Entri Populer

Sabtu, 01 Maret 2014

Materi Kelas XII Membaca Cepat



Pengertian membaca cepat 300-350 kata per menit
  • Membaca cepat adalah membaca dalam waktu yang singkat dengan tetap memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan.
  • Membaca cepat adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain (Soedarso, 2000:89)
Pengertian teks : Teks adalah ungkapan bahasa yang menurut isi, sintaksis, pragmatik merupakan                                      suatu kesatuan.
Pengertian ide pokok : Ide pokok adalah : Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok.
Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Nama lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.

Model membaca cepat

1. Model line by line
Model line by line atau sering disebut model garis per garis. Membaca model ini kata-kalimat dalam bahan bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir secara beurutan. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan yang relative baru (masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing .
2. Model Spiral
Membaca cepat Model Spiral. Ketika membaca kita tidak membaca seluruh isi bacaan, tetapi dibaca secara gigzag seperti spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita, sehingga kita mengimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.
3. Model Melingkar
Model melingkar atau mencari kata kunci. Di sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tetapi dicari kata kunci (key word). Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran si pembaca. Model ini biasanya digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan. Milsanya membaca Koran, ma jalah, dll.
Langkah-langkah membaca cepat
1. Langkah pertama adalah persiapan
  • Membaca judul. Judul ini kita coba menafsirkannya sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah kita alami.
  • Perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan.
2. Langkah kedua adalah pelaksanaan
  • Membaca cepat dengan menggunakan teknik scaning, skimming dan SQ3R.
  • Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi kita sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi buku.
Mengukur kecepatan membaca
  • Memahami kemampuan Anda dalam membaca dengan menggunakan rumus  kata per menit (kpm).
jumlah kata yang dibaca : waktu yang diperlukan (detik) x 60  =  kpm
contoh:  Jika Anda membaca teks sejumlah 1000 kata dalam waktu 5 menit, maka kecepatan membaca Anda sebagai berikut:
(1000 : 300) x 60 = 200 kata per menit






Latihan Pembelajaran
                                                                                  Membaca Bersuara
Kegiatan membaca bersuara yang paling sederhana yang pernah kita lakukan. Kita belajar melafalkan kalimat-kalimat sederhana dari suatu wacana sederhana pula. Kini sebagai guru, kita pun mengajarkan murid-murid kita membaca mulai dari jenis membaca bersuara.
Dalam belajar bahasa, kegiatan membaca bersuara sangat besar kontribusinya terhadap belajar berbicara. Melalui membaca bersuara murid balajar mengucapkan bunyi-bunyi bahasa yang dipelajarinya dengan benar.
Membaca bersuara pun tetap penting dilakukan oleh orang-orang yang menggeluti profesi tertentu. Seorang Presidan, Menteri, Direktur suatu institusi, penyiar televisi (misalnya) dituntut memiliki keterampilan membaca bersuara yang memadai. Pada pertemuan-pertemuan yang resmi tidak jarang seorang Presiden, Menteri, Direktur suatu institusi harus berpidato dengan menggunakan suatu naskah. Kemudian, seorang penyiar televisi ketika menyajikan siaran berita seringkali dilakukan dengan membaca naskah berita. Hal ini menuntut mereka menguasai keterampilan membaca bersuara yang memadai.
Anda mungkin pernah pula terlibat dalam kegiatan pementasan-pementasan baca puisi, cerpen, dan drama. Kegiatan-kegiatan tersebut sangat memerlukan penguasaan keterampilan membaca bersuara. Sehingga,  kegiatan membaca bersuara selalu dilakukan pada saat-saat latihan pementasan tersebut. 

Ø  Pembahasan
Ide pokoknya:
Paragraph 1      : “Kegiatan membaca bersuara paling sederhana yang  pernah kita lakukan”
Paragraph 2     : “kegiatan membaca bersuara sangat besar kontribusinya terhadap belajar       berbicara”
Paragraph 3     : “Membaca bersuara tetap penting dilakukan oleh orang-orang yang     menggeluti profesi tertentu”
Paragraph 4     : “kegiatan membaca bersuara selalu dilakukan pada saat-saat latihan pementasan”
Ø  Kata per menit
jumlah kata yang dibaca : waktu yang diperlukan (detik) x 60  =  kpm











 


                                         (169                 :      60) x 60 = 169 kpm

MENGEMUKAKAN SARAN PERBAIKAN TENTANG INFORMASI YANG DISAMPAIKAN



Merdeka.com - Jajaran Polda Riau menyita 60 ton kayu bulat kecil jenis bakau yang akan dikirim ke Malaysia, diduga tanpa surat-surat yang lengkap (ilegal). Kayu itu dibawa dengan menggunakan satu kapal motor, di Sungai Perumbi Desa Mantiasa Kecamatan Tebing Tinggi Barat kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (28/2).

          Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada merdeka.com, mengatakan saat kapal ditangkap, pemilik berhasil kabur melalui hutan.
       "Pelaku illegal logging tersebut menggunakan satu unit kapal motor dengan tonase 60 ton bermuatan kayu bulat kecil jenis bakau sejumlah 4.000 batang di Sungai Perumbi Desa Mantiasa Kecamatan Tebing Tinggi Barat," kata Guntur.
       Penangkapan ini, kata Guntur, dilakukan oleh gabungan Satreskrim, dan Sat Narkoba Polres Meranti dan tim dari Polisi Kehutanan (polhut). "Tim ini turun dengan menggunakan speedboat Dinas Kehutanan Meranti," ujar Guntur.
       Saat tim gabungan menyusuri aliran sungai ditemukanlah kapal motor ini dalam keadaan terikat. "Kapal itu dalam kondisi lego jangkar dan kamar mesin terkunci. Saat dilakukan pencarian, pemilik dan ABK (Anak Buah Kapal) tidak ditemukan. Kita menduga mereka sudah lari ke hutan," jelas Guntur.
       Informasi yang diperoleh polisi, sambung Guntur, pemilik kapal motor dan kayu tersebut adalah warga Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat. "Diduga kayu tersebut akan diseludupkan ke negara tetangga Malaysia," ungkap Guntur.
       Selanjutnya, polisi mengamankan kapal beserta kayu untuk proses lebih lanjut."Saat ini kami sedang berusaha mengevakuasi Kapal tersebut untuk dibawa ke Selat Panjang, karena kondisi di perairan sedang air pasang dan menunggu juru mudi datang dari Desa Bantar," pungkas Guntur.


Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.
Saran adalah pendapat, usul, Anjuran yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.
       Saran dikemukakan agar terjadi perbaikan atau peningkatan dari keadaan semula.
Saran sebaiknya diajukan berdasarkan fakta atau data yang ada agar tepat sasaran dan yang diberi saran bersedia dengan senang hati mempertimbangkan dan melaksanakannya.
       Saran disertai dengan rasional/alasan yang mendukung untuk meyakinkan kebenaran usulan yang kita berikan.
Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli,sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangaan asli secara proporsional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat atau secara efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat.

Saran perbaikan:Seharusnya razia-razia terhadap pembalakan liar tersebut harus sering dilakukan,dan serta ditampilkan sanksi-sanki bagi pelakunya.dan razia seperti itu juga harus ditiru oleh daerah-daerah lainnya.sehingga dapat menimalisir kegiatan illegal loging yang sangat merugikan Negara.
Ringkasan: polisi wilayah provinsi riau, mengadakan razia dan menyita 60 ton kayu bulat kecil jenis bakau yang akan dikirim ke Malaysia, diduga tanpa surat-surat yang lengkap (ilegal).razia tersebut dilakukan oleh, dilakukan oleh gabungan Satreskrim, dan Sat Narkoba Polres Meranti dan tim dari Polisi Kehutanan (polhut).hingga saat ini masih dilakukan pencarian, pemilik dan ABK (Anak Buah Kapal) tidak ditemukan. diduga mereka lari ke hutan.

Materi kelas XII Kritik



KRITIK

A.    Pengertian Kritik
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997 : 531 ), disebutkan kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Selain itu, menurut Sutopo (2011) kritik merupakan analisis secara langsung dengan mempertimbangkan baik buruknya suatu karya, penerangan, dan penghakiman karya. Kritik meliputi tiga bidang, yaitu teori dan sejarah.

