Entri Populer

Jumat, 20 Desember 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part7

   Acara dimulai dgn rangkaian-rangkaian sambutan dari beberapa orang yg menurut padol hanya orang biasa-biasa saja, tamu yg datang juga padol rasa tidak terlalu mencolok biji matanya. Terlebih-lebih masuk kehatinya, karena dari kemarin hatinya sudah terisi penuh oleh karin. Acara juga kelihatannya masih datar-datar saja, tapi tiba-tiba hotpin menarik padol kekelas bawah sambil membawa kaca ukuran besar dan juga kertas seperti kertas hapalan agama...

       "Mau kemana padol... tarik-tarik mirip layangan dasar!"
       "Ikut aja gak usah nolak, nah disini..." padol dibawa hotpin kedalam sebuah kelas yg acak sekali
       "Tolong pegang kaca ini, nah pegang juga ni kertas diatas kepalamu..."
       "Ini mau ngapain sih...? Hukuman mati...?"

   Ternyata hotpin berusaha mengatur dirinya terlebih dahulu sebelum manggung memberikan beberapa kata sok sedih untuk melepaskan kakak kelas yg akan terbang kemana-mana. Pertama padol lihat hotpin mengunakan ekspresi yg cukup serius, namun lama-lama kaku membeku. Padol coba memberikan masukan cukup freak.

       "Haduh hot, mukamu kaku mirip kambing mau disunat..."
       "Jadi harus gimana...?"
       "Pegang ni kaca..." sekali ini padol yg praktek
       "Liat ni, jgn terpaku pada kaca... Tapi terpakulah pada dinding"
       "Seriusan kampret -_-"
       "Maksudnya, jgn terpaku pada dirimu hot... Tapi enjoy dgn suasana"
       "Suasananya aja serius gitu gimana gak kaku"
       "Bawa enjoy, dengarkan angin memanggilmu... dengarkan suara hanya suaramu, gitu kata ibu sri"
       "Itu materi pidato macan panuan -_-"
       "Tapi ya udah cobak dulu, sapa tahukan berhasil hot, latihan bagaimana caranya membuat melemaskan muka kita yg kaku, ni kita harus berubah sejelek mungkin terus ubah pula muka kita secepat mungkin dgn gaya keren..."
        "Maksudnya gimana ini dol...?"
        "Ikutin nah, oke!"

   Padol bersegera membentuk muka idiotnya, dan itu hotpin akui sebagai muka yg paling idiot yg pernah tercipta. Dengan gaya membuka mulut menunggu lalat masuk dan mata dgn tatapan kosong seperti orang kurang tidur, lalu tiba-tiba padol menutup mukanya agak beberapa detik kemudian ia buka lalu mukanya berubah lagi menjadi sok cool dan itu geli menurut hotpin. Tapi dari tadi hotpin tak sadar tapi tetap ia coba untuk nikmati saja karnaval muka si padol ini.
   Sementara giliran hotpin untuk maju tinggal beberapa jengkal menit lagi, padol tahu caranya. Ia  telah mencoba menirukan muka orang idiot dan meminta hotpin untuk menirunya dan bodohnya mengapa hotpin mau menirunya...??? *walaupun hotpin kebanyakan ketawanya* Tapi giliran untuk penghakiman hotpin sudah sampai, ia harus bersegera berpidato dan apapun yg terjadi terjadilah.
   Dipanggung hotpin sepertinya aman dan lancar seperti halnya hujan tanpa awan, ya begitulah sampai pada akhirnya ia pun turun. Ternyata ada kipas angin dibelakang dan dia mencoba mengikuti aliran angin tersebut menuruti saran padol, dan ternyata padol cukup bisa memotivasi orang. Selesailah acara untuk hotpin maka selesailah acara resmi dan mulailah bergiliran acara hiburan yg dinanti semua orang.
   Dimulai dari NUSANTARA BERDENDANG yg mana seluruh lagu provinsi di Indonesia dinyanyikan oleh pengisi acara lengkap dgn baju daerahnya juga, semua orang terlelap dalam spekta acara pembukaan itu. Padol hanya mengerti lagu daerahnya Jambi, selebih dari itu semua daerah hanya dianggapnya provinsi dari planet lain yg ia tak ketahui.
   Semua panitia yg telah tertunjuk ternyata yg mengisi acara awal ini, ada yg menyanyi dan ada yg menari latar. Padahal padol juga bisa menari tapi hanya satu style, gangnam style! dan itu pun harus 27kali latihan baru bisa meniru satu pergerakan. Acara lanjutan harus dipending dulu karena semua panitia agak terlihat kerepotan, maka dari itu acara yg telah siap harus dimajukan. Ternyata acara yg siap adalah beberapa guru menyumbangkan lagunya

       "Acara selanjutnya semua kelas tiga kalau bisa maju kepanggung, ini acara kita buat acara ini semeriah mungkin kawan! Ya, acara selanjutnya kepada kepala sekolah kia untuk maju untuk menyedekahkan sekedarnya kicauan ya kalau bisa dangdut pak..." tak lamanya bapak telah naik diatas panggung
       "Oke saya gak mau nyanyi kalo gak ada yg nemanin disini... Tolong, Bunga maju disini bantu pimpin jogetan masal ini..." sesaat bunga telah naik keatas panggung
       "Semua kelas tiga maju dulu semua, kita tahan bapak mis sampai dangutan kita selesai..."
      
   Adalah kepala sekolah yg terlebih dahulu menyiapkan suaranya, Pak Mis. Kemudian pak mis maju kepanggung dan ternyata ia mengingkan seorang yg cukup famiiar dalam menyanyi apalagi dangdut yaitu bunga. Setelah bunga naik kepanggung lagu pun digemakan dan responnya positif jutaan milliar rupanya, banyak orang secara tak sadar walaupun badan mereka mengeliat. Ini anehnya, rupanya semua kelas tiga maju dan bahkan sampai panggung tak sanggup menampung mereka.
   Ya bagi mereka ini memang yg pertama dan terakhir perpisahan di SMA, walau kurang kelihatan meriah. Mereka ingin merasakan sulit untuk melepaskan setiap jenjang yg telah mereka dapatkan di sma, disitulah mereka memasuki masa peralihan dari anak ingusan menuju pribadi yg akan tahan sebelum menjadi dewasa. Terlihat mereka memang tak ingin pergi dari sma, mereka semua terlihat belum siap.
   Tiba diakhir acara yg mengharuskan mereka berjabat tangan untuk yg terakhir kalinya dgn seluruh orang yg ada di sma. Ribuan suara dan macam bentuk tangisan terukir disini, saat terakhir disini dimana mereka merajut semua mimpi indah itu. Semua terlihat menangis, tak satu pun yg mampu lagi menahan air matanya. Selesailah rangkaian acara perpisahan itu dgn haru membiru, serasa menyesal untuk semua ini namun langkah tak harus tertahan dan wajib untuk dilanjutkan...


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar