Disudut sepi pinggiran labor, padol mengambil acara untuk beristirahat dgn tubuhnya sejenak. Sebenarnya juga agak berusaha bersembunyi untuk pemanggilan tugas lagi oleh hotpin yg memang dari tadi dibuat sibuk dgn tittle ketua panitianya, semua sepertinya harus ia harus kendalikan. Padahal seharusnya ia hanya bersantai lega disebuah kursi atau mengendalikan semua itu? Memang agak sulit untuk membiarkan acara tanpa ada seseorang seperti hotpin yg memang terlihat sudah mempuni untuk mengendalikan itu semua, haha mungkin memang takdirnya untuk memimpin.
Sementara adi yg dari tadi berduaan dgn motornya akhirnya harus berpindah hati ke bagian ruangan konsumsi, mengatur bagian ini membuat lendir terus mencerna liur kawan apalagi adi memang belum sarapan nampaknya. Dgn sedikit acting ia manipulasi pikiran anggotanya, ia tipu dgn nian hanya mencicip kurang 2kue dan ternyata lebih dari 5kue. Ternyata tak sampai disitu, berlanjut sampai hampir beberapa puluh belasan kue, namun ia lupa akan satu hal akibat ini semua.
Kalau ada makan, pasti ada minum. Ini yg ia lupakan untuk dibeli oleh padol tadi, seketika muka adi berkerut berubah masam. Serasa tak mungkin lagi ia akan menitah perintah lagi kepada padol yg hampir pingsan membawa snack sebanyak tadi, namun siapa lagi orang harus ia suruh kalau tidak padol? Ya mungkin tak ada lagi pilihan terakhir selain anak itu
"Padol, ada yg lupa nah... Kita gak ada minum untuk tamu, bisa kan beli?"
"Bos cari anggota lain ya bos, jujur letih ampun nah..."
"Kalau minuman berapa ya harganya sekardus, yaa gelasan gitu berapa?"
"Paling 20rb bos..."
"Beli 2kardus nah, ni 50rb"
"Ahh.. 10rb mana mempan bos boss..."
"60rb nah, dah cabut sekarang!"
Dgn sekilat petir padol tegak menyambar uang yg ada ditangan kanan adi, lalu lari keluar sekolah mencari toserba ato toko apapun yg menyediakan 2kardusan minuman mineral, ia ingat depan smanya ada toko agak besaran dikit dari toserba dan coba ia kesana, masalahnya sekarang bukan motor adi yg mogok lagi ataupun jarak ke toko tersebut jutaan kilo centimeter. Tapi, bagaimana ia keluar dari area sekolahan yang mana pintu depan sudah dikunci atau bisa dikatakan begitu karena akses untuk sudah tak bisa lagi. Bayangkan saja dari awal pagi hanya ada motor yg masuk area perpisahan dan sudah terbayang di padol itu tak mungkin dilalui.
Atau mungkin dia melompati pagar lagi seperti halnya ia melompati pagar sewaktu ia terlambat kemarin, ia terpaksa lompat karena hanya ulangan mtk yg sudah mulai pagi itu. Mungkin jika ulangan mtk saat itu dia lebih memilih pulang atau nangis minta satpam membukakan pagar untuknya, atau kemanalah gitu yg penting ia bisa menghabiskan sisa hari itu. Oke, padol dapat cara yg mungkin sedikit mudahan yaitu lewat pintu belakang deket kantin mas. Mungkin cuma itu cara yg tersisa baginya, atau dia harus melayangkan uang 20rb yg akan dia dapat. Lumayan 20rb bisa burger atau sekedar beli parfum? haha...
"Mas numpang lewat pintu kucing, mau beli air mineral gelasan..."
"Siapa nyuruh...? Mau pulang kau hah?"
"Itu mas untuk minuman tamu nggak ada, sumpah kesambar kuah gulai mas gak bakalan pulang"
"Iya tapi yg suruh kau beli minuman itu siapa tutup kecap...?"
"Ituuu... ibu sapa sih namanya yg ngajar anak kelas... ahh lupa kenalan tadi mas jujur..."
"Sapa dulu baru boleh lewat"
"Mas ini boleh lewat gak sih susah amat mirip nyambung ekor cicak aja sih, itu yg nyuruh ibu guru"
"Eh cicak hangus! namanya yg aku tanya!"
"YaAllah mas, itu ibuknya, ituhh liat? namanya ibuk Misrita... udah udah, kasih jalanlah mau jalan juga ini nah, waktuu waktuu..."
"Cepetan dikit kau, buat kerjaan bener-bener gak ada gunanya"
Lolos juga padol dari masalah terkaman apalah tadi, sekarang ia harus memutar cukup jauh toko depan tadi. Dia telah menetapkan untuk berjalan saja dari pada kurang-kurang gak jelas, lagian cuman keringat ya keringat kan sehat juga coy. Ditoko tertuju ternyata memang ada minuman gelasan tadi, dan ternyata harganya juga 18rb, ya untung 4rb padol. Namun, perkaranya mungkinkah ia bawa 2dus sekali angkut? tak ada pilihan lain selain dirinya membawa satu persatu.
Diawali dgn 1kardus, ternyata susah juga membawanya ke sma lagi dan ini susah sekali harus menyebrang jalan pula. Hampir sampai padol dekat pintu kucing tadi yg ia lewati, dan ternyata terkunci. Tapi ia tak habis pikir, ia letakkan dulu dus itu dekat pintu dan pergi mengambil satu kardus lainnya dan singkat cerita ia telah membawa 2dus didepan pintu kucing tadi namun pintu belum bisa dibuka juga.
"Mas buka mas, ada pesanan dateng..."
"Alah cicak hangus! masuk cepat, sini aku bawakan satu!"
"Baik amat mas...?"
"Soalnya kalau ibuk Misrita liat saya bawa-bawa atau bantu-bantu apalah ntar kantin saya direhab"
"Waaa... akalan baik ternyata masih ada juga ya maunya, dasar! udah bawa-bawa nah kedepan ruangan itu, hati-hati"
"Jangan sok ngatur kau cicak ijo!"
Selesailah tugas padol lainnya, ya walau sangat memberatkan namun dgn 24rb ditangan gak ada capek-capkenya. Selanjutnya ia masuk kekantin mas tadi untuk sekedar makan semangkok soto, sekalian sarapan juga sih...
"Yuk, soto mana soto? masak mangkok aja ni...?"
"Tunggu dulu, kau ini! datang-datang nanya soto bukannya nanya kabarku"
"Alah yuk yuk... kabar ayuk kalau gak baik ya buruk, betul gak? nah terus kalau udah tahu jawabannya tadi kenapa harus nanya-nanya lagi? udah soto satu cepet!"
"Ini anak, sotonya kapan? sekarang...?''
"Pas pemilu 2014 ajalah, ya sekaranglah ayuk -_-"
"Jelas-jelaslah makanya ngomong tuhh"
"Eh cepatlah yuk lapar nahh"
Sambil menunggu soto pesanannya rampung, padol teringat akan satu hal yaitu karin. Dari tadi ia sibuk dan melupakan bahwa sasarannya hari ini karin, eh dia juga lupa bayar minuman yg ia beli tadi *ini becanda* Keluarlah ia sebentar untuk melihat keadaan sma sekitar dan ternyata agak sepi, memang jam baru memunculkan pukul delapan lebih belasan menit. Maklum mungkin cewek butuh proses agak lama untuk make up hari itu, mungkin juga dengan cowoknya? Bisa jadi kan,
"Oiii ni soto nah, cepatlah keburu dingin ntaran..."
"Ntar yuk, lagi liat lapangan..."
"Kurang gawean kau? dakkan lari lapangan tu dak"
Crush! Ini menstop logika padol... Ia terhenti memberi pandangannya kepada sisi lapangan, ternyata lapangan yg ia maksud adalah karin. Apakah betul kata ayuk kantin yg mengatakan bahwa lapangan takkan lari? Bagaimana kalau karin nanti lari jauh dan meninggalkan penginjak aslinya yaitu padol? Tapi padol hanya terhenyak entah, lalu merenung untuk sesaat dan sesaat itu pula tepukan kaget dari ayuk kantin menepuknya dari belakang
"Soto kau basi udahan, melamun manjang gawean anak muda!"
"Aduh yuk untuk dak keluar biji mata ni yuk, yaAllah ayuk"
"Sudahlah, kalau memang lapangan tu dak sanggup kau kuasai seluruh sudut dan garis lapangan tu, ya udahlah cari lapangan lain untuk kau kuasai"
"Apasih yuk, lapangan itu yg aku lihat dari tadi yg terbaik yuk... Gimana mau cari yg lain lagi?"
"Apa yg kita pikirkan belum tentu betul! udahlah soto tu lah basi kau tinggalin...!"
Mungkin betul kata ayuk kantin ini, apa yg kita pikir itu yg terbaik belum tentu benar. Mungkin ada yg terbaik diluar sana namun kita tak menyadarinya atau bahkan kita acuhkan atau pula kita tak mau mencarinya? Bagaimana pun? kita hanya manusia sebagai perancang sketsa, ada Tuhan yg akan menilai apakah sket yg kita buat ini terbaik untuk kita kedepan???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar