 sekarang :D
M.Ravi : Selalu bersinar memancarkan sinar kemilaunya :D anak sok eksis kadang, kadang juga biasa tidur dikelas, tergantung moodynya :D
M.Yulian : Penerus paskib dari kelas kita setelah ulpa, orang yg kesepian dan jagoknya cuman diem :D gitar juga jagok sih :D jagok minjam :p
*Sekian dulu coy, tunggu yg lain mungkin lebih sadis :D*

Sabtu, 12 Oktober 2013

Jangan merendah, kawan!

   Sebenarnya apa yg kalian pikirkan teman-teman? Dikalangan seumuran saya yg remajaan ini banyak memikirkan mencari pacar,sebenarnya saya juga kadang kala. Disaat ini juga juga sering memikirkan masalah ini, memang sih sendiri itu faktanya membosankan. Kalau sendiri itu kalian artikan dengan sebuah masalah, nah ini dia masalahnya.
   Seperti ini, beberapa orang memasalahkan kesendirian mereka dan kalian tak percaya? Silahkan cek beranda facebook dan tweets anda saat malam minggu, semua orang yg sendiri akan mempermasalahkan mengapa ada orang yang jalan saat satnite itu senang. Bagi saya sendiri malam minggu itu lebih baik sendiri, mengapa?
   Baik, bayangkan sisi hemat dan sisi kebebasan kalian. Hemat minyak, hemat uang dan apapun juga kebebasan yg kalian inginkan bisa kalian wujudkan dimalam minggu. Banyak pelajar mengimpikan bebas dari tugas, dan dimalam minggu ini kalian bisa BEBAS dari TUGAS !!!

Selasa, 01 Oktober 2013

drama tragedi translate

Theme : ReligionTitle : Thugs Tobatya Schoolcharacterizations :1 . Abduh ( rough )2 . Laila ( meek ​​)3 . Mother . Syaroffah ( patient )4 . Rukmam ( arrogant )5 . Vera ( arrogant )6 . Rico ( arrogant )7 . Rudi ( rough )synopsisMorning , two thugs in front of the door bersiri school classroom . They are Abduh and rudi . Almost of all of the students and teachers that were afraid of them both . They very often make trouble in school . They often extort money his friends . Rukmam , Vera and Rico are the main target anduh and rudi , because three of them are rich in children in their school .Not only that , in addition to squeezed money , they all too often bullied by Abduh and rudi . Abduh and rudi 's actions made ​​in the school 's student hates him . Abduh sebgai headmen very popular in her school because so often he was in and out of BK space .Abduh is a child of the family is unable to . His father had died when she was small and now she only lived with her ​​mother in a small rented house . Abduh act wild uncontrolled pain makes her mother often sickly . Abduh memerahi mother often because it is very trivial and made ​​her heart ache but mesekipun so she remains patient he always prayed that his son turned out to be a good and pious children .One day when she came home from school with rudi . He saw plenty of people who gathered at his house . Previously he thinks that the people were having a regular social gathering at his house . He thought after the show he would take the money to be made steadfast gathering spree . But after he went into the house . Amazement, he saw an old woman lying helpless in front of him . She gets hysterical when he learned that the woman was his mother .Since the death of his mother , Abduh was determined to be a good boy and reliable by others . Rudi was following in the footsteps Abduh . They never again do a scene at school . Plainly they both apologized to his friends . All his friends are so shocked and could not forgive just like that, it turns out they are not even grateful for premen in school they have repented , but they actually want to take revenge , especially Rukmam , Rico and Vera are bullied every day by it . Every day cacimaki and the banter of his friends repeatedly told rudi and Abduh . But behind it all there was a girl who actually entertaining them both .One time , Abduh and rudi is determined to be the best student in the district as having the best UNAS . When friends of his friends knew , they laughed out loud . They all do not believe , but they both are not desperate . Until the end because rudi studious and Abduh became a best student kabupate while Rico , and Vera hany Rukmam bemoaning their fate for not graduating . Finally after Rico , Rukmam and Vera felt guilty they decided to apologize to rudi and Abduh . And finally they forgive each other.Plot: progressive / forwardsetting :place :rented houseschoolroadtime :morningnightdaytimeAtmosphere :tensehappysad

Thugs repentance SchoolEarly morning school thugs are making trouble . They are Abduh and rudi . Front of the classroom door , and all that will come in the class have to pay money to Abduh and rudi if they do not want to get a punch them upfront . From a distance , three high officials' children were walking towards the classroom . They are Rukmam , Vera and Rico Abduh and rudi been waiting for them from earlier .Abduh : " Hey ! How are young officials ? ( Three of them stood in its path ) y hurry ? why the hell rush rush relaxed aja lah ? ( hug Rukmam ) we play play him sometime ago , bener ga Rud ? "Rudi : " Bener ntuh , anyways it is still the old bell . "Rukmam : " Why do ya ? Why loe both obstructed the way both of us ? "Rudi : " Pura pura loe weve not know or do not know it? Ya right area of ​​the two of us . Loe on as entrants should we pay our taxes the same dunk . "Rico : " grandma rule loe ya next time? It's a school ga tau 's no tax taxes ? Weve got ya schoolgirl grandmother loe y ? I wrote that donate a lot like this NEVER kayak loe both attractive tax ? Eh , loe both siblings from under a bridge would act weird ? Lazy I pay ?Rudi : " What loe just said ? Siblings . Okay , so loe ga ya want to pay . I ask you again ? "Rico : " Pay ? Lazy y mending my money to buy 10 bowls of meatballs on loe made ​​on . "Rudi : "So how is the boss ? ( turning toward Abduh )Abduh : " ( walking toward Rico and holds his collar ) heh , bowl . Loe bravado do not play the same game we both y ? The land of my fathers land weve not but this my territory . Loe , a newcomer would not want to have to pay . Yes ! What the hell what if ga le threes do not want to pay , anyways today we also have not had a guinea pig . "Rudi : " loe kagak two want to pay ? " ( Said rudi on Vera and Rukmam )Vera : " Okay , I want to pay . Originally loe lepasin both want the three of us . "Abduh : " Loe both allowed in after the pay but not to the barrel . We want to play the game first ama him . loe mind ? "Vera : ( whispering to Rukmam ) "How mam , if we just let ga Rico with them we could be like them ntuh same fate . "Rukmam : " Okay, can carry loe Rico "Abduh : " Okey "Vera : ( issued 10 thousand dollar bill from his wallet ) "Here , his money ! " ( Hand over the money to rudi )Rudi : " Hah ( said with a tone of disbelief ) " 10 thousand , this ma money just to buy penthol was how to eat money ? Loe minimal right child allowance officials right 100 thousand . Less ? "Rukmam : "I pay aja deh " ( 100ribu spend money from his wallet ) .Rudi : ( taking the money 100ribu quickly from hand Rukmam ) " This new money . Well now you may enter " .Rukmam : ( Kalas as he walked looked Rico ) "sorry , co ! ! I can not help this time . "Vera : "Sorry , this time I also can not help . "Abduh : " Rud , delish we apain ya boy on this one ? "Rudi : ( thinks for a moment ) " In ceburin schoolgirl wrote in a fish pond , streaked streaked out ntu in use charcoal and told to dance ballet in front of children . It's going to ntu really excited . Hahahahahahaah " ( laughing out loud )Abduh : " wkwkwkwk , execute okay bro . tumben otaklo dilute "Rico : "Wow , do deh rud . Then if I go home sick then how? I can be at my mom marahin heavily ? Forgive me duh ? "Abduh : " There is no mercy for you , basic barrel "Finally after heavily tricked Rico . Abduh and rudi instead of going to class but miss school . They go to the discotheque and use the money they get for earlier drinking . Until they were both drunk in the middle of the road . Kesedokan new day they come home each . Abduh was awaited from last night by his mother .Syaroffah mother : " Where you wrote , son , why just this morning you just go home ? "Abduh : " Come bu ga have dipikirin . I ngebahasnya lazy . "Syaroffah mother : "Well let's go now , you must be hungry , right? Mother had tuh siapin ntuh breakfast . Your favorite food . "Abduh : " Ga ah , Abduh was full anyway . Now Abduh ask for money instead? Only 500 thousand aja . I'm lazy at home mom who grumble ngeladeni continue mending friend Abduh went the same friends . Cepet already ? " ( Rough coax tone )Syaroffah mother : " 500 thousand you say ? Money of which the mother can kind of money. mother 's only an itinerant herbalist . "Abduh : " Anyway Abduh not want to know , now that money would Abduh . Hurry ? "Syaroffah mother : " Mother do not have that kind of money son? "Abduh : " No, mother pastii nyembunyiin something of Abduh . ( walking towards her room ) "Abduh plainly unload the entire contents of his mother's room . After a while it turns out she found a ring .Syaroffah mother : " Do not , do not you grab the ring boy , it is a relic ring when mom married your dad first . " (And seize )Abduh : " Argh .... Basic parents nag . Already Abduh wanted to go first . " ( Mendorang his mother to fall to the floor )Syaroffah mother : " Do not Abduh , do you sell your father 's ring relics of the deceased . Mother beg , beg mom son " ( chasing , crying )Abduh meinggalkan mother for granted. Ibuny like he does not know anymore . then he went to the market to sell the ring . Then he called rudi .Abduh : " Hello , rud . Loe what are you doing ? "Rudi : "I wrote lying down to sleep again , I 'm bored ga no work . "Abduh : " Nice if so , loe I now come to our discotheque drink drinking sepuasnnya there later . I wrote that mbayarin nyante anyway "Rudi : " Huh ... where loe money can buy me ? "Abduh : "I can , loe do a lot of snout . Loe cepet here . I loe already in front of the house . "Rudi : " Okay, boss "Eventually they went together to the disco until late at night . After a satisfying day at the discotheque end they both return to their respective homes . They go home with a drunken state . Abduh had Mutah several times . Similarly, the rudi . Syaroffah mother who saw her child turn into a stress- naughty like that . At that time he was still wearing mukena and still praying in his room .Abduh : " Mom ! ! ! ... Mom ! ! ! Abduh , maternal child home ya " ( come in and talk wandering drunk )Syaroffah mother : "You are why tho le ? How could you get drunk drunk it 's like "Abduh : " Agh .... Certainly captious , children at home instead of being chewed instead greeted by cheerful . Young people today are in ntu ga advise . Eh .. Mother Winsome mlulu hobby bu ... I'm bored . " ( bicar while angry )Syaroffah mother : " Astagfitullah .... Mention anything about kid . Now you bathe and change clothes there GIH ya ? Expires ntu do not forget 'Isha' , mothers have long pray you NEVER see ntuhi lag . "Abduh : " Ouch ! ! This mother , nag nag again ... again . Not bilangin yes ma'am , now ntu already changed the world , ga need prayer . The prayer can not datengain us money . Just a waste of time wrote . The poor like us then . AHG already ... of the mother listened bawelnya for mercy Abduh wanted to sleep once wrote . " ( Walking towards the room menclang menclong )Syaroffah mother : " Good heavens Abduh .... How could you change like this kid? Be careful if roads . Here let me help you mother came into the room . "Abduh : " aghr .... ( mendorang until his mother fell ) ga have meratiin snobs . Abduh can walk by myself . Abduh poor mothers do not need such mom . " ( Snaps )Abduh behavior is increasingly become so . He not only dared to go home with a hangover but now he has dared to take a girl out of the house to play . His mother was growing sicker . Until one day , came home after school Abduh wanted to ask for the money back to his mother . Rudi was in balakannya . How shocked he was when he saw a lot of people were gathered at his home .Rudi : " What the hell ntuh , why in the loe a lot of people . Cook one more person demo gara gara loe mother can not pay the mortgage debt ? "Abduh : " inconsequential loe aja ( pushing head rudi ) may be struggling mothers gathering times .. This wah ntuh good chance , I could have asked for more money than the mother gue.kalo so let's hurry us there "Once inside the house , amazement, he saw an old woman lying helpless in front of him . She gets hysterical when he learned that the woman was his mother . Abduh was in disbelief and walked over to his mother . He was kneeling in front of her mother's body and apologized for everything he had done . He finished crying .Abduh : " Sob ..... sob ..... bu ... bu ... why I'm sorry mother first left Abduh ? ... Abduh was unable to live alone . Bu .... Why should the mother die ... please forgive my mistakes this time ... bu ... during this Abduh was a rebellious child . Abduh Abduh Jaji this time will turn out to be a good boy and sholehah as she had wanted . " ( Sobbing )Rudi : "Please duh , that happens let go by .... " ( have not finished talking )Abduh : " argh ..... leave me alone . "Since then , Abduh and rudi changed completely , he never again make trouble in school . He became very quiet boy and studious . All his friends are so surprised . Abduh and rudi why change? But it turns out many of his friends who use it for revenge , especially Rico , Rukmam and Vera .Rico : " Cuih , school thugs turned out to be penitential yes , especially loe thugs like both . Of wind which can make both loe can repent like this "Vera : " At most, also tomorrow has become the most vicious thug anymore , but sure I is not going to be afraid anymore ama loe both . "Rukmam : " Shit , loe both willing to change . You do not want silly loe on . Ga I will believe forever be changed if both loe mendjai good boy . "Laila : " You people , how the hell ? They are willing to change even in the fun of this fun like this . The good intentions of people who hasunya in sukung You do not want even sunk in this fun fun kayak gene.syukur gratitude if he does not come back like it used to . "Vera : ( pushed shoulder Laila ) " Uh ... Loe ntu , so do not be a hypocrite girl deh , loe ntu actually also had a personal vendetta ama both of them right ? Ga have in lid cover like gene . Loe hypocrite ! "Abduh : "Come on Lil , do not you ignore them . They really deserve it, I did that wrong really. For that I want to apologize to all three of you for all that I've done to you ? "Laila : " But duh .... "Rudi : ' Abduh's true , I also want to apologize to all of you epada . Da kiita forgive you want it both ? We do not want no more animosity between us . "Rico : " I forgive you ? Never dreamed I loe aja deh duluminta sorry , kneeling instead loe aja abis kerjain abisan . Now loe both ama I apologize even without any guilt . Loe awful ! "Rukmam : " Bener , co ! I also really lazy forgive them , balikin first new loe money ... I apologize in front of me as he fell down , maybe I could forgive both loe "Vera : " Bener mam , I also ga willing to forgive them before we could reply to all they have done to the three of us . "Rico : " Already we went aja yuk , why do we need them both ngurus problems like people wrote less work . "Vera : " We wrote to a cafeteria yuk , I'm hungry nih "Rukman : " Come " ( moved away )Abduh : " Laila , why even mbelain I loe time the three of them insulted me . Instead we both are also often nyekitin loe heart ? "Rudi : " Yeah , why loe ga ngolok both of us . Yet loe ga if you want us to reply anyway . Please wrote ! "Laila : " Come on , do not you bring up the issue again , does so ago it was passed by itself . Anyway I have no grudges anymore ama why you two . I also took an even happy you could change like this . "Rudi : " Loe weve girl Lil baaik "Laila : " Do not be so " ( blush )One time , Abduh and rudi is determined to be the best student in the district as having the best UNAS . When friends of his friends knew , they laughed out loud .Rico : " Hahahaha ... so loe both determined tebaik want to be a county . Do not dream deh loe . I wrote ya y ? the smartest kid ever ngimpi schoolgirl ga like that , because it's something that is not possible . Loe 're both stupid as hell do not expect deh . "Rukmam : "I wrote ya y ? ga is learning every day to be sure of the best , ehh ... elo is still cupu so want to be the best . Conscious donk ? "Vera : " We wrote the official kids every day tutoring in some LBB sure ga se go big 5 - county . Elo rank who foolishly want to be the best . Wrote most most passed still possible . "Rudi : " Indeed we are from a class of children who can not afford , but remember it's an opportunity to come to anyone . If weve loe can , why can not we ? Ya can dunk . We're both eating rice can not cook anyway . "Rukmam : " Okay , so if we fight who is going to be the best . "Abduh : " Okay , I trimu challenge loe threes "Rico : "At least we do not fight they both need to learn can win , right ga ? "Vera : " Bener , ga have learned the most wins "To win this fight and Abduh rudi must study hard . But the problem is they do not have any money at all . Eventually they decided to go on the street singing and studying extra daylight in the evening .Abduh : " ( singing )Rudi : " The heat really duh , I'm strong again ya ga "Abduh : " Hold rud , to get the victory . "Rudi : " oke deh "When they 're singing in a black luxury car , they met withVera , Rukmam and Rico who turned pemilim of the black car .Rico : " huh ... it's true need not bother to learn fight you both . "Vera : "Yeah right , we wrote during the day so we would go les , eh loe both ngamen even in the middle of the road . Loe not know shame ? "Rico : " This I 've got money 100ribu for loe , it's free again while we kind? ya ( thrusting toward money 100ribuan rudi )Rudi : ( reaching out to take the money )Rico : Cuih ( spit right on hand rudi ) . Hahahahahahahaha eat my spit ntu "Vera & Rukmam : " hahahahahahahah , loe dead , like aja dikerjain )Rudi who had been tired out of control , he then headed toward Rico and when it will hit the red light turns green has changed . Rico and his friends managed to mealrikan themselves .Abduh : " Come rud , do you take heart . Let them feel that we have ever felt before . Now turns let us feel what they have felt before . So patiently wrote , okay ? "Rudi : " OK "After they both desperately looking for money to buy books , finally comes true . They studied hard every day . And in the end they become a district 's best students while Vera , Rukmam and Rico did not pass the national exam because too underestimated .Laila : " Congratulations y duh ? ( shake Abduh ) survived well yes rud ? ( shake rudi ) . Congratulations you have been selected as the best student a district . "Abduh : " Equally y Lil ! I would also love for elo ngucapin thinks that would accompany us during this study "Rudi : " Yeah Lil if for example y ? we do not have a friend like you maybe we can not be the best like this ? "Laila : " Alah , do not be too berlebiah juag friend's name we should help each other . "Abduh : " eh .. By the way lil g loe know where Rico , Vera Rukmam ma . "Laila : " em .... I think hell was there in the classroom , they seems sad after tau deh they do not pass "Rudi : " ... let them know Syukurin sense "Abduh : " What if we wrote to them , we entertain them . Pity them . "( Up in class )Abduh : " hi mam . "Rukmam : " Wat what loe threes come here ? Loe want to show off y because uadah winning fights so we want ngolok atoo loe - nglok in us because we did not pass the national exam ? "Abduh : " Ga anyway , I d Ateng here Just want ngajakinloe all eat in the cafeteria . Advance before you run out of moody continue anyway "Rico : " Erm ... well duh loe really care y ? y sory for my mistake to elo ma rudi . I err duh ... loe would forgive me , right? "Vera : "I also want to apologize to ya duh ? loe ma rud ? Loe both want to forgive me , right? "Rukmam : " sorry ya duh ! I 've accusing loe with a no no . I also want to apologize for all the wrong I go to elo ?Abduh : "We both want to really forgive loe threes , we also want to apologize for the first y first ? "Rico : " Yeah we 've maafin kok "Rudi : "Then for ngerayain this day , we went to the cafeteria let me treat ? "Abduh : " ayukkkk " ( together with small walking toward the cafeteria )Finally , they can live in harmony . Although previously there was a division among them .