B.   Ciri-ciri Kritik
1)     Bertujuan menilai karya.
2)    Penilaian didasarkan pada kriteria tertentu.
  3)    Mengungkapkan kelebihan dan kekurangan karya yang      dikritik.
4)    Terdapat kesimpulan penilaian kritikus terhadap karya         yang dikritik

C.    Prinsip-prinsip Penulisan Kritik
1) penulis harus secara terbuka mengemukakan dari sisi mana dia menilai karya sastra tersebut
     2) penulis harus objektif dalam menilai
3) penulis harus menyertakan bukti dari teks yang dikritiknya

D.    Contoh Kritik

Sinopsis Cerpen Ibu Karangan AA.Navis
Cerpen ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang ibu dan anak-anaknya dengan pengorbanan, kegigihan, kesabaran. Seorang Ibu yang membesarkan dan mendidik anak-anaknya hingga dewasa dan berumah tangga dan anak- anak yang bekerja keras untuk membiayai perawatan ibunya yang sakit. Banyak cobaaan yang harus dihadapi keluarga ini terutama masalah kesulitan ekonomi. Sinopsisnya seperti berikut ini.
Ibu sangat menyayangi kami, anak-anaknya. Selamanya berat hati ibu jika berpisah dengan kami atau salah seorang dari kami. Selamanya ibu berusaha agar kami tetap hidup sekumpul. Juga selamanya ibu menjaga api kegembiraan dalam tungku hidup kami. Hingga kami selamanya merasakan bahwa  surga adalah dikaki ibu.
Akan tetapi, tak lama kemudian, kedua belah kaki ibu dengan tiba-tiba saja tak dapat digerakkannya lagi. Ibu harus tinggal di tempat tidur. Dan kalau ibu mau keluar, kami papah bersama-sama. Rupanya akhir hidupnya dimulai dengan sakit seperti itu. Kami semuanya jadi sedih, jadi cemas..
Ibu memang sudah merasai sekali dalam hidupnya mestinya anak ibu empat belas. Tapi dua kali keguguran. Dan dua kali pula kehilangan anaknya ketika masih kecil. jadi, kami bersaudara sepuluh orang sekarang. Akulah yang tertua..
Sakit ibu berlarut-larut. Ketika ibu mulai sakit, aku panggil  dokter. Dokter pada masa itu tak mau dipanggil ke rumah. Ia hanya menanyakan apa penyakit ibu, lalu diberinya beberapa macam obat yang diracik sendiri. Sementara itu, di rumah ibu berkeras hati untuk berlatih berjalan. Kami berdua memapahnya. Ibu mengangkat kakinya selangkah demi selangkah berkeliling kamar. Tapi yang sebenarnya kaki ibu tidak mampu digerakkannya lagi. Kadang-kadang ibu minta ditidurkan diruang tengah, agar ibu dapat melihat isi dari sebuah rumah tangga. Kadang-kadang ibu minta ditidurkan di langkan dapur,sambil bersandar ke bantal yang ditinggikan,
Akhirnya, masa krisis ibu sampai di puncaknya. Semua orang sudah kehilangan akal. Sanak keluarga telah ramai berdatangan dari berbagai kota dan kampung. Ada yang mengaji terus menerus dengan berganti-ganti, ada yang membisikan kalimat syahadat ke telinga ibu. Semua adikku telah merah dan sembab matanya, terutama yang perempuan. Beberapa kerabat yang terdekat pun demikian. Kesedihan mereka itu mengobati hatiku yang sedih. Tapi aku sama sekali tidak menunjukan kesedihanku dengan sepatutnya. Karena aku telah rela kalau ibu meninggalkan kami dalam tempo yang singkat.
Aku tak rela sungguh-sungguh di tinggalkan ibu. Keliaran perasaan dan pikiranku terhadap takdir,  kucoba menjinakkannya dengan melumpuhkan otak dan hatiku dengan mengalihkan perhatianku ke soal lain.
Dan ketika raungan rapat tangis diatas rumah telah berderai demikian kerasnya, aku tahu sudah bahwa waktu ibu telah sampai. Aku tak mengucapkan apa-apa, karena otak dan hatiku telah kosong. Aku tak berlari mendapati ibu yang tak bernyawa lagi itu. Aku hanya pergi menjauhkan diriku kemana saja kakiku mau membawanya agar aku bisa terhindar dari segala yang menekan hatiku oleh kedukaan sebab kehilangan ibu. Kalau kedukaan itu menyelinap juga kedalam hatiku, kucoba membujuknya dengan mengatakan,”ibu lebih baik lekas meninggal, daripada menderita lebih lama.”
Tak setitik pun air mataku kubiarkan keluar. Malah setiap kenalan yang kujumpai dijalan, aku masih bisa tersenyum manis padanya. Tapi ketika kubur itu sudah mulai ditimbuni orang, air mataku tak tertahankan lagi. Dadaku yang sesak menahan tangis terasa mulai lapang. Tapi hatiku masih hampa dan otakku kosong. Dan ketika itu, di pusara itu, aku tidak tahu apa yang hendak kulakukan diatas kubur ibu. Mungkin ibu akan berguling-guling di atasnya, sebagai protes kepada takdir bahwa ibuku terlalu lekas nyawanya diambil. Tapi aku hanya sebentar bisa berdiri merenungi kubur ibu, lalu aku barkata dalam hatiku,”Selamat berbahagialah, Ibu.” Lalu aku pergi cepat-cepat tanpa berpaling. Melarikan dukaku.

Kritik
Cerpen “ibu” karya AA. Navis ini memang sebuah sastra (cerpen) yang menarik dan baik. Hal ini dapat dilihat dari unsur-unsur intrinsik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
 Adapun hasil analisisnya sebagai berikut.

1. Unsur-unsur Intrinsik
a. Tema
Tema atau pokok persoalan cerpen “Ibu” adalah kisah tentang perjalanan hidup sebuah keluarga dengan pengorbanan, kegigihan, kesabaran. Seorang Ibu yang membesarkan dan mendidik anak-anaknya hingga dewasa dan berumah tangga dan anak- anak yang bekerja keras untuk membiayai perawatan ibunya yang sakit.
b. Amanat
a)  Jadi lah anak yang berbakti kepada orang tua seperti yang  dilakukan oleh tokoh aku dan saudaranya.
b) Jika menjadi orang tua contoh lah seperti tokoh ibu, yang selalu menyayangi, melindungi, selalu berkorban, sabar, tabah, dan bekerja keras demi kebahagian anaknya.
c) Jangan mencontoh watak dari tokoh dokter rumah sakit yang tidak mau membantu sesama dan selalu mementingkan keuntungan saja jika menolong orang lain. Contohlah watak dari tokoh dokter bedah yang rela berkorban serta bijaksana dalam menyikapi masalah orang lain.
d)           Jangan berbuat seperti tokoh aku yang tidak dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya, pada saat ibunya sakit dan ia hendak membelikan ibunya obat namun ia mengambil langkah dengan menggelapkan uang organisasi yang membuat orang lain tidak percaya lagi dan menjahui dirinya.
c. Latar
Latar yang ada dalam cerpen ini adalah latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.
d. Alur
Alur cerpen ini adalah alur campuran karena rangkaian Peristiwa/urutannya terkadang menceritakan masa mendatang(maju) dan terkadang menceritakan masa lampau (mundur)
e. Penokohan
Tokoh dalam cerpen ini ada 9 orang, yaitu tokoh Aku, Ibu, Adik tertua, Adik perempuan, adik ke empat, adik kelima, adik terkecil, Dokter Rumah Sakit dan Dokter bedah.

2.      Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen ini.

1)      Nilai moral
Aku hanya pergi menjauhkan diriku kemana saja kakiku mau membawanya agar aku bisa terhindar dari segala yang menekan hatiku oleh kedukaan sebab kehilangan ibu
             
2)      Nilai tanggung jawab
.                       Seorang Ibu yang membesarkan dan mendidik anak-anaknya hingga dewasa dan berumah tangga dan anak- anak yang bekerja keras untuk membiayai perawatan ibunya yang sakit.

3)      Nilai kepribadian
                   “Tapi aku sama sekali tidak menunjukan kesedihanku dengan sepatutnya. Karena aku telah rela kalau ibu meninggalkan kami dalam tempo yang singkat”

4)      Nilai keagamaan (religi)
              Ada yang mengaji terus menerus dengan berganti-ganti, ada yang membisikan kalimat syahadat ke telinga ibu.