Pengertian membaca cepat 300-350 kata per
menit
- Membaca cepat adalah membaca dalam waktu yang singkat dengan tetap memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan.
- Membaca cepat adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain (Soedarso, 2000:89)
Pengertian teks : Teks adalah ungkapan
bahasa yang menurut isi, sintaksis, pragmatik merupakan
suatu kesatuan.
Pengertian ide pokok : Ide pokok adalah : Ide pokok adalah ide/gagasan yang
menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat
utama. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu
paragraf hanya ada satu ide pokok.
Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide
pokok paragraf. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam
paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Nama lain untuk
kalimat utama adalah kalimat topik.
Model membaca cepat
1.
Model line by line
Model line by line atau sering disebut model
garis per garis. Membaca model ini kata-kalimat dalam bahan bacaan dibaca
secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir secara beurutan.
Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan
yang relative baru (masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau
istilah asing .
2.
Model Spiral
Membaca cepat Model Spiral. Ketika membaca
kita tidak membaca seluruh isi bacaan, tetapi dibaca secara gigzag seperti
spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran
kita, sehingga kita mengimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.
3.
Model Melingkar
Model melingkar atau mencari kata kunci. Di
sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tetapi dicari kata
kunci (key word). Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan
dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran si pembaca. Model ini biasanya
digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan. Milsanya membaca Koran,
ma jalah, dll.
Langkah-langkah membaca cepat
1.
Langkah pertama adalah persiapan
- Membaca judul. Judul ini kita coba menafsirkannya sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah kita alami.
- Perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan.
2.
Langkah kedua adalah pelaksanaan
- Membaca cepat dengan menggunakan teknik scaning, skimming dan SQ3R.
- Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi kita sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi buku.
Mengukur kecepatan membaca
- Memahami kemampuan Anda dalam membaca dengan menggunakan rumus kata per menit (kpm).
jumlah
kata yang dibaca : waktu yang diperlukan (detik) x 60 = kpm
contoh:
Jika Anda membaca teks sejumlah 1000 kata dalam waktu 5 menit, maka kecepatan
membaca Anda sebagai berikut:
(1000
: 300) x 60 = 200 kata per menit
Latihan Pembelajaran
Membaca
Bersuara
Kegiatan membaca bersuara yang paling sederhana yang pernah
kita lakukan. Kita belajar melafalkan kalimat-kalimat sederhana dari suatu
wacana sederhana pula. Kini sebagai guru, kita pun mengajarkan murid-murid kita
membaca mulai dari jenis membaca bersuara.
Dalam belajar bahasa, kegiatan membaca bersuara sangat besar
kontribusinya terhadap belajar berbicara. Melalui membaca bersuara murid
balajar mengucapkan bunyi-bunyi bahasa yang dipelajarinya dengan benar.
Membaca bersuara pun tetap penting dilakukan oleh
orang-orang yang menggeluti profesi tertentu. Seorang Presidan, Menteri,
Direktur suatu institusi, penyiar televisi (misalnya) dituntut memiliki
keterampilan membaca bersuara yang memadai. Pada pertemuan-pertemuan yang resmi
tidak jarang seorang Presiden, Menteri, Direktur suatu institusi harus
berpidato dengan menggunakan suatu naskah. Kemudian, seorang penyiar televisi
ketika menyajikan siaran berita seringkali dilakukan dengan membaca naskah
berita. Hal ini menuntut mereka menguasai keterampilan membaca bersuara yang
memadai.
Anda mungkin pernah pula terlibat dalam kegiatan
pementasan-pementasan baca puisi, cerpen, dan drama. Kegiatan-kegiatan tersebut
sangat memerlukan penguasaan keterampilan membaca bersuara. Sehingga, kegiatan membaca bersuara selalu dilakukan
pada saat-saat latihan pementasan tersebut.
Ø Pembahasan
Ide
pokoknya:
Paragraph 1 :
“Kegiatan membaca bersuara paling
sederhana yang pernah kita lakukan”
Paragraph 2 : “kegiatan membaca bersuara sangat besar kontribusinya terhadap
belajar berbicara”
Paragraph 3 : “Membaca bersuara tetap penting dilakukan oleh orang-orang
yang menggeluti profesi tertentu”
Paragraph 4 : “kegiatan
membaca bersuara selalu dilakukan pada saat-saat latihan pementasan”
Ø
Kata per menit
jumlah kata yang dibaca : waktu yang
diperlukan (detik) x 60 = kpm
(169 : 60)
x 60 = 169 kpm