Saya adalah termasuk orang yang terpilih dari masuk
dan lolos ke universitas lewat jalur SBMPTN yang mana diketahui Menurut data
panitia SBMPTN 2014 dari 664.509 pendaftar definitif, sebanyak 104.862 orang
dinyatakan lulus. Alhamdulillah, saya bisa lulus dari jalur ini karena jika
ingin tembus atau lolos dari jalur SBMPTN ini berarti saya harus merebut satu
kursi dengan artian satu kursi diperebutkan enam orang. Juga selain jalur ini,
ada juga jalur SNMPTN yang sudah dibuka sejak Februari tahun ini.
Data diatas
juga, harus disertai dengan keanehan yang sangat sulit diterima. Saya adalah
orang yang termasuk tak lolos SNMPTN beserta orang-orang berprestasi lainnya,
anehnya adalah banyak teman yang tak terduga lolos secara mulus. SMA saya
meloloskan kurang dari 15 orang saja dan tak ada yang berprestasi menonjol baik
akademik maupun non-akademik, ada satu yang berperingkat tiga kelas namun ia
membatalkan pilihannya itu. Dia lolos di Sastra Jepang tapi ia menolaknya
dikarenakan ia ingin jurusan lain, karena itu hanya pilihan ketiganya. Akhirnya
dia tak lolos dari jalur SBMPTN dan terpaksa menempuh jalur Mandiri.
Begitu
lebih anehnya adalah rata-rata yang lolos jalur SNMPTN dari sekolah saya adalah
pilihan ketiga mereka atau pilihan terakhir mereka yang bisa dikatakan itu
hanyalah zona cadangan mereka, bahkan ada yang mengatakan itu hanya peruntungan
mereka. Nah, ada yang sangat aneh lagi. Dia ini bukanlah orang yang menonjol
dikelas, saya tahu karena saya sekelas dengannya. Tiap hari ia hanya membuat
ribut, ngobrol dgn temannya bahkan pernah tidur dalam kelas. Anehnya dia bisa
lolos Farmasi, saya tak tahu apakah ini yang disebut beruntung? Atau semua
sudah diatur? Saya sampai sekarang merasa aneh dengan sistem undangan yang
dalam kata lain SNMPTN ini.
Bahkan dua
tahun berturut-turut juara umum SMA saya tak mampu lolos dari jalur ini, juara
umum tahun 2013 mampu lolos dijalur SBMPTN
dan sekarang sedang berkosentrasi di jurusan Pendidikan Biologi disalah
satu Universitas cukup memiliki rating. Lain hal dengan juara umum tahun ini,
padahal saya sangat kenal dengan orang ini karena sekelas selama dua tahun. Dia
tak mampu lolos kedua-dua jalur ini dan sekarang dia lolos jalur Mandiri dengan
Jurusan Pendidikan Matemamatika, dan disinilah pikiran saya serasa ada hal atau
kekuatan lain yang mengatur ini sehingga hal serumit ini semakin merumit.
Tahun ini,
banyak teman saya sudah masuk bimbel dari awal kelas tiga karena baru ada
bimbel yang buka cabang didaerah asal saya. Mereka berebutan masuk bimbel ini,
bahkan ada yang sampai mengambil jam malam dikarenakan jam siang dan sore sudah
penuh. Jika dikenang lagi mereka sudah sangat maksimal dalam sisi usaha hanya
untuk mempereburkan sebuah tiket lulus Ujian Nasional tahun 2014, bahkan ketika
sekolah sudah memutuskan untuk mengadakan jam tambahan sore sampai pukul empat
sore mereka tetap melanjutkan bimbel mereka dengan memindahkan kehari minggu
dan sabtu. Apakah yang kurang dari mereka? Usaha apa yang belum mereka jalani?
Bahkan saya bisa katakana sebagian mereka yang bimbel tak mampu tembus dan
lolos dari kedua jalur ini?
Mungkin
ini, waktu itu saya mencari teman untuk sholat dzuhur karena saya baru keluar
kelas dan ketika itu mushola sekolah ada masalah sehingga harus sholat keluar
sekolah. Ingat saya kalau saya tidak salah ada yang mengatakn tak usahlah
sholat, dan saya ingat yang mengatakan ini adalah orang yang pintar dan
disiplin namun dia mengatakan hal tersebut dan sekarang ia hanya mampu lolos
lewat jalur mandiri. Mungkin ini bisa dikatakan alasan mengapa ia tak lolos,
karena ia melupakan Tuhannya hanya karena suatu hal dunia. Nah ini bisa juga
masalah dari semua mereka yang tak lolos dari dua jalur diatas.
Mereka
melupakan dari mana mereka berasal dan siapa yang menciptakan mereka, sehingga
mereka melupakan-Nya. Menurut pendapat saya, kita tak terlalu perlu berusaha
semaksimal mungkin karena percuma saja jika kita maksimal dalam usaha namun
Tuhan dan berdo’a kita lupakan . Buktinya ada diatas, mereka yang bimbel ini
mungkin saja melupakan untuk beribadah karena sudah sangat sibuk untuk masalah
dunia. Betul saja, karena saya pernah membaca berita ada juara dunia sains
ditolak jalur undangan padahal dari Jepang dan USA telah mau menampungnya. Nah
kalau untuk masalah ini kemungkinan ada dua alasan mengapa juara dunia ini tak
mampu lolos, pertama mungkin jalan Tuhan belum mau mengirimnya kesana atau dia
ini lupa daratan dengan kata lain sombong.
Begitu
banyak orang yang mampu menguasai daratan tapi melupakan daratan, begitu banyak
orang mampu menembus langit namun lupa ada tujuh lapis langit dan begitu banyak
mampu mencapai titik tertinggi namun dia tak pernah mencapai titik terendah.
Inilah gambaran bagi orang yang sudah sombong, sudah sangat terlampau bahkan.
Maka dari itu kita ini janganlah sampai sombong, sampai-sampai melupakan ada
yang bisa mengubah jalan kita bahkan melenyapkan jalan kita. Tuhan maha adil,
dia tahu mana yang terbaik dan mana yang harus ditunda bagi hambanya.
Jika ada
teman yang belum lolos mungkin saja Tuhan sedang mencoba menyiapkan jalan yang
paling baik untuk kita karena tak akan ada jalan yang lebih indah selain jalan
yang jalan-Nya, maka dari itu janganlah sekali-kali melupakan Tuhan karena
sekali kita melupakan-Nya maka sekali itulah jalan kita akan semakin jauh dari
yang kita inginkan. Begitu juga kita yang sudah mendapatkan rejeki dan
nikmat-Nya, jangan coba untuk mengingkarinya dan selalu bersyukur akan hal yang
kita dapatkan sampai saat ini.
Jika
kembali kepada judul diatas, mungkin saja jalan mereka lebih indah dari kita
nanti. Maka dari itu jika sudah mampu mencapai level Universitas ini,
pertahankan dan syukuri nikmat-Nya ini dan kalau bisa cobalah untuk mencapai
level-level yang lebih tinggi dari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar