Entri Populer

Senin, 22 September 2014

Mengapa ada teman yang gagal lolos ke tingkat Universitas lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN?



   Saya adalah termasuk orang yang terpilih dari masuk dan lolos ke universitas lewat jalur SBMPTN yang mana diketahui Menurut data panitia SBMPTN 2014 dari 664.509 pendaftar definitif, sebanyak 104.862 orang dinyatakan lulus. Alhamdulillah, saya bisa lulus dari jalur ini karena jika ingin tembus atau lolos dari jalur SBMPTN ini berarti saya harus merebut satu kursi dengan artian satu kursi diperebutkan enam orang. Juga selain jalur ini, ada juga jalur SNMPTN yang sudah dibuka sejak Februari tahun ini.
   Data diatas juga, harus disertai dengan keanehan yang sangat sulit diterima. Saya adalah orang yang termasuk tak lolos SNMPTN beserta orang-orang berprestasi lainnya, anehnya adalah banyak teman yang tak terduga lolos secara mulus. SMA saya meloloskan kurang dari 15 orang saja dan tak ada yang berprestasi menonjol baik akademik maupun non-akademik, ada satu yang berperingkat tiga kelas namun ia membatalkan pilihannya itu. Dia lolos di Sastra Jepang tapi ia menolaknya dikarenakan ia ingin jurusan lain, karena itu hanya pilihan ketiganya. Akhirnya dia tak lolos dari jalur SBMPTN dan terpaksa menempuh jalur Mandiri.
   Begitu lebih anehnya adalah rata-rata yang lolos jalur SNMPTN dari sekolah saya adalah pilihan ketiga mereka atau pilihan terakhir mereka yang bisa dikatakan itu hanyalah zona cadangan mereka, bahkan ada yang mengatakan itu hanya peruntungan mereka. Nah, ada yang sangat aneh lagi. Dia ini bukanlah orang yang menonjol dikelas, saya tahu karena saya sekelas dengannya. Tiap hari ia hanya membuat ribut, ngobrol dgn temannya bahkan pernah tidur dalam kelas. Anehnya dia bisa lolos Farmasi, saya tak tahu apakah ini yang disebut beruntung? Atau semua sudah diatur? Saya sampai sekarang merasa aneh dengan sistem undangan yang dalam kata lain SNMPTN ini.
   Bahkan dua tahun berturut-turut juara umum SMA saya tak mampu lolos dari jalur ini, juara umum tahun 2013 mampu lolos dijalur SBMPTN  dan sekarang sedang berkosentrasi di jurusan Pendidikan Biologi disalah satu Universitas cukup memiliki rating. Lain hal dengan juara umum tahun ini, padahal saya sangat kenal dengan orang ini karena sekelas selama dua tahun. Dia tak mampu lolos kedua-dua jalur ini dan sekarang dia lolos jalur Mandiri dengan Jurusan Pendidikan Matemamatika, dan disinilah pikiran saya serasa ada hal atau kekuatan lain yang mengatur ini sehingga hal serumit ini semakin merumit.
   Tahun ini, banyak teman saya sudah masuk bimbel dari awal kelas tiga karena baru ada bimbel yang buka cabang didaerah asal saya. Mereka berebutan masuk bimbel ini, bahkan ada yang sampai mengambil jam malam dikarenakan jam siang dan sore sudah penuh. Jika dikenang lagi mereka sudah sangat maksimal dalam sisi usaha hanya untuk mempereburkan sebuah tiket lulus Ujian Nasional tahun 2014, bahkan ketika sekolah sudah memutuskan untuk mengadakan jam tambahan sore sampai pukul empat sore mereka tetap melanjutkan bimbel mereka dengan memindahkan kehari minggu dan sabtu. Apakah yang kurang dari mereka? Usaha apa yang belum mereka jalani? Bahkan saya bisa katakana sebagian mereka yang bimbel tak mampu tembus dan lolos dari kedua jalur ini?
   Mungkin ini, waktu itu saya mencari teman untuk sholat dzuhur karena saya baru keluar kelas dan ketika itu mushola sekolah ada masalah sehingga harus sholat keluar sekolah. Ingat saya kalau saya tidak salah ada yang mengatakn tak usahlah sholat, dan saya ingat yang mengatakan ini adalah orang yang pintar dan disiplin namun dia mengatakan hal tersebut dan sekarang ia hanya mampu lolos lewat jalur mandiri. Mungkin ini bisa dikatakan alasan mengapa ia tak lolos, karena ia melupakan Tuhannya hanya karena suatu hal dunia. Nah ini bisa juga masalah dari semua mereka yang tak lolos dari dua jalur diatas.
    Mereka melupakan dari mana mereka berasal dan siapa yang menciptakan mereka, sehingga mereka melupakan-Nya. Menurut pendapat saya, kita tak terlalu perlu berusaha semaksimal mungkin karena percuma saja jika kita maksimal dalam usaha namun Tuhan dan berdo’a kita lupakan . Buktinya ada diatas, mereka yang bimbel ini mungkin saja melupakan untuk beribadah karena sudah sangat sibuk untuk masalah dunia. Betul saja, karena saya pernah membaca berita ada juara dunia sains ditolak jalur undangan padahal dari Jepang dan USA telah mau menampungnya. Nah kalau untuk masalah ini kemungkinan ada dua alasan mengapa juara dunia ini tak mampu lolos, pertama mungkin jalan Tuhan belum mau mengirimnya kesana atau dia ini lupa daratan dengan kata lain sombong.
   Begitu banyak orang yang mampu menguasai daratan tapi melupakan daratan, begitu banyak orang mampu menembus langit namun lupa ada tujuh lapis langit dan begitu banyak mampu mencapai titik tertinggi namun dia tak pernah mencapai titik terendah. Inilah gambaran bagi orang yang sudah sombong, sudah sangat terlampau bahkan. Maka dari itu kita ini janganlah sampai sombong, sampai-sampai melupakan ada yang bisa mengubah jalan kita bahkan melenyapkan jalan kita. Tuhan maha adil, dia tahu mana yang terbaik dan mana yang harus ditunda bagi hambanya.
    Jika ada teman yang belum lolos mungkin saja Tuhan sedang mencoba menyiapkan jalan yang paling baik untuk kita karena tak akan ada jalan yang lebih indah selain jalan yang jalan-Nya, maka dari itu janganlah sekali-kali melupakan Tuhan karena sekali kita melupakan-Nya maka sekali itulah jalan kita akan semakin jauh dari yang kita inginkan. Begitu juga kita yang sudah mendapatkan rejeki dan nikmat-Nya, jangan coba untuk mengingkarinya dan selalu bersyukur akan hal yang kita dapatkan sampai saat ini.
   Jika kembali kepada judul diatas, mungkin saja jalan mereka lebih indah dari kita nanti. Maka dari itu jika sudah mampu mencapai level Universitas ini, pertahankan dan syukuri nikmat-Nya ini dan kalau bisa cobalah untuk mencapai level-level yang lebih tinggi dari ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar