Seperti biasa aku terbangun dijam empat subuh, karena sudah setahun aku melakukan ini sehinga sudah menjadi kebiasaan dan bahkan aku hanya tidur tiga jam dalam sehari karena bagiku mengerjakan soal dan membaca buku adalah hal yang sangat menarik dibandingkan tidur. Dingin memang, tapi aku juga terbiasa menghadapi suhu penusuk nadi ini. Entah pagi itu, aku dengar suara kaki berjalan menuju kamarku... Aku yg sudah terbangun saat itu memejamkan kembali mataku, dan pintu tiba-tiba terbuka !!! Ternyata ciel datang kearahku, aku kaget dan aku hanya bisa diam karenanya.
"Please, wake up..." ia menarik selimutku
"What's wrong with you, ciel...???"
"Please, join me..."
Ia menarik tanganku dengan tergesa-gesa, kami pun menuju kelantai bawah dan menuruni anak tangga. Ternyata ia ingin buang air dan takut berjalan sendiri, aku pun menunggunya didapur dan meminum segelas air putih. Ciel cukup lama didalam jika itu untuk ukuran buang air, aku hanya menantinya dengan mengarahkan pandangan kosong kearah pintu kamar mandi. Ia sepertinya ketiduran didalam sana, setelah aku selesai meminum gelas kedua ia pun keluar dan menanyakan jam berapa ini. Aku katakan ini jam empat pagi, ia pun naik lagi kelantai atas tanpa sadar aku tadi yang menemaninya. Biarlah, nanti juga ia akan takut sendiri akan keberanian sesaatnya itu.
"Please hurry, it's so cool here..."
Benar, dilantai bawah ini sangatlah dingin dan aku pun kembali keatas dan merebahkan diri keranjang, sebentar lagi sholat subuh dan aku pun tak mau diam saja. Ada beberapa buku diatas mejaku dan aku pun mengambilnya, ada beberapa buku dengan judul yang sudah berulang kali aku baca. Tapi, ada beberapa juga yang jarang aku baca dan buku itu adalah buku yang isinya cerita tentang beberapa anak yang tersesat disebuah pulau. Perlahan aku pun membacanya, kelihatannya cerita ini cukup menyatu denganku sampai akhirnya handphone yang kuletakkan disebrang meja bergetar karena itu alarm sholat subuh. Bergegaslah aku kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, rasanya memang sangat dingin dan aku membeku. Selesai wudhu lalu sholat, yang selalu aku doakan jelas kekuatan untukku dan rasa syukurku...
Kini aku bingung, setelah aku selesai mengerjakan sholat aku harus melakukan apa lagi dan karena tak ada kerjaan yang tersedia aku pun memutuskan untuk tidur. Sekira hampir sejam aku tidur, biasanya setelah aku selesai sholat subuh aku akan membaca buku kuliahku tapi ini adalah libur kuliah dan aku memutuskan untuk tidak melakukan itu sekarang. Setelah lelap aku tidur, aku terbangun lagi dan lagi oleh ciel. Ia mengajakku untuk membuat sarapan karena istri dekan belum bangun. Ia sudah dari pada tidak ada kerjaan, aku hanya bisa menuruti apa yang dia mau...
Aku sempat melirih sekejap kearah jam dinding, dan terlihat waktu sekarang adalah jam setengah tujuh pagi dan matahari memang sudah terlihat namun hanya sedikit yang masuk kerumah. Aku tak tahu sebelumnya ciel bisa memasak atau tidak, tapi kali ini aku akan melihat kemampuan memasaknya. Tapi, yang terlihat sekarang hanyalah telur sosis dan roti dan memang seperti menu sarapan orang inggris biasanya. Ia memintaku memasak roti saja, ia akan memasak sosis dan telurnya. Sekitaran sepuluh menit makanan semuanya telah masak dan ia pun menaruhnya dimeja makan dan saat itu juga dekan datang dari kamarnya.
"Morning ridho, ciel..."
Ia menyapa kami, dan ciel lalu menawarkan sarapan yang kami masak tadi namun ia harus menuju kamar mandi dahulu. Tak lama setelah itu, ada orang yang mengetuk pintu dan aku yang membukanya. Ternyata adik laki-laki kemarin, aku bahkan tak sempat menanyakan namanya karena waktu itu ia terlihat terburu-buru pulang dan setelah kami berkenalan barulah aku mengetahui namanya Frank. Ia sering main kesini karena dekan yang memintanya, maklum saja anak dekan tidak ada dirumah dan sudah menjadi kebiasaannya datang pagi-pagi kerumah dekan untuk membangunkan beliau jika dekan belum bangun. Setelah kami semua berkumpul disini kami pun menikmati sarapan tadi, begitulah rasanya memang khas roti dan sosis orang Inggris ini dan ciel menjamin sosis ini halah karena ia membelinya juga kemarin.
"Thanks for you two, semoga saja bisa kalian disini selamanya karena sarapan ini sangat mengeyangkan pagi ini"
"Don't mention it sir..." balas ciel
Ia pun bergegas untuk mandi karena ia ada jadwal mengajar pagi itu, sedangkan adik itu langsung berpamitan untuk menuju kesekolahnya. Istri dekan merapikan piring-piring kami tadi, dan kami juga membantu merapikan meja makan tadi. Setelah itu kami kembali kekamar masing-masing, aku pun segera bergegas mandi karena hari ini aku akan mengambil kerja part time disalah satu restoran cepat saji Oxford. Inilah kerjaku sehari-hari hanya untuk mengincar satu euro lebih beberapa sen perjam, kalau aku bisa sampai sepuluh jam hari ini berarti aku sudah dapat belasan euro. Setelah selesai mandi aku bergegas pergi karena toko buka jam setengah delapan pagi dan karena itu aku lupa berpamitan ke ciel dan hanya sempat berpamitan ke istri dekan karena sepertinya ia sedang tertidur. Kerjaku cukup easy yaitu menanyakan apa yang konsumen inginkan dan menyampaikannya kekasir, kadang kalau siang aku yang jadi kasir.
Pagi itu, aku tepat waktu dan langsung mengambil jatah kerja pagi dan bersiap untuk pelayanan sarapan. Kadang aku mendapatkan tips dari kembalian para konsumen, kadang memang diberikan oleh mereka. Sampai pada jam sembilan pagi ponselku berdering dan aku abaikan saja, karena aku tak bisa berkomunikasi dengan ponsel sampai jam istirahat siang kecuali ada sesuatu yang darurat. Lalu untuk ketiga kalinya ponselku berdering, dan akhirnya aku silent tanpa nada getar. Kulihat yang menelepon adalah ciel, tapi bagaimana lagi dari pada gajiku terpotong.
Jam pun menunjukkan pukul 12.30 dan kami diberikan istirahat lima belas menit dan aku bergegas untuk kemesjid terdekat untuk sholat dzuhur, setelah beberapa menit aku kembali kerestoran dan mengambil part sampai jam empat sore. Sampai pada akhirnya kerjaku hari itu pun selesai dan aku mendapatkan 13 Euro, uang ini akan kutabung untuk akhir kubelikan sesuatu nanti bagi keluargaku saat aku pulang ketanah air dan kadang juga aku pakai untuk keperluann sehari-hari. Aku pun pulang dengan jalan kaki, jaraknya hanya beberapa puluh menit jalan kaki.
Saat aku pulang, aku disambut oleh Frank dan istri dekan sedangkan dekan belum pulang dan ciel juga. Mereka mengatakan ciel pergi mencariku, aku lupa! Aku mematikan suara ponselku tanpa getar, lalu aku cek ponselku dan sudah puluhan missed call ada diponsel dan semuanya dari ciel. Kemudian ia kembali menelponku
"Ada dimanakah dirimu? Aku sedari pagi tadi mencarimu, aku kira kau diperpustakaan kampus..."
"Maafkan aku ciel, tapi hari ini aku mengambil part time job dan jika aku ketahuan main ponsel gajiku akan berkurang"
"Now where are you?"
"Aku sudah dirumah dekan"
Setelah itu telponnya tertutup, aku merasa ciel marah padaku karena aku tak memperdulikannya hari ini. Aku pun bergegas kekamar untuk sholat ashar, sebelum itu aku sudah kekamar mandi untuk berwudhu. Seketika aku sudah sholat, ciel langsung mendobrak pintu kamarku begitu cepat dan aku sudah mengetahui ia akan marah seperti itu.
"Kenapa kau pergi tanpa memberikan kabar kepadaku?"
"Kenapa? Apa itu sebuah kesalahan? Aku sudah terlebih dahulu berpamitan dgn istri dekan"
"Mengapa tidak kepadaku...???"
"Aku pikir ...."
"Kau tau seberapa khawatir aku padamu???"
"Aku minta maaf..."
Ia pun keluar dari kamarku dengan muka hampir menangis, aku tak mengerti apa yang terjadi...
Malam pun datang, setelah selesai sholat mahrib dekan memanggil kami untuk makan malam dan aku pun bergegas kemeja makan dan ternyata ciel belum turun. Aku pun bergegas kembali keatas dan mengetuk pintunya, kelihatannya ia tertidur dan pintunya terkunci. Aku pun tak tau lagi harus bertindak seperti apa, dekan menyuruhku untuk makan terlebih dahulu. Setelah kami selesai makan, ia menyuruhku untuk memanggil ciel kembali. Ternyata ia tak perduli juga, akhirnya aku meminta kunci cadangan kedekan dan membawanya makan malam.
Setelah kubuka pintu kamar itu, ciel ternyata tidur dengan memakai earphone miliknya. Aku pun mencoba melepaskannya, namun yang kulihat adalah matanya sembab dan ia memegang sebuah pena dan ada buku ada disebelah bantalnya. Aku raih buku tersebut dan kulihat halaman yang ia tulis, betapa kaget setelah kubaca itu. Ia ternyata menulis semua yang ia alami hari ini, dan yang membuat aku kaget adalah kalimat "... I can't pretend any more, just be honestly I love him god !!!" Apakah ini betul? Atau sebuah klise saja, namun ketika buku itu aku selesai baca ia terbangun dari tidurnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar