Entri Populer

Kamis, 17 Oktober 2013

PeDekate tapi LDR #part1

   Perpisahan memang tercipta untuk semua manusia, tanpa terkecuali Padol. Setelah kakak kelas yg ia targetkan selama ini harus pergi untuk kuliah ke Provinsi lain, dan moment terakhir ia bersama kakak kelas itu saat diperpisahan SMA. Disana ia melihat sosok karin yg sebenarnya ia inginkan, cantik didalam kesederhanaan batik emas yg memukau dengan kemilau dan padol hanya bisa menyaksikan dari kejauhan ya sekitar 5 meter. Padol hanya terpukau membeku melihat apa yg ia lihat.

       "Knplah baru sekarang karin tampil secantik ini..."

 Karena pernah ada yang bilang semua akan terasa indah saat akhir-akhir carita *lihat sinetron*. Tapi, ini bukan cerita akhir dari mereka berdua. Melainkan awal yg akan menekan habis-habisan padol dalam keadaan yg terpisah jauhnya, tapi juga Padol telah bertekad untuk membuktikan kebulatan kesetiaannya hanya untuk karin seorang *Mulai melebai*
   Dari perpisahan itu, barulah Padol sadar suatu kesalahanya, mengapa tak sedari dulu ia perjuangkan masa-masa pendekatan ini. Mengapa baru 2 malam ini ia beranikan dirinya untuk mengatakan, bahwa rasa yang ia miliki hanya ada karin untuk memiliki itu. Diperpisahan itu ia hanya melihat melihat karin dari jarak yang aman.
   Mungkin memang waktu yg hanya bisa membuktikan bahwa memang apa yg dirasakan padol ini benar, adanya jika karinlah yg ia inginkan selama ini. Akhirnya padol tersadar juga dari lamunannya yg sangat membuatnya terbang karena suara bentakan ketua panitia untuk memintanya melakukan sesuatu.

       "Melamun be Padol...! Banyak orang belum dapat kupon coy...! Bagikan kupon didalam tu !" suara bentakan ketua panitia Hotpin, melihat Padol yg dari tadi terdiam.
       "Oke bos ! mana yg belum disuap kupon...?" padol mengiyakan titas hotpin
       "Kelas satu semua belum, mirip anak ayam dari tadi. Cepat bagi, hancur acara! makanan snack untuk hari ini belum sampai..."
       "Snack gak ada kupon mau dibagi juga bos? pas orang mau nuker balik ni kupon mau dikasih apa bos? angin? debu?" pertanyaan paling freak disaat situasi seperti ini
       "Eh cucian loundry ! bagikan aja dululah, ntaran tiba juga snacknya" hardik hotpin

   Muka kurang iklas dibentuk oleh padol, harus bagi-bagi kupon kesemua anak ayam *eh, anak kelas satu*. Sebenarnya padol menunggu karin sejak tadi untuk menegurnya atau setidaknya melayangkan senyum meriah agar ia semangat untuk menjalani hari itu.
   Dengan membawa seongok kupon dalam kantong hitam, mulailah ia membagi-bagikan kupon "selamat makan siang" untuk para kelas 1. Kepusingan padol mulai bermunculan, ia sulit mencari muka-muka anak kelas 1 karena adanya yg ia temukan hanya wajah prematur tapi jengot telah tertanam hitam. Ternyata ia sadar bahwa ia ada dikalangan anak kelas 3 yang ia anggap semua mirip kuli bangunan depan sekolah, rata dengan kumis.
     
       "Bang, rombongan kelas 1 dimana ya bang...?" bingung padol
       "Ndak tahu abang, emang kau bagi-bagi apa...?" timpal simuka tua kelas 3 itu
       "Bagi kupon bg" debat padol
       "Kurban masih lama coy, emang orang mana yg kurban...?" tambah aneh raut padol
       "Bukan... bukan bang, kupon untuk makan ntar siang bang..." sejelas mungkin padol mencoba melerai pertanyaan abang-abang tua itu
       "Ohh.... Jelasin betul-betul makanya !" Wajah tukang kepo memang terlihat dari abang tersebut
       "Abang juga sotoylah..." Hina padol
       "Asuu.. dahlah, pulang kau sana...!"

   Dengan usiran kasar nan kepo para abang-abang tadi, padol berjalan menyusuri setiap seluruh sudut sma. Akhirnya ia menemukan kumpulan kelas satu yg sedang bersiap kelapangan, mereka ternyata dikelas masing-masing karena sebagian masih segan dan malu untuk bergumul dalam kumpulan senior-seniornya, setidaknya ini yg terjadi.

       "Nah kupon untuk ntar siang..."
       "YaAllah abang, terimakasih abang.. ini untuk kami semua kan bang...?"
       "Enak perutmu coy, yang ada kalau kau makan ni semua kupon kau daire!"
       "Bukan kupon juga kalii bg yg kami makan"
       "Maksud abang juga bukan kupon boy! tapi semua snack basi nii...!!"
       "Basi bang...? Jadi kami bayar mahal-mahal cuman untuk makan snack basi ini bang...? Ambil bang, bawa pulang lagi bang, makasih sebelumnya bang"
       "Pakek otak cupu! basi artinya mainstream...!!"
       "Main apa bang...?"
       "Pakek kuping dengar orang ngomong cupu...!"
       "Tadi abang bilang pakek otak gak sih...?"
       "Asuu... dahlah, bagikan ni kupon kesemua kelasmu !''
       "Tapi kami dak mau dituntut kalau ada orang yang keracunan nanti bg, kami masih mau sekolah, kami masih muda untuk masuk penjara bang"
       "Bocah! Santai! yang ada juga sekolah yg dituntut kalau ada yg keracunan, bukan kau bocah cupu...!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar