Entri Populer

Jumat, 03 Maret 2017

Review Film American Pastoral (2016)


 


    Di film, ada dua masalah penting yang dihadirkan oleh sutradara, dan masalah itu dihadapi oleh seorang saja. Masalah yang pertama adalah parenting, Swede merupakan seorang war hero dan menikahi seorang wanita yang begitu cantik yaitu Dawn. Lalu singkatnya, mereka memiliki seorang anak yang mempunyai masalah dengan pengucapan saat bicara yaitu gagap.
   Mereka datang ke seorang ahli untuk berkonsultasi, dan ahli itu menyebut bahwa gagap dari Merry merupakan self-answered dari Merry dari pertanyaan “apakah ia ingin menjadi seperti ibunya yang merupakan seorang juara kontes kecantikan”. Merry ingin juga ‘memenangkan’ ayahnya dari kehadiran sang ibu, inilah awal yang mengarahkan ke main conflict tentang pilihan hidup Merry. Ia ikut bagian menjadi bagian grup penentang Amerika yang ikut serta berperang di Vietnam.
   Pertanyaan sederhana,mengapa Merry bisa memilih hal tersebut sebagai jalan hidupnya?
   Hipotesis awalnya karena ia sudah terjebak di jiwa seorang ‘rebellion’ atau pejuang, ia sudah memutuskan untuk berlawan dengan ibunya untuk memenangkan sang ayah. Ini sudah disebutkan oleh seorang ahli di film, dan juga bagaimana ia cemburu akan perlakuan ayahnya ke sang ibu.
   Di film, ada part dimana Merry meminta ayahnya untuk menciumnya persis dengan bagaimana Swede mencium Dawn yaitu berciuman berpagut di bibir dan sang ayah secara langsung sadar bahwa Merry betul-betul menginginkan dirinya.


   Ini sebenarnya wajar, karena hasrat manusia pun ingin menang. Menghindari pertempuran antar sesama, tapi tetap berlawanan juga. Merry sadar jika ibunya tak akan terkalahkan sehingga ia menaruh dirinya dalam sensara agar sang ayah lebih simpati dan lebih menaruh perhatian kepadanya.
   Namun di film, tempo dalam memindahkan perlawanan Merry vs ibunya ke conflict lain terlalu cepat sehingga saya sendiri bingung bagaimana bisa Merry langsung terjun ke grup protes atau anti-war grup.

   Mungkin karena jiwa rebellion dan juga kekalahan dari sang ibu menyebabkan ia memutuskan untuk melanjutkan sisi dari jiwa penentang dan petarungnya pada sebuah hal yang lebih nyata, dan hasilnya juga tidak hanya untuk dirinya pribadi.
   Konflik terakhir ada pada Swede pribadi, ia tak bisa merelakan masa lalunya, ia tak sanggup melihat bagian dari hidupnya pergi dan ia memutuskan untuk tetap bertahan. Sedangkan istrinya, tak sanggup. Dawn tak ingin masa lalu, yaitu kehilangan Merry, membuatnya terus dalam kesedihan. Sehingga terbukti, Dawn mengambil operas plastic dan wajahnya berubah, gerut tuanya hilang. Ia juga memiliki hobi baru sebagai penikmat seni. Nah di sinilah kejutannya terjadi, Dawn bermain di belakang Swede dan ketahuan pula.
   Nah bagaimana dengan anda, bagaimana jika masa lalu membuat kesadaran mulai memudar? Jawabannya lihat pada sisi swede, ia tetap menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Ia hadapi semampunya, karena ada keteguhan hati di dirinya sehingga ia mampu bertahan dan terbukti ia pun bertemu dengan Merry. Dawn adalah sisi lain dari manusia yang lemah, ia menunjukkan bahwa tidak semua manusia tegar dan sanggup menghadapi masalah.
   Kemudian, bagaimanapun film ini sangat wajib ditonton oleh segala pihak, terutama orang tua, kita harus menjaga sebaik mungkin anak kita. Bahkan dengan cara terbaik yg telah dilakukan pun belum tentu hasilnya baik.
   Dan juga dalam menghadapi masalah jangan terlalu dibawa atau dipikir, hadapi semampunya, serahkan pada takdir dan usahakan yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar