Entri Populer

Jumat, 20 Desember 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part8

   Sementara semua acara selesai, ternyata tidak untuk panitia. Sampah ternyata meninggalkan masalah lain bagi mereka, ini kelihatannya serius. Terlihat banyak tapi kalau dilihat, mungkin kalau dikerjakan akan terlihat agak sedikit dan selesai. Mulailah panitia menampung sampah kedalam tempatnya, mereka ada dimana-mana rupanya. Ada yg lupa, padol ternyata masih duduk santai dgn karin. Ia duduk dihamparan rumput liar depan kelas yg tamannya terbuka, kini padol agak cair rupanya

       "Mana hapenya, sini dikirimin lagu tadi..."
       "Ini, lagu apa sih...?"
       "Pokoknya kerenlah, romance"
       "Udah bisa kekirim lagunya...?"
       "Gak bisa ini dari tadi, hapenya pendinglah..."
       "Makanya jgn kepo padol, ininya aja belum aktif..."
       "Iya aku berantakan disamping kamu..."
       "Alah gombal kamu, ini kok tumben kamu gak nervous..?"
       "Dari tadi kok, cuman disamping kamu ada rasa nyaman gitu rin"
       "Udah gak usah gombal, jgn dipaksa padol"
       "Aku seriusan rin, kamu tu sumber percaya aku"


   Dari tadi karin hanya makan senyum, padol juga dari tadi nelan liurnya berulang-ulang kali melihat senyum yg dari tadi ia tunggu akhirnya terukir berkat usaha gombal yg ia pelajari sejak 2hari kemarin. Sepertinya juga padol mulai cair dan ikut dalam suasananya, ia mencoba merasakan hawa yg terhasilkan dari kebersamaan itu. Semua orang cukup mengerti akan beberapa hal, tapi lain hal dgn padol.  Jika memang ia untuk kita, maka tak perlu kita berusaha untuk mendapatkannya. Lakukan dgn apa yg sebisa mungkin tanpa perlu ada yg dipaksakan.
   Ini serasa hujan ditengah badai pasir baginya, sejuk ini pun belum pasti akan terasa dipengunungan manapun. Ini sejuk yg luar biasa, ini sejuk belum mampu untuk ia lupakan. Sepertinya begitu, ia sangat meresapi walaupun dari tadi hanya terdiam. Mungkin dari tadi memang ini yg ia inginkan, berdua bersama tanpa ada batas dan grogi lagi.

       "Eh kamu kan panitia? Kamu gak bantu bersih-bersih tu?"
       "Bentar lagi lah, lagunya juga belum kekirim ini..."
       "Ntar kamu kena marah pula, udah ntar malem kerumah aja sekalian main..."
       "Hah? seriusan nih?"
       "Iya, kalo gak pun gak masalah kok"
       "Ntar aku kerumah kamu malah gak mau keluar gimana?"
       "Ya enggak gitu jugalah padol, pokoknya kalo bisa datang ya"

   Ini tantangan untuk padol, sanggupkah ia? Karin pun pulang setelah berpamitan dgn padol tanpa bisa padol tahan lagi. Biarlah ia pulang, sekarang ia harus membantu panitia lainnya untuk membersihkan sampah yg bertelur dimana-mana. Jelaslah bahwa jumlah sampah yg ada melebihi panitia yg ada, mungkin ini akan menyulitkan bagi padol. Lebih-lebih padol, bagaimana dgn adi yg sok higienis. Jgn menyentuh sampah, tersentuh barang yg tak jelas mungkin ia akan mencuci tgn dgn tujuh macam air.
   Walaupun begitu, sebagai panitia kita harus tetap bertanggung jawab dgn apa yg telah dipercayakan kepada kita. Jangan sampai amanah yg telah dipercayakan kepada kita sirna begitu saja hanya karena perkara simple seperti ini. Tapi tetap adi cukup bertingkah lagi,

       "Haduh sampahnya yaAllah, ampuni hamba yaAllah hamba menyentuh sesuatu yg kotor yaAllah..."
       "Idih, mirip ayam mau dikurban aja kamu di..."
       "Gila liat tuh sampah, ya ampun berlendir *hueks*"
       "Itu bukan lendir buto ijo -_- itu plastik es..."
       "Ehh itu warnanya aja kemerah-merahan gitu *hueks*"
       "Itu memang es sirup merah rasa melon -_-"
       "Bukannya merah biasanya sirup apel atau fanta biasanya...?"
       "Nah kalo tahu kenapa sok jijik gitu...? Mungkin itu es kamu yg kamu buang kesitu...?"
       "Haiss mana mungkin, eh tapi iya kemarin mesan sirup warna merah"
       "Ya udah pungut tuh mantanmu..."
       "HAH!!! Itu sampah bukan mantan aku kampret"
       "Di kamu gak ingat bibir kamu kemarin nyentuh pipet? Itu kan sama aja dgn ciuman adidos!"
       "HAH!!! Gila, kenapa aku baru sadar... YaAllah ampuni hamba yaAllah hamba khilaf"
       "Ntar pulang harus mandi wajib, sekarang pungut tuh"

   Mau tak mau adi dgn acara sok higienisnya harus memungut "mantannya" tadi, yg suka tak suka karena tuntutan kewajiban sebagai panitia. Ini terlihat seperti mengambil kotoran ayam atau sapi, padahal tangannya sudah dibalut tiga buah kantong hitam. Entah bagaimana jika sampah lain, sampahnya saja serasa terasa berdosa ia pungut. Tapi karena dipaksa-paksa bertubi-tubi sedari tadi akhir, dgn sekedarnya ia hanya ambil sampah yg ada. Bahkan, untuk memasukkan kedalam tong sampah ia bisa three point *sebenarnya melempar*
   Terlihat padol memperhatikan sesuatu, karin rupanya. Dari tadi mereka saling mengumpan dan memberi pandangan, ini seperti permainan bagi mereka dan hanya mereka yg memainkan tanpa akan ada yg kalah maupun menang. Jikalau pun ada yg kalah dan menang mereka akan tetap sama-sama tersenyum lagi, atau semacam orang yg sedang menghisap ganja yg sedari tadi hanya senyum kerjaannya. Yah begitulah cinta yg ada di sma, hanya berani dikejauhan dan bila dekat akan setengah mati menahan getaran grogi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar