Entri Populer

Sabtu, 16 November 2013

PeDeKaTe tapi LDR #part6

   Semakin lama semakin padol lupa akan halnya untuk mencari kandidat si ibuk tadi, barulah ia sadar setelah karin menghilang masuk dalam kelamnya kantin mas. Rupanya ia memang sedang dimabuk, entah jenis arak yg mampu membuatnya semabuk itu. Bergegaslah ia bergerak menuju sekitaran kelas dua lainnya, ia tak mungkin lagi meminta bantuan ravi lagi. Ia ingin pilihannya ia cukup bersaing sexy atas bawah dgn si yesi pilihan kandidat ravi. Setibanya, ia langsung mengamati dari ujung paling bawah sampai puncak paling atas semua anak perempuan disana. Polanya seperti gitar spanyol itu yg agak sulit untuk padol, ia jarang sekali keluar rumah untuk hunting acara seperti itu.
   Ada beberapa orang yg padol curigai sesuai dgn kriteria yg tertera, kira-kira cocoklah. Langsung saja ia tarik anak itu kearah ruangan konsumsi, jika dilihat sekilas apa yg dijelaskan kriteria memang sexy atas bawah. Cuman masalahnya yg ia adalah cowok -_- sexy diatasnya ganteng, nah sexy dibawahnya menurut padol cowok itu kancing celananya kebuka agak lebar dan itu padol anggap sexy. Padol sudah terlalu sakit keliatannya, sampai-sampai cowok tadi dikategorikan sexy.
   Untungnya belum ia bawa kehadapan ibuk yg ada didalam, apa jadinya jika ibuk-ibuk didalam sexy bagian bawah si anak tadi alias kancingnya belum tertutup. Ravi yg geram melihat tingkah padol memang agak tak sampai memikirkan ini akan terjadi, ia tarik baju padol dan menatapnya dalam seakan akan ada laga tinju maha dahsyat.

       "Dol yaAllah dol, selamat tuh anak gak dienter kedalam. Mungkin ibuk-ibuk guru dalam kalau kemasukan cowok yg kondisi mirip tadi senyum-senyum kecut"
       "Salahnya dimana bos ravi...?"
       "Salahnya...??? Kenapa kau punya otak dak you use hah...?"
       "Aduh, ampun-ampun emang yg harus dibetulin yg bagian mananya...?"
       "Your brain, harus didoktrin ulang jaringan kepolosan kau dol... Sexy tadi malah geli, cari cewek bukan cowok kampret...!"
       "Jadi cuma harus cewek yg harus sexy?"
       "Kalo cowok sexy itu homo! Cari cewek sekarang, jgn cowok lagi"

   Kali ini agaknya mudah bagi padol, soalnya semua kriteria sudah terjelaskan dan yg terpenting harus cewek. Padol memutar langkah beberapa derajat kearah depan, berharap kali ini mata hatinya terbuka dan menuntunnya dgn pasti untuk mendapat c.s.a.b (Cewek Sexy Atas Bawah). Didepannya sudah ada agak lima orang cewek, cukup bisa dikatakan masuk untuk kriteria yg ada. Oke dia pilih seorang, sepertinya ia kenal. Ternyata dora anak kelas sebelah yg pilih, menurutnya sexy atas bawah sudah pasti.

       "Dol ini mau dibawa kemana...?"
       "Ikut aja, jgn banyak keseremannya. Gak akan aku jamah lemakmu dor, oke"
       "Iya tapi ngapain...? Bukan lemak aku mungkin, tapi tulang aku yg bakal kamu sop kan bisa jadi"
 
   Sampailah ia didepan ruangan konsumsi, ternyata ravi telah pergi dan terlihat yesi sudah ada didalam. Padol pun menginstruksikan dora untuk berjalan ke arah ibuk dan dan yesi, dan anehnya si dora tanpa sihir hanya ikut menurut apa yg padol minta tadi. Sementara dora masuk untuk penghukumannya, padol lari menjauh menuju kerumunan panitia lainnya. Apapun yg terjadi ia hanya pasrah berserah diri, terserah apalagi yg akan menimpa dirinya.
   Ia duduk dikerumunan panitia, terlihat semua enjoy dgn acara tanpa ada yg menghiraukan kehadirannya. Sedemikian hari telha cukup terang, panas pagi pun memasuki pancaroba. Mereka telah memanggang atap panggung sedari tadi, juga mencoba memanggang jutaan sel dalam tubuh orang disekitarnya. Padol sembari bersantai mencoba mencari dari radar kejauhan, ya siapa lagi kalau bukan Karin yg ia cari.
   Mungkin karin ada disekitaran anak kelas senior, dilihatnya semua sibuk berbedak, make up, pasang maskara dan lainnya. Bahkan padol beranggapan itu mungkin salon kaki lima. Semua terlihat berlomba untuk tampil semampu mungkin untuk menjadi beda. Maklumlah perpisahan, tapi yg paling menarik disini adalah beberapa yg pacaran ternyata memakai baju couple versi batik.
   Ya inilah pacaran yg masih mengingat untuk melestarikan budaya, walaupun budaya pacaran mereka telah terjejaki budaya barat. Biarlah asal padol mendapatkan karin, semua yang ada didepannya hanya dianggap lelucon jenaka belaka. Panitia tak kalah kelas dalam hal satu ini, mungkin bisa dikatakan lebih mentereng. Ada satu ruangan memang khusus untuk panitia berkumpul untuk persiapan hari itu. Tapi yg terjadi ruangan tersebut menjadi ruangan untuk tata rias para wanita. Setidaknya lipstik dan bedak sudah sangat memenuhi ruangan. Hal ini sangat kacau, mereka bisa saja bersantai tapi tak dgn hotpin.
   Dari tadi ia sibuk kesana kesini, tak ada beda lagi antara kondisi hotpin dan kondisi anak kecil yg kehilangan ibunya. Ada hasrat untuk padol untuk membantu hotpin, tapi ia takut akan sensitifnya si hotpin. Jika orang yg sedang dalam tertekan, maka tingkat kemarahannya berbanding lurus dgn emosinya. Mungkin hanya itu rumus yg ia dapatkan setelah 2tahun mempelajari fisika dan kelihatannya sih begitu. Itupun setepatnya bukan rumus, melainkan arah yg tepat untuk peribahasa. Sebuah ringam yg sulit untuk dicerna otak kecil padol , namun lebih baik ia menawarkan diri.

       ''Hot... sibuk kali dari tadi"
       "Yang lain pada sibuk make up, ditegur malah lempar bedak tadi. Malas jadinya..."
       "Wih gila...! Tegas dikitlah hot..."
       "Udahlah dol, kerja ajalah kita yg mau, yg enggak mau besok-besok ada acara gak diikutin lagi"
       "Ada lagi kerjaan bos...?"
       "Udah kok dol, tinggal acara dimulia..."

   Sejenak setelah perbincangan singkat itu, majulah dua orang dari bawah menuju keatas panggung. Itu kalo gak salah MC acara yg tadi sibuk netesin insto ke matanya, ya sudah acara pun dimulai....








Tidak ada komentar:

Posting Komentar