Entri Populer

Sabtu, 26 Oktober 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part4

   Sejenak padol pun berhenti untuk memikirkan karin lagi, karena ada sebuah hidangan spesial yg menyadarkannya tentang ilusi akan karinnya tadi. Soto semangkuk ini memang tak asing bagi padol, memang dia sering menjadi langganan dikantin si ayuk ini. Alasan ia menjadi langganan si ayuk karena ialah juru kunci pintu kucing andaikan ia terlalu menikmati mandi paginya hingga akhirnya terlambat. Makan padol agak lain hari ini, ia agak merasa ada kurang dari bumbu si ayuk seperti garam yg kurang atau kurang air kuahnya.
   Namun padol yg mungkin dari tadi memimpikan karin duduk disebelahnya membenarkan bahwa soto ini ada yg salah, ia coba rasakan lagi dan memang ada yg salah. Ternyata yg ia makan bukan soto, melainkan mi rebus -_-

       "Yuk! Tadi pesan soto bukan mi rebus ayuk...!!"
       "Iy emang itu soto yg ayuk kasih tadi padol...!!"
       "Nah jadi mi rebus tadi yg punya...?"
       "Huahaahuaaa makkkk, mi aku dimakan abg tu makk..."

   Ternyata mi tadi punya anak ayuk, gina yg sedang memakai kaos kaki dan anehnya gimana bisa fadol mengambil makanan yg bukan haknya? Padol terlalu dak sadar bahwa dirinya sedang ada dikantin sehingga salah ambil hak orang lain, sekarang adalah perkaranya ia harus menenangkan anak si ayuk yg terlanjur meraung menangis. Untungnya si ayuk cukup lihai mengambil hati si gina, hanya dengan sedikit makanan lagi yaitu risol.

        "Gina heeh, gak boleh nangis! Abang tadi cuman nyicip dikit mi gina ada racunnya apa gak, nah tambah risol makannya udah jangan nangis..."
        "huu.. huu... muka abang itu aja udah mirip racun ma, kenapa dia makan racub juga lagi maa... huhuu, aku sumpahin kau keracunan bang... huu"
        "Maap ya dek, udah biarlah abang keracunan asal adek gak keracunan"
        "Udah udah gina, iya abang ini udah keracunan dari tadi"

   Emang betul apa yg dikatakan si ayuk, padol sudah keracunan. Keracunan pikiran tentang karin sampai ia tak mampu lagi membedakan mana yg hak dan bukan haknya untuk dimakan, dan juga apa yg akan ia lakukan lagi setelah makan soto itu ia agak sulit untuk bayangkan. Apakah ia akan mendekat menuju karin atau tetap dalam kantin atau pulang atau kerja lagi? Ini memang betul-betul membingungkan...
   Sekarang sekeruh apapun kedepan ia harus tetap sejernih sekarang, ia harus habiskan soto itu karena dari tadi ia sangat keras bekerja. Agar tenaga dan energinya juga kambuh kembali, dan syukurnya anak si ayuk tadi sudah berhenti menangis hanya seharga risol, memang sih risolnya enak. Padol keliatannya sangat menikmati soto itu, sekali dilihat sepertinya memang ia sangat kelaparan sebenarnya.
   Cukup menghabiskan beberapa menit untuk padol menghabiskan soto itu, sambil menurunkan nasi padol berjalan mengambil remote tv dan menghidupkan tv kantin. Setelah mengacak-acak channel ia mampir dichannel yg aneh bagi orang seumurannya, global tv-spongebob -_- iya sih padol suka dgn spongebob sejak dulu dan saking terobsesinya, ia pernah mewarnai tubuhnya sampai kuning dgn pisang *drama* dan selalu menariknya hidungnya untuk menyamai hidung spongebob *sebenernya ngebersihin komedo*
   Namun sepertinya pilihan tentang menonton spongebob agak salah, anak tadi si gina malah stay on sebelah padol dan sepertinya episode yg sedang ia saksikan sudah berulang kali. Memang sekarang jika ada acara cukup tinggi ratingnya akan diputar seperti halnya bumi yg hanya berputar pada porosnya tanpa mengitari poros lainnya, atau memang bumi tugasnya hanya itu? Sebetulnya padol ingin menganti channel tersebut tapi si gina sudah terpaku sebenarnya-benarnya terpaku akan hal yg memang benar-benar anak kecil gemari yaitu kartun berlaga idiot.
   Ini sudah sangat menganggu mood padol, tak sanggup lagi ia melihat spongebob berjoget-joget koreografi seprti sabun cucian piring. Ia coba tukar ke channel lain perlahan memang gina tak sadar namun setelah beberapa saat gina meraung lagi dan ini sih agaknya memang kesalahan padol keseluruhannya, sampai-sampai kursi yg gina duduki ia tendang dan juga hampir mengenai posisi padol.

       "Maaakkk...!! Maaakkk...!!! Abg ni nakal nian makk, makk huaaahaahaahuahhaa"
       "Ndak gina, aduhh kita tukar kartun lain, eee... lebih seru pokoknya, bentar-bentar"
       "Huahaahaa tapi kartun apa huahaha huhuuu"
       "Iya-iya kita nonton dora..."
   
   Entah apa yg dipikirkan padol yg secara otomatis menyebut dora sebagai sasaran lainnya, padahal ia tahu bahwa kartun dora sudah hilang selama ini. Nah sekarang bagaimana padol harus mencari kemana channel tv yg menanyangkan kartun dora? Jujur dia bingung, sementara gina sangat setia melihat padol mengacak-acak channel dari tadi. Sudah hampir habis channel yg ia kenal namun tak ada juga yg namanya dora keluar, dan channel terakhir pun yg ia lihat tak juga melihatkan tanda-tanda adanya dora akan keluar.

       "Abg mana doranya? Lama amat sih...?"
       "Bentar, kayaknya lagi iklan ni gina..."
       "Cepatlah abang, agek aku kadu mak aku lagi kau bang...!"
       "Ih dikit-dikit ngadu ke mak, dasar anak kecil..."
       "Huaaahuuhuuaaa maakkk abang buto ijo ni jahat nian makk... maakk... huaahuuhuuaaa"

   Inilah kesalahan mendasar padol, mengapa ia harus berdebat dgn anak kecil dan untungnnya pun kelihatannya malah jadi kesengsaraan baginya. Padol hanya kesal saja melihat gina ini yg sedikit-sedikit menangis, apa harus ia lari keluar dari kantin? Sepertinya lari merupakan pilihan terbaik saat itu, ketika si ayuk sedang tidak didepan melainkan si ayuk ada dibelakang. Ya sudah, tanpa perlu pemanasan ia pun berlari keluar tanpa ada rasa bersalah telah membuat dosa pagi itu.
   Dia juga kaget, setelah ia keluar ternyata orang sudah cukup banyak datang. Para tamu telah hadir semua, sepertinya acara akan dimulai. MC telah naik diatas panggung dan berdiri sejajar dgn mikrofon, semua bangku keliatannya sudah mulai terlihat terisi. Padol melihat area sekitar, mencari kedudukan kordinat yg sesuai untuk mengatur jarak dari penglihatan karin. Ia ingin melihat karin sepenuhnya hari itu tanpa karin sadari, dan terlihat ada bangku yg pas untuk misinya itu.
   Jaraknya sekitar sepuluh meter, dan terlihat juga karin sedang sibuk dgn teman-temannya dan hanya saja ia agak sedikit diam dan merenggut. Tak biasanya karin diam seperti itu, dan padol memiliki pandangan ada sesuatu yg harus diselesaikan. Tapi bagaimana caranya ia untuk menanyakan apa hal yg terjadi pada karin, ia juga tak mungkin duduk disebelah karin namun bisa jadi sih ia kesana dan duduk sebelah karin dan dilanjutkan dgn pertanyaan mengapa dan apa yg terjadi dgn karin?
   Padol masih belum bernyali untuk melakukan hal seperti ide tadi, dia masih terlalu lugu untuk berdekatan dgn cara seperti itu. Terakhir kali ia bicara seperti itu dia keringat dingin sampai semua badannya seperti mengigil malaria, paling cara terampuh selama ini ia lakukan hanyalah sms atau bbm. Nah itu dia! sms, dia tahu caranya dan juga karin sedang terlihat memegang hpnya. Oke dia ketik sms seperti biasanya...
   "Pagi Karin, knp mukanya gitu sih...? Padahal kan ini farewell, gak bole gitulah" dan oke sms terkirim, ini siapa sih yg malu apa si padol atau bagaimana? Jarak kurang lebih sepuluh meter ia bisa temui langsung malah sms, masalahnya sekarang adalah ternyata sms tadi tak terkirim dan padol mencoba untuk mengirimnya berulang waktu namun tetap sms tak direstui untuk terkirim.
   Padol ingat yg terjadi semalam, hapenya hilang seperti kemalingan dan ternyata setelah ia cari kemana-mana dipinjem ibunya nelpon saudaranya yg akan nikah minggu depan. Coba padol ingat sisa pulsa terakhirnya dan ia pikir untuk sms pasti masih tersisa, untuk pemastian itu ia pun meng-cek pulsanya dgn mengunakan *815# *maklum, operator luar negeri, tepatnya timor leste* Ternyata pulsanya sakarul maut, sekitar puluhan rupiah yg tersisa dan gagal juga usaha padol kali itu...

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar